OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Penyesalan-Kecewa-Ketidak relaan


__ADS_3

" Dewi mau saya ajak pindah kerja pak " ucap Fadhil


" Kirain...." guman Dewi kecewa


" Yahhhh malah ngomongin kerja " guman Agus ikut kecewa


Bapak, ibu dan juga Woro merasa kaget mendengar kabar ini karena mereka selama ini mendengar cerita dari Dewi melalui telephone kalau dia kerasan bekerja di sana dan juga senang karena selain gaji pokok dan uang makan dia juga mendapat banus. Tapi kenapa tiba tiba ingin pindah kerja


" Memang ada masalah Wi ?" tanya Bapak


" Gak ada apa apa pak, cuman Dewi tidak nyaman aja pak " ucap Dewi


" Gak nyaman kenapa? katamu enak dapat uang makan dan bonus juga " ucap Ibu


" Iya sih, cuman Dewi tetap merasa ada yang mengganjal. Dewi tidak tenang kerja di sana bu " ucap Dewi


" Kenapa jadi kamu Dhil yang ngajak Dewi Pindah? " ucap Woro


" Karena saya rasa tempat kerja Dewi saat ini tidak cocok untuk Dewi " ucap Fadhil


" Kenapa kamu bilang begitu? Dewi yang menjalaninya aja kerasan di sana ? " ucap Woro

__ADS_1


" Dewi bilang kerasan tapi gak nyaman. Menurutku terlihat kurang pas jika Dewi bekerja di sana karena Dewi bekerja tidak memakai hijab dan itu yang membuatnya tidak nyaman dan tenang " ucap Fadhil


" Apa ? " teriak Ibu kaget


" Jadi kamu kerja dengan melepas hijab wi? " ucap Woro


Dewi menunduk dan mengangguk. Penyesalan yang mendalam di rasakan Dewi saat ini. Dewi sadar selain membohongi keluarganya dia sebenarnya juga membohongi dirinya sendiri. Sebelumnya Dewi juga tak menyadari kenapa saat bekerja dia merasa tidak tenang, dan dia baru menyadarinya saat ngobrol di mobil selama perjalanan tadi


" Ibu gak nyangka Wi kamu mau maunya melepas hijabmu di luar rumah, ibu tak pernah mengajarimu seperti itu Nduk " ucap ibu sedih dan kecewa


" Maafkan Dewi bu, Dewi juga gak nyaman seperti itu tapi karena obsesi Dewi untuk secepatnya berkerja membuat Dewi mengambil kerjaan ini. Dewi nyesel dan Dewi baru menyadari kesalahan terbesar Dewi " ucap Dewi


" Karena putus dengan cowok membuatmu seperti itu, padahal Banyak cowok yang lebih baik darinya " ucap Woro


Dewi memang Niat bekerja ke luar kota untuk melupakan Bimo dan meninggalkan semua kenangannya di sini. Dia ingin mengubur nama Bimo dalam dalam dan dengan bekerja dia pikir dia akan cepat bisa melupakannya Namun tak di sadarinya jalannya salah.


" Manusia itu harus terus belajar menjadi lebih baik bukan sebaliknya. Berhijab iu wajib wi ! " ucap Woro


" Mas kecewa sama kamu ! " ucap Woro


" Sudahlah Ro, Dewi sudah menyesal. Alhamdulillah Dewi sudah sadar saat ini " ucap Bapak

__ADS_1


" Yang harus kita lakukan adalah mensupportnya, karna itu adalah kewajiban kita sebagai keluarganya. Dewi masih diberi kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya dan kita harus memaafkannya " ucap Bapak


Hening Sejenak


Dewi dengan penuh penyesalannya, Woro, ibu dan Bapak dengan penuh rasa kekecewaannya. Fadhil dengan rasa ketidak relaannya melihat Dewi bekerja tanpa hijab dan Di sudut masih ada Agus yang sedari tadi hanya diam menyimak dengan mulut penuh makanan.


hahaha...Agus ! Agus !


" Memangnya mau ajak Dewi kerja di mana Nak Fadhil ? " tanya Bapak memecah keheningan


" Di tempat bunda pak " ucap Fadhil


" Insyaallah, Dewi bisa belajar lebih baik " ucap Fadhil


" Kenapa Nak Fadhil perhatian sekali dengan Dewi? " ucap Ibu


" Yang ibu lihat Nak Fadhil seperti ingin ikut menjaga dan melindungi Dewi " ucap ibu


Fadhil kaget mendengar pernyataan Ibu, dia tak tahu harus menjawab apa. Karna memang yang ibu nyatakan benar adanya namun Fadhil juga tak bisa mengakuinya sekarang kalau di dalam hatinya sudah terukir nama Dewi.


" Ya karena Fadhil sahabat Woro bu jadi adik Woro adik Fadhil juga. Iya kan Dhil ?" sela Woro yang

__ADS_1


Fadhil hanya tersenyum karena jawaban Woro. Sedangkan Dewi terkejut mendengar pengakuan Woro


__ADS_2