OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Perak di kelingking kanan


__ADS_3

Hesti mengajak Dewi duduk di depan etalase tempat cincin


" Mbak, rekom dong couple cincin buat nikah " ucap Hesti pada pramuniaga


Pramuniaga mengambil satu cincin couple pada Hesti


" Bagus, gimana Wi menurutmu ? " ucap Hesti


" Bagus mbak " ucap Dewi


" Kamu suka ? " tanya Hesti


" Kalau Dewi g begitu suka terlalu rame, tapi bagus kok mbak " ucap Dewi


" Yang lain ada mbak? Yang simple tapi elegan " ucap Hesti pada pramuniaga


Hesti mengembalikan sepasang cincin pada pramuniaga. Pramuniaga mengambil sepasang cincin model lain dan menunjukkan pada Hesti.


" Yang ini sederhana tapi elegan ya wi " ucap Hesti


" Iya mbak, bagus juga " ucap Dewi


" Coba kamu pasang di jari manismu Wi " ucap Hesti


" Kok aku sih mbak? Yang mau beli kan mbak Hesti ! " ucap Dewi


" Ya, kan aku mau lihat pantas gak kalau di pakai dan di lihat dari jauh. Jadi kamu yang coba, aku yang lihat okey " ucap Hesti


Dewi mengangguk dan mencoba memasukkannya pada jari manis di tangan kirinya


" Pas mbak, lihat cantik kan ? " ucap Dewi menunjukkan punggung tangannya kearah Hesti


" Iya cocok buat kamu " ucap Hesti sambil tersenyum


" Hehehe...jodoh Dewi belum terlihat hilalnya hahaha....! " ucap Dewi


" hahaha..." Hesti ikut tertawa


" Yang untuk cowoknya gimana? Keren gak menurutmu ? " tanya Hesti pada Dewi dan menunjukkan cincin satunya.


Dewi melepas cincin yang di pakai di jari manisnya dan meletakkan kembali pada tempatnya.


" Bagus mbak, cuman setahu Dewi kalau cowok itu tidak di bolehkan memakai perhiasan emas " jawab Dewi


" Meski itu cincin nikah ? " ucap Hesti


Dewi mengangguk


" Setahu Dewi gitu mbak, jadi mending pilih lainnya " ucap Dewi


" Apa Wi ? " ucap Hesti


" Coba yang bermaterial perak mbak " ucap Dewi


" Memang boleh ? " tanya Hesti


" Dewi pernah membaca sebuah Hadist mbak, yang isinya Rasulullah SAW melihat salah seorang sahabat memakai cincin dari emas, maka beliau pun berpaling darinya. Lalu, sahabat tersebut membuang cincin tersebut, lalu memakai cincin dari besi. Maka, Nabi Saw bersabda ini lebih buruk ini adalah perhiasan penduduk neraka. Maka, sahabat tersebut membuaong cincin besi dan memakai cincin perak. Dan, Nabi mendiamkannya." ucap Dewi


" Hmmm....Mbak apa ada cincin couple yang dari perak ? " ucap Hesti


" Ada mbak " ucap Pramuniaga menerima sepasang cincin yang baru di coba Dewi

__ADS_1


Pramuniaga membawa 2 pasang cincin yang sangat indah dan cantik satu di simpan dalam etalase satu lagi di berikan pada Hesti


" Ya Allah, andai jodohku sudah ada saat ini pasti aku tak sungkan memintanya memasang cincin itu di tanganku " guman Dewi melihat ke arah sepasang cincin cantik di dalam etalase.


" Wi ! " ucap Hesti yang sedari tadi memperhatikan


" Kamu kenapa ? " tanya. Hesti


" Gak mbak, lagi lihat lihat saja " ucap Dewi


" Yang ini gimana? Bagus kan? Aku suka modelnya " ucap Hesti


Dewi melihat cincin yang di pegang Hesti dan mengangguk


" Bagus mbak ! " ucap Dewi


" Buat yang cowoknya gimana? " ucap Hesti


" Bagus juga mbak simple cocok untuk pria " ucap Dewi


" Ya udah aku beli yang ini aja " ucap Hesti


" Loh, yang cowok kok gak di coba mbak? " ucap Dewi


" Paling juga pas, ini kan ukuran cowok Wi " ucap Hesti


" Lebih baik di coba dulu mbak, selain material dari perak pria juga tidak boleh memakai cincin di sembarang jari loh mbak? " ucap Dewi


