
Saat Hari mulai senja, Dewi yang sudah rapi selesai mandi duduk di teras depan. Sebagian karyawan di rumah produksi yang baru selesai bekerja mulai sibuk dengan aktivitas membersihkan diri. Ada juga yang bersiap untuk pulang ke rumah mereka.
Fadhil yang baru pulang dari kantor melihat Dewi duduk di teras tersenyum lebar
" Assalamu'alaikum " ucap Fadhil
" Wa'alaikumus salam " jawab Dewi
" Lagi ngapain ? " tanya Fadhil
" Lagi duduk aja Mas " ucap Dewi
" Pasti lagi menyambut calon suami pulang kerja? Iya kan? Ngaku aja !" goda Fadhil
" haahhh....PD banget ! Ingat baru calon mazze ?! Ngapain di sambut !! " ucap Dewi
" Minggu depan udah isteri adek, siapa tahu mau latihan dulu " ucap Fadhil
" hahaha...gak lah buat apa pakai latihan ! Naluri kalau sudah waktunya bisa sendiri mazze..." ucap Dewi
" Dari tadi panggilnya mazza mazze, manja banget ? " ucap Fadhil
" Lagi ngikutin yang lagi viral mazze " ucap Dewi
" Ngikutin boleh aja, tapi nunggu halal bisa kan ? " ucap Fadhil
" Emang kenapa harus nunggu halal Mas? Hanya panggilan doang " ucap Dewi
" Ya, kalau manggilnya sama yang gak halal nambah dosa adek ! " ucap Fadhil
" Dosa di mananya? Panggilannya sopan kan ? " ucap Dewi
" Iya tapi nadanya itu lohhh " ucap Fadhil
" Apa jangan jangan udah pengen cepet cepet jadi isterinya mas? " ucap Fadhil
" ish...ish...siapa bilang ? " ucap Dewi
" Tapi mau kan kalau segera di halalkan " ucap Fadhil
" Siapa takut ! " jawab Dewi
Mereka kemudian tertawa lepas, menertawakan kekonyolan mereka
" Mas udah sholat? " ucap Dewi
" Sudah tadi di kantor, ada apa? " tanya Fadhil
" Dewi mau nanya sesuatu, boleh ? " ucap Dewi
" Tentang? " ucap Fadhil
" Soal Om Agas, Mbak Citra dan Mbak Hesti " ucap Dewi
" Kenapa mereka? " tanya Fadhil yang sebenarnya tahu kemana arah pembicaraan Dewi
" Tadi Mbak Citra kesini nengokin Dewi bareng Sisil, mereka bertemu mbak Hesti dan terjadi keributan. Sepertinya mbak Hesti tidak suka sama mbak Citra " ucap Dewi
" Terus ? " tanya Fadhil
" Maaf sebelumnya, Apa hubungan Om Agas dan mbak Hesti ? Kenapa mbak Hesti membenci Mbak Citra dan om Agas ? " ucap Dewi
" Om Agas itu adik kandung dari Ayahnya Hesti " ucap Fadhil
" Jadi mbak Hesti itu ponakannya om Agas ? " tanya Dewi
__ADS_1
" iya " ucap Fadhil
" Tapi kenapa mbak Hesti tak mengenali Sisil? Begitu juga sebaliknya. Padahal mereka masih sepupu " ucap Dewi
" Ya karena sejak Sisil lahir, Hesti tak bersama Ayahnya dan juga keluarga besarnya lagi " ucap Fadhil
" Apa mas Fadhil dekat dengan om Agas? " tanya Dewi
" Kenapa ? " tanya Fadhil
" Hanya ingin tahu penyebab om Agas dan mbak Citra berpisah " ucap Dewi
" Kenapa ingin tahu ? " tanya Dewi
" Karena Dewi lihat masih ada cinta pada keduanya " ucap Dewi
" Apa tante Citra cerita sesuatu? " tanya Fadhil
" Mbak Citra hanya minta tolong untuk membantunya mendapatkan keluarganya kembali " ucap Dewi
" Bantulah...Aku akan mendukungmu ! " ucap Fadhil
" Bagaimana caraku menolongnya? " ucap Dewi
" Dekatkan mereka, aku pikir mereka hanya salah paham namun sudah terlanjur gengsi untuk meminta maaf lebih dulu " ucap Fadhil
" Dewi rasa juga begitu " ucap Dewi
" hmmm..." ucap Fadhil sambil mengangguk
" Terus mbak Hesti dan ayahnya gimana mas? " ucap Dewi
" Biarkan saja, dia sudah cukup dewasa untuk bisa bertindak " ucap Fadhil
