
Saat istirahat siang, usai makan dan sholat, Fadhil membuka ponselnya, pandangannya tertuju pada story Dewi. Fadhil tersenyum bahagia melihatnya.
" Semoga senyum itu yang selalu menghiasi wajahmu " guman Fadhil
Sepersekian detik kemudian Fadhil beristighfar lirih. Ya Fadhil merasa berdosa mengagumi sosok Dewi dengan tak berhenti menatap layar ponsel berrgambar foto Dewi yang ada di story.
" Ya Allah, jika dia bukan jodohku maka pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku " do'a Fadhil dalam hati sambil memejamkan matanya
" Aku harus bicara serius sama bunda " guman Fadhil dalam hati membuka matanya kembali
" Hai Dhil, weekend jadi ikutan gak? " ucap Feri
" Belum bisa pastiin " jawab Fadhil
" Ya udah nanti kabari di group chat kalau okey " ucap Feri
" Insyaallah " jawab Fadhil
" Aku duluan ! " ucap Feri menepuk pundak Fadhil yang masih duduk di depan pintu musolla kantornya
Fadhil mengangguk dan memakai sepatu untuk kembali ke ruangannya karena waktu isoma sudah hampir usai.
.
Sementara Dewi kembali ke ruang pemotretan dengan wajah fresh. Saat mau sholat dhuhur Dewi memutuskan untuk mandi lebih dulu karena badannya yang terasa lengket. Hingga akhirnya kini wajah fresh kembali di miliki olehnya
" Model kita sudah fresh lagi ni, yuuk gasken beb " ucap Ria bersemangat
" Kabar baik untuk kita hari ini, baru setengah jam di promokan sudah laku 90 buah ! hampir habis gess! yeeey....." ucap Yuni sambil bertepuk tangan
Ya pencapaian yang luar biasa untuk rumah produksi ini. Dari seratus produk yang di produksi secara terbatas sudah terjual 90 di setengah jam pertama. Semua ikut bertepuk tangan dan bersyukur dengan pencapaian ini
"Alhamdulillah..." ucap semua
" Semua tak lepas dari Dewi yang kooperatif dan propesional " ucap Nia
" Ya, karna Dewi yang face cute dan foto genik banget " ucap Sifa
" Juga karena kerja keras kalian semua pastinya. Yang sabar mengarahkan dan membimbing Dewi, terima kasih semua " ucap Dewi
" Sebuah awal yang baik " ucap Sari
" Dewi membawa aura tersendiri untuk brand kita, Smoga bisa sukses " ucap Ria
"Aamiin...." ucap semua
__ADS_1
" Semangat ! " ucap Yuni
" Semangat ! " jawab semuanya kompak dan saling berpelukan
" Di sini ada kenyamanan yang ku rasakan. Begitu akrabnya kebersamaan ini seperti menemukan keluarga baru " guman Dewi dalam hati
Mereka akan memulai kembali sesi pemotretan, semua bersiap di posisi masing masing.
Dewi menurut saja saat Ria kembali memoles wajahnya di ruang make up.
" Face kamu enak wi di lihatnya, teduh ! " ucap Ria
" Biasa aja mbak, Dewi selama ini gak pernah make up, malu lihat cermin hahaha...." ucap Dewi jujur
" Kamu tu gak usah make up sudah cantik natural wi " ucap Ria di sela sela make overnya
" Makanya saat aku poles dikit aja sudah cantik. Dari sononya cantik sih..." ucap Ria
" Cantik tapi jomblo...hahaha...." ucap Dewi
" Masak sih masih jomblo? " ucap Ria
" Cocok tu sama kak Fadhil, Ganteng tapi jomblo juga uppsss...." ucap Hesti menutup mulutnya dengan tangan
Hesti yang tiba tiba masuk ke ruang make up merespon cepat obrolan mereka
" Ya, katanya orang berjodoh itu mirip " ucap Hesti
" Mirip? " tanya Dewi
" Ya, tatapan mata kalian sama tajamnya " ucap Sari
" Masak sih? " ucap Dewi
" Bedanya cuman kak Fadhil sikapnya dingin, kalau Dewi ramah iya kan? " ucap Hesti
" Betul mbak ! " ucap Ria dan Sari kompak
" hahaha....." tawa mereka
" Sampai lupa mau bilang, Sar nanti habis model ke dua selesai semua warnanya. Ganti model yang kemarin masih banyak stoknya ya, ini listnya " ucap Hesti menunjukkan sebuah catatan
" Okey mbak, nanti Sari siapkan wardrobenya "
Semua berjalan sesuai harapan. Semua beres sebelum jam kerja usai. Dewi pamit ke kamar lebih dulu. Dia lupa membawa ponselnya yang sedang di charger usai mandi siang tadi. Dewi mengambil ponselnya dan tampak banyak panggilan di sana dari sebuah nomer di buku kontaknya.
__ADS_1
" Ada apa? Sampai puluhan panggilan ...." guman Dewi
" Apa perlu aku telepon balik ya, melihat riwayatnya baru 5 menit yang lalu " gumannya lagi
" Tapi, kenapa perasaanku gak enak " ucap Dewi
" Kenapa wi ? " tanya Fadhil yang melewati kamarnya saat pulang kantor
" Hmmm....ini mas " ucap Dewi menunjukkan riwayat panggilan di ponselnya
" Terus? " ucap Fadhil
" Dewi ragu mas mau telepon balik " ucap Dewi
" Ya udah gak usah telepon balik, nanti kalau penting pasti bakal telepon lagi kan " ucap Fadhil
Belum sempat Dewi mengangguk menyetujui pernyataan Fadhil, ponselnya berbunyi
" Assalamu'alaikum om..." ucap Dewi
" Sisil kenapa om?" ucap Dewi
" Insyaallah nanti Dewi usahain ke rumah sakit nengokin sisil om " ucap Dewi
" Ya " ucap Dewi
" Mas, habis ashar Dewi ijin mau ke Rumah sakit ya " ucap Dewi
" Sisil demam tinggi Mas, kata om Agas, Sisil manggil Dewi terus mungkin kangen sama Dewi " ucap Dewi
Fadhil mengangguk
" Ya udah, nanti habis sholat ashar mas temani " ucap Fadhil
" Dewi bukan minta di temani mas, Dewi cuma ijin " ucap Dewi
" Di temani atau tidak pergi ? " ucap Fadhil tegas
" Kenapa begitu ? " ucap Dewi
" Karna kamu tanggung jawabku " ucap Fadhil
" Sejak kapan? " tanya Dewi
???????
__ADS_1
Sejak hatiku tak bisa tanpamu....
cie...cie....