OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
jadi dia calon isterinya ?


__ADS_3

Saat mereka sudah berdiri dan siap berjalan untuk pergi meninggalkan meja tempat makan, seseorang yang berjalan tanpa melihat sekitar karena sibuk dengan ponselnya terkejut saat menabrak seseorang yang di kenalnya


" Dewi !!! "


" Kak Bimo ?! " guman Dewi lirih tak kalah terkejut


" Wi, kakak mau ngomong sama kamu " ucap Bimo secepat kilat meraih kedua tangan Dewi


Dewi tersadar lalu mengibaskan kedua tangan Bimo yang menggenggam tangannya erat


" Maaf !!! " ucap Dewi lirih


Dewi tak berani menatap atau mengahadap ke arah Bimo. Luka hatinya belum sembuh betul karenanya. Perasaannya memang sudah tak tersisa namun luka di hatinya masih perih terasa. Bimo berjongkok mengambil ponselnya, Dewi mundur selangkah karena ponsel Bimo jatuh di bawah kaki Dewi.


" Kalian kalau jalan lihat depan, jangan bercanda saja !! " ucap cewek berbusana kurang bahan yang sudah berdiri di samping Bimo


" Liat ponsel calon suamiku jatuh ! "


ucapnya lagi


" Jadi cewek ini calon isterinya kak Bimo ?!" guman Dewi


" Selly ?!! " Ucap Bimo


" Heehhhh mbak ! Jangan nuduh sembarangan ya !! " ucap Nia yang tak terima


" Maaf semua, Aku yang salah " ucap Bimo


" Bimo bentak aku dan minta maaf pada mereka ?? emang siapa sih cewek ini " guman Selly dalam hati


" Tunggu tunggu...!!!" guman Selly dalam hati mengingat seperti pernah melihat Dewi


" Kamu bukannya cewek di lampu merah dan di counter waktu itu ??!! " ucap Selly menunjuk Dewi


Dewi tak menyahut ataupun melihat ke arah Selly karena Dewi malas melihat sikapnya apalagi sekarang Dewi tahu kalau dia calon isteri Bimo bertambahlah muaknya melihat mukanya


" Wah Wah...hebat pakaian tertutupmu ini bisa di jadikan kedok ! padahal aslinya jadi sugar baby hahaha...." ucap Selly mengolok Dewi


" Jaga mulutmu !! " ucap Nia

__ADS_1


" Dewi cewek baik baik ! " ucap Yuni


" Wah, pasti antek anteknya ni... " ucap Selly


" Kamu punya bukti apa menuduh Dewi seperti itu hah ?! " ucap Nia geram


" Kamu gak tahu kan? Dia hanya penjaga counter tapi lihat tu ponselnya model terbaru yang harganya di atas 10 juta. Kalau bukan dari sugar daddynya dari siapa coba? Beli sendiri gak mungkinlah secara gaji penjaga counter berapa sihhh...?! " ucap Selly menunjuk ponsel yang sedang di pegang Dewi


" Apa benar yang di katakan Selly tentang Dewi ???!!!" guman Bimo


" Ohhh....Jadi ponsel ! bilang aja kamu gak mampu beli yang seperti punya Dewi hahaha...." ucap Nia


" Iri bilang bosh hahaha....! " celoteh Yuni


Jlebb !


Tak dapat di pungkiri, dalam hati Selly yang paling dalam sejak pertama bertemu dengan Dewi di lampu merah, Selly merasa iri pada Dewi karna kulit putih alami dan wajah Dewi yang segar tanpa polesan meski harus berpanas panasan di lampu merah dan saat Selly hendak membeli ponsel keluaran terbaru di counter yang di jaga Dewi ternyata tipe ponsel Dewi kualitasnya jauh di atas ponsel yang mampu di beli olehnya.


" Breng***!!! " umpat Selly


Dewi sejak tadi menunduk, sedangkan Bimo menatap Dewi intens penuh kekaguman. Bimo tak memperdulikan Selly yang beradu debat dengan teman teman Dewi.


" Kasihan deh mbak nya, udah pakai baju di buka buka tapi calon suaminya masih natap cewek lain, sejak tadi lagi hahaha...." ucap Yuni yang sejak tadi melihat Bimo menatap Dewi tak berkedip


Selly melirik ke arah Bimo dan ternyata benar, Bimo menatap Dewi tanpa berkedip dan mungkin Bimo tak sadar akan hal itu hingga Selly mencubit Perut Bimo


" Bimo !!! " teriak Selly geram


" Aduuuhhhh....sakit ! Apaan sih Sell? " ucap Bimo


" Hahaha....!!! " Ria, Nia, dan Yuni tertawa bersama


Dewi berjalan lebih dulu melewati Bimo yang berdiri di depannya kemudian menarik Nia yang masih asyik tertawa untuk cepat pergi dari sana


" Ayo pulang mbak ! " ucap Dewi


Dewi, Nia, Ria, juga Yuni meninggalkan Selly yang terlihat masih kesal dan marah pada Bimo. Mereka pulang dengan taxi, selama di perjalan pulang Dewi yang duduk di depan di samping sopir hanya diam seribu bahasa dan lebih banyak melamun dan sesekali mengucek matanya kemudian mengusapnya dengan tissu.


" Hustt...Dewi kenapa? " bisik Ria pada 2 temannya

__ADS_1


Nia dan Yuni mengangkat kedua bahunya pelan


" Apa karena kejadian tadi ? " bisik Yuni


" Bisa jadi ?!! " ucap Nia tak kalah berbisik


" Kita biarkan aja dulu, besok kita tanya kalau suasana hatinya sudah baik " ucap Ria masih berbisik


Yuni dan Nia mengangguk kompak, tak ada obrolan lagi hingga mereka sampai di rumah.


" Mbak, Dewi duluan ya " ucap Dewi saat semua sudah turun dari taxi


" Iya ! " ucap Nia dan diangguki oleh Ria dan Yuni


" Sepertinya ada yang dia sembunyikan " ucap Nia


Yuni dan Ria mengangguk setuju apa yang di katakan Nia tentang Dewi


Dewi berjalan terburu ke dalam ke arah kamarnya sambil menunduk menyembunyikan air matanya yang hampir tumpah, dia juga tak sengaja bersenggolan dengan karyawan lain yang juga sedang berjalan berlawanan arah dengannya dan satu kata yang Dewi ucapkan tanpa mendongakkan kepalanya


" Maaf " ucap Dewi lirih


Dewi yang biasanya bertegur sapa dengan ramah pada setiap orang yang di temuinya kini tak ingin lagi melakukannya. Dewi hanya ingin menumpahkan dan meluapkan air matanya segera di dalam kamar itu saja.


Fadhil yang berdiri di depan kamarnya melihat sikap Dewi yang tampak berbeda sebelum terlihat masuk dalam kamarnya sambil menunduk.


Fadhil mencoba tak berprasangka apapun saat ini


" Mungkin dia lelah dan ingin segera istirahat " guman Fadhil


Fadhil berjalan ke depan ke ruangan di mana biasanya para karyawannya bersantai saat weekend.


" Apa Dewi mengenal cowok tadi ya? " ucap Ria


" Kayaknya sih kenal, tadi sempat lihat si cowok pegang tangan Dewi dan bilang sesuatu " ucap Nia


" Apa ada hubungannya? " ucap Yuni


" ehmmmm....." seseorang yang berdiri di belakang mereka berdehem mendengar mereka bicara tentang Dewi

__ADS_1


__ADS_2