
Hampir seminggu Dewi menjadi model brand gamis milik Fadhil yang di kelola sang bunda. Hari hari di lalui Dewi dengan semangat dan penuh keceriaan. Bersama teamnya Dewi seperti mempunyai keluarga baru.
" Saatnya santai beb " ucap Nia sang photografer
" Kita kemana ni nanti malam ? " tanya Ria
" Nyalon yuuk...." ucap Yuni
" Okey tu " ucap Sari
" Ide bagus, aku juga udah lama gak facial " ucap Nia
" Okey " jawab Sifa
" Kamu gimana Wi ? mau ikut ? " ucap Nia
" Maaf mbak, Dewi gak bisa ikutan gabung. Ada kerjaan...." ucap Dewi
" Okey, gak masalah " ucap Yuni
" Kebetulan lagi ngumpul, saatnya menghitung ! " ucap Hesti yang tiba tiba masuk ke ruangan sambil mengipasi wajahnya dengan beberapa amplop
" Jeng jeng jeng " ucap semuanya kompak
" Nah, ini yang di tunggu. Buat mojok nanti malam " ucap Nia
" Kabar minggu ini, omset penjualan meningkat drastis, dari 500 set yang kita produksi dan kita pasarkan setiap harinya semua ludes di pasaran " ucap Hesti
" Kabar baiknya, jika bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan omset kita 2 minggu ke depan, akan ada reword healing buat kita semua bersama keluarga atau Family gathering ! " ucap Hesti
" Yeeey...." ucap Sari bersorak
Semua bertepuk tangan dan mengucap syukur
Hesti membagikan amplop sesuai nama yang tertera di pojok amplop pada masing masing team, tak terkecuali Dewi
" Ini yang pertama buatmu, semoga betah bersama kita di sini dan makin semangat kerjanya karna kamu membawa keberuntungan untuk kita semua " ucap Hesti
" Alhamdulillah, terima kasih mbak " ucap Dewi menerima amplop paling tebal di antara yang lainnya
" Sama sama, dan satu lagi Wi. Kamu sudah menjadi brand ambasador kita jadi kamu harus selalu memakai brand kita di manapun tempatnya kecuali di saat tidur hahaha...." ucap Hesti
" Siap mbak, Dewi mengerti " ucap Dewi
" Kamu jangan kaget kalau di kejar orang, karena kamu sudah jadi artis sekarang pasti banyak yang ingin foto sama kamu nantinya " ucap Hesti
" Artis papan triplek hahaha....! gak bakalan ada yang kenal Dewi mbak. apalah Dewi hanya remahan rengginan sisa lebaran hahaha.... " ucap Dewi
" Jangan gitu, Amiinkan aja siapa tahu jadi artis beneran. Jadi naik titelk dari make up amatir jadi make up artis deh akunya hehehe..... " ucap Ria
" Tapi bisa aja lo Wi, secara brand kita udah top jadi kamu juga bakalan ikut ngetop " ucap Yuni
" Aamiinin aja ya hehehe...." ucap Dewi
" Kalau butuh kawalan, ajak Nia aja " ucap Hesti menunjuk Nia
" Siap, yang penting ada uang makan hahaha..... " ucap Nia
__ADS_1
" Perhitungan lo sama teman sendiri ! " ucap Yuni
Semua tertawa bahagia selain karena menerim gaji mereka juga bisa bercanda bersama tanpa canggung dan tanpa pembedaan mana senior mana junior.
" Okey, selamat berakhir pekan " ucap Hesti
.
Menjelang Sore, Dewi di jemput sebuah mobil mewah beserta penumpangnya
" Kak Deo " panggil Sisil menurunkan kaca mobilnya
" Assalamu'alaikum sayang " ucap Dewi
" Wa'alaikum salam kakak " jawab Sisil
Dewi masuk ke dalam mobil di kursi belakang di samping Sisil. Sementara di depan ada Sopir dan Baby sitter sang anak sultan.