" Masak sih ? Aku kok baru dengar ya Wi ? " ucap Hesti


" iya mbak. Pria boleh memakai cincin dari perak di jari kelingkingnya baik kanan atau kiri tapi kanan lebih utama " ucap Dewi


" Gak ribet kok mbak, pria itu malah bagusan yang gak pakai cincin hahaha..." ucap Dewi


" Ya wis, aku gak jadi beli couple kalau gitu " ucap Hesti


" Loh kenapa mbak? " ucap Dewi


" Mau nyariin jodohku dulu baru cincinnya " ucap Hesti


" hahaha...." tawa Hesti kemudian


Dewi juga ikut tertawa melihat kekonyolan Hesti.


" Belum ketemu jodoh sudah siap siap cincinnya hahaha...." guman Dewi


" Mbak, Dewi ke toilet bentar ya " ucap Dewi


Hesti mengangguk dan kembali berpura pura fokus memilih kembali. Sementara Dewi pergi ke toilet sendirian.


" Jadi gimana? " tanya Fadhil mendekati Hesti


" Kayaknya Dewi suka yang ini " ucap Hesti


" Bagus ! " ucap Fadhil


" Coba kamu pasang di kelingking kanan jarimu " ucap Hesti


Fadhil mencobanya dan ternyata pas.


" Pas " ucap Fadhil

__ADS_1


" Yang cewek coba sama gak mbak ukuran diameternya sama yang model yang di coba tadi, yang ini ! " ucap Hesti pada Pramuniaga menunjuk cincin emas yang di coba Dewi pertama tadi


Pramuniaga mengecek kemauan costumernya


" Sama mbak " ucap pramuniaga itu


" Ya udah, bungkus yang ini mbak " ucap Fadhil


Pramuniaga membungkus pesanan cincin Fadhil, dan Fadhil membayarnya beserta satu set perhiasan emas pilihannya sendiri sebagai mahar nantinya.


Dewi kembali dari toilet dan menghampiri Hesti yang masih duduk memilih.


" Cincin yang tadi kok sudah tidak ada?! Kemana? Apa sudah ada yang membelinya ? " guman Dewi


" Tadi ada pembeli yang membeli cincin pilihan ke 4 Wi, kelihatan bagus malahan. Mbak nunggu kamu jadinya ke duluan mereka " ucap Hesti


" Yah, kenapa gak beli itu saja mbak? Kenapa nunggu Dewi ? Model ke 4 kan emang bagus tadi Dewi udah lihat sekilas " ucap Dewi


" Kan Jodoh mbak belum ada Wi " ucap Hesti


" Jadi kita cari makan saja yuk ! " ucap Hesti


" Loh mbak gak jadi beli ? " ucap Dewi


" Gak " ucap Hesti menggeleng


" Ya Allah malu banget, udah milih dari tadi nyobain macem macem, ngomong panjang lebar gak jadi beli ??!! Ampun gusti....." guman Dewi mengusap wajahnya


" Yuk Wi " ucap Hesti


Dewi berjalan menundukkan kepalanya katena malu bukan main. Sedangkan Hesti terlihat santai saja.


" Loh, mas Fadhil ke mana mbak? " tanya Dewi tak melihat Fadhil bersama mereka lagi


" Cie...cie...ada yang kangen nih " ucap Hesti


" Bukan gitu mbak, tadi kan di sini bareng kita kok tiba tiba gak ada " ucap Dewi


" Ada urusan bentar katanya, ntar nyamperin kita katanya " ucap Hesti


" Oh..." Dewi berooh ria


" Eh, itu bukannya calonnya Bimo ? " guman Dewi


" sama siapa tuh? kok mesra banget? " gumannya lagi


" Kasihan Bimo di hianati " gumannya


" Ahh ngapain kasihan sama Bimo ! " gumannya lagi


" Bimo bukan siapa siapa lagi


kita tak ada hubungan lagi ! " guman Dewi


Brughhh....


Dewi menabrak seseorang dan akan terjatuh namun seseorang itu menahan pinggang Dewi sehingga Dewi tak jadi terjatuh.


Siapa hayo ?


Semoga pinggangnya para readers setia gak ada yang encok ya....

__ADS_1


__ADS_2