OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Cincin


__ADS_3

" Om, Tante, Fadhil mau minta bantuan sama om dan tante " ucap Fadhil


Agas menghentikan acara mengunyah makan siangnya sejenak


" Bantuan apa Dhil ? " tanya Citra


" Tante dan Om ada acara gak weekend besok? " tanya Fadhil


Mereka saling berpandang kemudian menggelengkan kepala masing masing pelan


" Weekend besok Fadhil akan memberi kejutan untuk Dewi di kampungnya. Rencananya Fadhil akan melamar sekaligus menikahi Dewi di sana hari Sabtu lusa. Fadhil butuh bantuan om dan tante untuk rencana kejutan ini " ucap Fadhil


" Apa yang bisa kami lakukan untuk kejutan spesialmu ini? " ucap Citra


" Hanya mengantarkan pulang Dewi tepat waktu saat acara sudah siap" ucap Fadhil


" Nanti biar sopirku yang mengantar dia pulang " ucap Agas


" Dewi pasti menolaknya om, dan kalau hanya dengan sopir Fadhil malah kuatir akan ketahuan " ucap Fadhil


" Terus ? " ucap Agas


" Aku ingin bantuan om dan tante untuk pura pura mengajak Dewi sekaligus mengundang om dan tante untuk turut menjadi saksi pernikahan kami nantinya " ucap Fadhil


" Maksudnya? " ucap Citra


" Om dan tante sendiri yang harus mengantarkan Dewi " ucap Fadhil


" hmmm...tante sih okey aja sekalian jalan jalan luar kota lagi pula Dewi dan kamu juga sangat berjasa pada kami " ucap Citra


" Kamu gimana Mas ? Apa ada acara penting sabtu lusa? " tanya Citra


" Gak ada " jawab Agas


" Kamu bisa ikut nganter Dewi kan? " tanya Citra


Agas mengangguk sambil masih mengunyah makan siangnya.


" Terima kasih om, tante " ucap Fadhil


Kemudian Fadhil memberikan strategi dan alasan yang di siapkan supaya Dewi tidak curiga dengan ini semua. Agas dan Citra setuju membantu Fadhil untuk melakukan rencana ini.


.


.


Kamis sore, tampak Fadhil sedang mengecek semua keperluan dan kelengkapan acara kejutan buat Dewi lewat ponselnya. Menghubungi beberapa kontak secara bergantian di temani sang bunda.


" A' kalau bunda boleh sarankan sebaiknya Dewi pergi bersama kita saja besok " ucap bunda


" Kenapa bun ? Fadhil sudah minta bantuan sama om Agas dan tante Citra untuk itu " ucap Fadhil

__ADS_1


" Bunda kuatir saja dengan keselamatan Dewi " ucap Bunda


" Bunda gak perlu kuatir, om Agas tidak sendiri ada tante Citra dan juga Sisil bersama mereka. Om Agas juga akan membawa supir karena tidak mungkin menyetir sendiri luar kota " ucap Fadhil


" Oh, ya sudah kalau begitu " ucap Bunda


" Apa kamu sudah mengajak Dewi membeli cincin ? " ucap Bunda


" Astaghfirullah, Fadhil kelupaan bunda " ucap Fadhil


" Gimana belinya ya, biar Dewi gak curiga " ucap Fadhil


" Bilang aja, mau beliin buat calon isteri " ucap bunda


" Aa' sih maunya bikin kejutan jadi serba repot mau ini itu takut ketahuan kan " ucap Bunda


" Maunya yang terkesan bun, dan akan jadi kenangan " ucap Fadhil


" Terserah deh kalau maumu seperti itu " ucap bunda


" Sekarang pikirin sendiri cara beli cincinnya biar gak ketahuan " ucap bunda


" Bunda tenang saja ya, cukup restu dan do'a dari bunda buat Fadhil " ucap Fadhil


" Insyaallah Fadhil bisa dapat cincinnya " ucap Fadhil


.


.


" Wi, makan di luar yuk " ajak Hesti


" Sekalian Aku mau beli sesuatu, nanti bantuin milih " ucap Hesti


" Kemana mbak? " tanya Dewi


" Ke Mall " ucap Hesti


" Oh, ya udah mbak boleh. sekalian juga Dewi mau beli sesuatu juga hehehe. " ucap Dewi


" Ya udah, berangkat sekarang aja yuk " ajak Hesti


" Okey " ucap Dewi


" Kamu gak mau make up dulu atau ganti baju gitu? " ucap Hesti


" Kenapa mbak? memang penampilan Dewi gak enak di pandang ya ? " tanya Dewi


" Bukan gitu Wi, maaf kalau kamu tersinggung " ucap Hesti


" Gak papa mbak " ucap Dewi

__ADS_1


" Kebanyakan perempuan kan menjadikan penampilan hal yang perlu di perhatikan nomer satu apalagi saat keluar rumah. Bahkan untuk make up pergi ke pasar tradisional saja mereka butuh waktu paling cepat 1 jam padahal hanya akan membeli tomat saja " ucap Hesti


" Bagi Dewi selama pakaian kita sudah sopan sesuai dengan sikonnya dan tidak bau keringat itu sudah cukup mbak " ucap Dewi


" Kamu gak boleh cuek dengan penampilan loh Wi, kita itu masih gadis. Kalau gak memperhatikan penampilan nanti gak laku hahaha.... " ucap Hesti


" Malah ngerumpi di sini, jadi minta di anterin gak? " ucap Fadhil tiba tiba


" Ishhh....ngagetin saja ! " ucap Hesti


" Jadi lah " ucap Hesti


" Kalian lagi ngomongin apa barusan ? pasti ngomongin aku ya...." ucap Fadhil


" G R !!! " ucap Hesti menarik tangan Dewi


" Yuk Wi " ucap Hesti


Saat tiba di dalam sebuah Mall, seperti biasa Fadhil berjalan di Depan Dewi dan juga Hesti yang sedang bergandengan tangan langsung menuju stand perhiasan emas.


" Loh, ngapain Mas Fadhil ke sini ? " ucap Dewi saat Fadhil berhenti dan berbalik menghadap ke arah Dewi dan Hesti


" Tentu saja membeli cincin untuk calon isteriku " ucap Fadhil


" Lebay ! Lebay ! " ucap Hesti


" Yee, bilang aja iri " ucap Fadhil


" Katanya nganter mbak Hesti tadi, memang mbak Hesti mau beli apa ? " ucap Dewi


" Cincin " ucap Hesti


" Tuu kan pas ! sekalian beli buat kita " ucap Fadhil


" Cincin nikahan dan juga maharnya " ucap Fadhil


" Yuuk Wi, masuk nanti pilihin yang pas dan cocok buat aku ya " ucap Hesti


Hesti menarik tangan Dewi tanpa menunggu kelanjutan perdebatan antara ke tiganya


" Ya Robb, inilah surganya para perempuan ! Ati karep bondo cupet ! hahaha " batin Dewi saat melihat deretan perhiasan indah terpampang di etalase toko yang mereka masuki.


" Pilih sesukamu untuk ku jadikan Mas kawin untuk meminangmu " bisik seseorang membuyarkan lamunan Dewi


" Pinang aku dengan bismillah saja mas, tak berat di ongkos hahaha...." ucap Dewi


" Hahaha.....Rasain looo !!! " ucap Hesti


" Lamaran di tolak bosh, silahkan ulangi setelah nada biifff hahaha...." ucap Hesti


Hesti dan Dewi tertawa sementara Fadhil bersikap cuek dan dengan gayanya yang cool berjalan mendekati etalase dan duduk di sebuah kursi.

__ADS_1


__ADS_2