" Kakak cantik sekali pakai baju ini. Anggun " ucap Sisil jujur
" Terima kasih, Sisil juga tak kalah cantik kok " ucap Dewi mencubit hidung mancung sisil
" Terima kasih kak " ucap Sisil
" Itu tadi rumahnya siapa kak? " tanya Sisil
" Itu tempat kerja kakak, sekaligus tempat tinggal kakak bersama teman teman kakak " ucap Dewi
" hmmm...." guman Sisil sambil mengangguk
" Sisil mau makan sea food dulu kak " ucap Sisil
" Okey, mari kita came on " ucap Dewi semangat
" Yeeey..." ucap Sisil tertawa sambil bertos ria dengan Dewi
Saat sampai di restoran sea food langganan keluarga, mereka berdua turun dari mobil bergandengan tangan dengan ceria. Sampai di dalam tampak restoran itu sedang penuh pembeli. Dewi mengajak Sisil berjalan melewati meja pengunjung lainnya untuk menempati meja yang kosong.
" itu seperti model brand rabbana "
" Iya, anggun ya aslinya "
" Iya, Cantikkan aslinya malahan "
" Kalau tidak salah namanya Dewi "
" yuuk, kita Foto bareng "
Ke tiga perempuan berhijab panjang itu kemudian berdiri menghampiri Dewi yang baru saja duduk
" Assalamu'alaikum mbak Dewi "
" Wa'alaikum salam " jawab Dewi melihat tiga perempuan di depannya
Dewi mencoba mengingat siapa mereka barangkali Dewi lupa namun Dewi yakin belum pernah berjumpa dengan mereka sama sekali
" Masya Allah suaranya juga lembut seperti orangnya "
__ADS_1
" Boleh kita Foto bareng mbak? "
Saat salah satu mereka meminta ijin berfoto, barulah Dewi menegerti kemudian melihat gamis yang mereka kenakan. Ya semua memakai gamis brand Rabbana, gamis yang di iklankannya.
" Silahkan mbak, dengan senang hati " ucap Dewi ramah smabil tersenyum tulus
Kemudian mereka berfoto berempat dengan berbagai gaya. Setelah puas mereka berterima kasih dan berpamitan.
Sisil yang sejak tadi hanya melihat kejadian itu merasa terabaikan dan menjadi kesal karena perhatian Dewi teralihkan sejenak pada ke tiga perempuan tadi. Bibirnya di majukan kedepan dan tak berbicara apapun pada Dewi
" Sisil kenapa? " tanya Dewi
Sisil tak menyahut dan semakin mengerucutkan bibirnya
" Sisil marah sama kak Dewi? " tanya Dewi
Sisil mengangguk mantap, Dewi tersenyum melihatnya.
" Gak boleh marah sayang, orang yang suka marah itu temannya setan " ucap Dewi
" Kak Dewi gak mau lo temenan sama temannya setan " ucap Dewi kemudian
Perkataan Dewi sukses membuat Sisil bersuara
" Maaf kak, Sisil hanya kesal sama mereka " ucap Sisil
" Mereka tadi siapa sih kak? " tanya sisil
" Kak Dewi juga gak kenal " ucap Dewi
" Kok kak Dewi mau sih di ajak foto bersama? " tanya Sisil
" Menyenangkan orang lain itu berpahala, jadi jika mereka senang karena foto bersama kakak, berarti kakak dapat pahala kan " ucap Dewi
" Gitu ya kak? " ucap Sisil
Dewi mengangguk
" Yuk, makan dulu keburu dingin " ucap Dewi
Sisil mengangguk kemudian memulai makan sea food pesanan mereka.
" Alhamdulillah atas nikmatmu ya Robb " ucap Dewi usai memakan habis hidangan di piringnya
" Kak, habis ini kita main di game zone ya " ucap Sisil masih mengunyah makanan di mulutnya
" Siap tuan putri..." ucap Dewi sambil mengangkat tangan kanannya di kepala seperti sikap hormat sambik tersenyum lebar
" Hahaha....Kak Dewi lucu, ada cabe di gigi kakak " ucap Sisil
" Masak sih? " ucap Dewi malu
" Sisil di sini lanjutin makannya sama mbak dulu ya, kak Dewi ke toilet sebentar " ucap Dewi terburu berdiri dan meninggalkan Sisil bersama baby sitter
Dewi ke toilet untuk membersihkan giginya. Di rasa cukup dan sudah bersih Dewi segera kembali menghampiri Sisil jaraknya lumayan jauh melewati beberapa meja lainnya. Saat berjalan melewati sebuah meja, ada pengunjung yang kaget akan keberadaannya, seorang laki laki yang sedang menikmati makanan bersama teman temannya memanggilnya
" Dewi ! "
__ADS_1