
" Hanya apa ? " ucap Fadhil
" Dewi sedang ada di klinik " ucap Dewi
" Klinik ? " tanya Fadhil
" Ngapain? " tanya Fadhil
" Dewi tadi keserempet motor mas " ucap Dewi
" Innalillahi, kamu gak papa kan? " tanya Fadhil
" Alhamdulillah Mas, hanya saja...." ucap Dewi
" Sebentar mas, Dewi tutup dulu teleponnya, Assalmu'alaikum " ucap Dewi langsung menutup teleponnya.
" Wa'alaikumus salam " jawab Fadhil bingung
" Bagaimana kondisinya? di klinik mana dia ? " guman Fadhil lirih
Fadhil berjalan terburu kembali keruangan di mana bunda dan Hesti berada, namun dia di sapa Bimo yang juga berada di resto itu
" Mas Fadhil...sendirian aja? " sapa Bimo
" Bimo ! kamu di sini juga? " tanya Fadhik
" Iya mas ! Mas Fadhil kenapa terlihat begitu cemas ? " jawab Bimo
" Maaf aku terburu buru, calon istriku mengalami musibah. Aku duluan ya, Assalamu'aliakum..." pamit Fadhil
" Wa'alaikum salam " ucap Bimo
Fadhil menemui bunda dan menceritakan yang terjadi
__ADS_1
" Telephon rekanmu yang membeli saham kita, kita batalkan pertemuan ini. Kita cari Dewi dulu di klinik terdekat " ucap Bunda
Tanpa menunggu lama, Fadhil menelephon seseorang dan membatalkan pertemuannya karena ada sedikit musibah. Fadhil mendatangi klinik terdekat dari resto tempatnya berada
Saat sampai di klinik, Fadhil mengedarkan pandangannya di depan ruang IGD. Dia melihat dari jauh Dewi duduk bersama dengan Agas di kursi tunggu
" Itu Dewi " ucap Hesti
Bunda mengangguk dan melangkah ke arah Dewi
" Kita ke sana " ucap bunda
Bunda berjalan lebih dulu, di ikuti Fadhil lalu Hesti
" Kamu gak papa sayang ? " tanya bunda mengusap hijab Dewi
" Alhamdulillah bun, Dewi selamat " ucap Dewi
" Gimana ceritanya bisa keserempet motor " tanya Hesti
" Om !! " sapa Fadhil menjabat tangan Agas
Agas menerima uluran tangan Fadhil
" Om Agas !!! " panggil Hesti kaget
" Hesti ?!! " ucap Agas tak kalah kaget
" Mbak Hesti dan Om Agas saling kenal? " tanya Dewi
" iya, dulu sebelum penjajah datang, sayangnya kini aku tak ingin kenal lagi ! " ucap Hesti
" Hesti, yang sopan kalau bicara sama orang tua ! " ucap Bunda
__ADS_1
" Biarkan saja, hanya orang bodoh yang menyimpan dendam pada seseorang. Yang tak bersalah dan tak tahu apa apa malah ikut di musuhi dan di benci ! " ucap Agas
Hesti diam saja tak bersuara, yang di katakan Om Agas benar menyentil dirinya. Om Agas yang tak tahu apapun ikut di musuhi dan di benci hanya karena Hesti membenci ayahnya.
Om Agas adalah adik kandung ayah hesti, dia adalah om baik dan tajir namun Hesti menolak semua perlakuan baik omnya.
Fadhil tahu situasi pembicaraan makin tegang, Fadhil mencoba mengalihkan topik
" Om yang mengantar Dewi ke sini? " tebak Fadhil
" Iya Mas, saat anak yang menolong Dewi jatuh di aspal dan mengeluarkan banyak darah, om Agas menolong Dewi membawa anak itu ke sini " ucap Dewi
" Terima kasih om, sudah menolong dan membantu calon istriku " ucap Fadhil
" Calon isteri ? " tanya Agas bingung
" Iya, Dewi calon istriku...kita akan segera menikah " ucap Fadhil
" Oh ya, Selamat kalau begitu. Om baru tahu kabar gembira ini " ucap Agas
" Terima kasih om " ucap Fadhil
Seorang perawat datang menghampiri mereka
" Keluarga adik Vano ? " tanya suster
" iya saya sus " jawab Dewi
"Silahkan di seleesaikan administrasi lebih dulu, pasien akan segera di pindahkan ke ruang inap" ucap suster
" Baik sus " ucap Dewi
Dewi berdiri dari duduknya hendak ke meja administrasi namun di cegah oleh Fadhil.
__ADS_1
" Kamu terlihat pucat Wi, biar mas saja. Kamu periksakan saja kondisimu bersamaa bunda " ucap Fadhil
" Biar om saja yang ke administrasi kamu temani Dewi periksa saja ! " ucap Agas