" Hmmm....." ucap Dewi
" Tadi siang sudah " jawab Dewi
" Sore ini ? " tanya Fadhil
" Belum mas, masih kenyang " ucap Dewi
" Nanti makan bareng ya, aku mau mandi dulu....gerah " ucap Fadhil
" Iya mas " jawab Dewi
" Ya udah, mas ke dalam dulu ya " ucap Fadhil
Dewi mengangguk dan tersenyum
" Assalamu'alaikum " ucap Fadhil membalas senyum
" Wa'alaikumus salam " ucap Dewi lirih
" Apa aku pantas menikah dengan mas Fadhil? " guman Dewi dalam hati
" Aku yang banyak kekurangan dan Dia yang cukup sempurna " guman Dewi
" Ach...terima saja toh bukan aku yang memaksanya untuk melamar hahaha...." guman Dewi sambil tersenyum
" Dooorrr ! " ucap Hesti menepuk pundak Dewi
" Senyum senyum sendiri ! lagi bayangin malam pertama ya hahaha...." ucap Hesti
Hesti duduk di kursi di samping Dewi sambil makan kripik pisang di tangannya. Hesti terlihat segar sore ini
__ADS_1
" ih...sok tempe mbak Hesti " ucap Dewi
" Lagian mana ada malam pertama di bayangin enakan juga di jalanin hahaha...." ucap Dewi
" Wah, kayaknya sudah bener bener siap nih jadi manten " ucap Hesti
" Kalau jodoh sudah ada, siap gak siap ya harus siap " ucap Dewi
" Good job, harus siap stok sabar juga buat ngadepin es kutub hahaha.... " ucap Hesti
" Mbak Hesti bisa saja, Mas Fadhil gak gitu amat deh sama Dewi " ucap Dewi
" Yang kemarin di resto ? bikin kesel kan ? akhirnya kamu pergi ninggalin kita " ucap Hesti
" Mas Fadhil hanya kuatirin Dewi mbak, Dewi ngerti kok maksud baik mas Fadhil. malah Dewi bahagia di perhatiin kayak gitu " ucap Dewi
" Bukannya kamu marah sama Fadhil ? " tanya Hesti
Dewi menggeleng " Tidak mbak "
" Terus kenapa kamu pergi ke luar ? " ucap Hesti
Dewi teringat kejadian di resto dan membuatnya teringat perlakuan kasar Bimo padanya. Dewi kembali sedih mengingatnya.
" Kamu kenapa Wi ? " tanya Hesti yang melihat Dewi tiba tiba menjadi sedih
" Gak apa mbak " ucap Dewi
" hmmm.....Mbak Hesti mau nemenin aku jalan gak weekend depan ? " tanya Dewi
" Kemana ? " tanya Hesti
" Jalan jalan aja mbak, ke mall, ke taman atau nongkrong di cafe " ucap Dewi
" Bukannya weekend ini, Fadhil dan bunda akan ke rumah Dewi untuk mengkhitbahnya? kenapa Dewi bisa gak tahu ?!?" guman Hesti
" Apa kamu gak ada acara weekend depan? " tanya Hesti
" Gak ada mbak, tadinya mau nonton bola tapi barusan di chat pemainnya kalau di undur mainnya " ucap Dewi
" Oh..." ucap Hesti
" Kok Oh sih mbak ! Mbak mau nemenin Dewi kan? " tanya Dewi
" Iya deh, insyaallah kalau gak ada acara " ucap Hesti
" Nah gitu donk ! " ucap Dewi
" Mbak, Dewi boleh nanya sesuatu gak? " tanya Dewi
" Apa ? " tanya Hesti
" Maaf sebelumnya tapi aku hanya ingin tahu kebenarannya " ucap Dewi
" Tanya apaan sih wi ? " ucap Hesti
" Kenapa mbak Hesti benci sama mbak Citra? padahal bukti cctv sudah membuktikan kalau mbak Citra ataupun Ayah mbak Hesti tidak melakukannya " ucap Dewi
" Tahu apa kamu ! Oh, jangan jangan tante Citra menyuruhmu melakukan ini ? " ucap Hesti yang tiba tiba marah
" Mbak sabar mbak, bukan maksud Dewi ikut campur, Mbak Citra juga tak pernah menyuruhku tapi cobalah mbak lihat bukti rekamannya dulu " ucap Dewi menengkan
" rekaman ? rekaman lagu dangdut yang tante Citra kirim? buat apa? " ucap Hesti
" lagu dangdut ? " ucap Dewi kaget
__ADS_1
boleh di goyang donk....jempolnya !