OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Malam Pertama menjadi suami isteri


__ADS_3

Waktu pernikahan yang serba mendadak membuat orang tua Dewi tak sempat merubah atau mengganti Furnitur yang ada di dalam kamar pengantin ini, masih kamar khas cewek ABG 17 tahun. Kasur single dengan meja rias dan lemari baju sederhana yang tertata bersih karena ibu selalu membersihkannya. Saat Dewi tak ada sekalipun, ibu tetap membersihkannya tiap hari. Dewi duduk di tepian ranjang single miliknya.


Fadhil masuk dalam kamar milik Dewi dan melihat Dewi sedang fokus ke suatu benda. Mungkin hal itu membuat salamnya di depan pintu tak terdengar dan tak di jawab oleh Dewi pikir Fadhil


" ehemmm...." dehem Fadhil


" eh mas Fadhil " ucap Dewi menengok ke arah Fadhil yang baru saja masuk usai mengobrol dengan Woro dan juga para tetangga yang masih belum pulang usai tasyakuran.


" Assalamu'alaikum sayang " ucap Fadhil


Cresss.....


Adem nyesss Mazee....


" Wa'alaikum salam " jawab Dewi


Dewi membereskan buku nikah yang baru di bukanya


" Lagi apa ? " tanya Fadhil


" ini mas lagi ngecek " ucap Dewi menunjukkan buku nikah mereka


" ? " Fadhil mengerutkan dahinya


" Ya kali aja ada yang salah mas, nama misalnya ? bisa jadi kan ? " ucap Dewi


Fadhil berjalan mendekat ke arah Dewi dan duduk di samping Dewi


" hmmm....apa ada kesalahan setelah kamu cek ? " tanya Fadhil


Dewi menggeleng pelan dan tersenyum.


" Dewi hanya belum percaya saja, bagaimana cara mas Fadhil menyiapkan ini semua ? " ucap Dewi


" Kamu tahu, Allah akan memberi jalan pada hambanya yang mau berusaha dan berdo'a " ucap Fadhil


" Jodoh adalah kuasa Allah, dan Allah permudah jalanku untuk menghalalkanmu karena Allah memang takdirkan dirimu untukku " ucap Fadhil


Dewi memandang wajah Fadhil yang begitu nyaman dan teduh di pandang. Kata kata bijaknya juga membuat hati meleleh.


Wajah mereka begitu dekat begitu lekat hingga netra mereka tak berhenti memandang, mengagumi satu sama lain, hati mereka berdetak teramat kencang dan mulut Dewi berucap menyebut asma tuhan


" Subhanallah begitu indah ciptaanmu Tuhan " ucap Dewi lirih

__ADS_1


Fadhil menowel hidung Dewi dan membuyarkan lamunanya


" Pandanglah sepuasmu karna kini pandangan itu akan berbuah pahala " ucap Fadhil


Wajah Dewi merona merah, dia tertunduk menyembunyikannya. Fadhil mencium lembut kening Dewi kemudian membawa kepala Dewi dalam pelukannya. Fadhil mencium ubun ubun istrinya.


" Kamu adalah takdirku, kamu adalah jalan ibadahku dan kamu adalah jawaban atas do'a do'aku. Temani aku menuju jannahnya " ucap Fadhil


Dewi merasakan desiran hebat di ulu hatinya. Dekapan pelukan dan aroma tubuh suaminya membuat Dewi merasa nyaman, merasa tenang, merasa bahagia dan merasa aman hingga Dewi semakin membenamkan wajahnya dalam dekapan sang suami.


" Tidurlah, agar tak kesiangan besok bangun subuhnya " ucap Fadhil membuyarkan kemesraan itu


" Hmmm...." ucap Dewi menjauhkan wajahnya


" Mas akan menemui Woro dulu, Adik tidurlah dulu " ucap Fadhil


Dewi mengangguk dan Fadhil segera keluar dari kamar. Dia tak ingin berlama lama di sana karena takut akan hasratnya tak tertahan. Meski kini mereka sudah sah menjadi suami isteri, Fadhil tak mau terburu buru untuk malam pertamanya. Selain Fadhil ingin moment yang tak terlupakan oleh keduanya, Fadhil ingin menjaga kesehatan Dewi agar tak kecapekan untuk acara resepsi yang akan di gelar besok pagi.


Fadhil memilih pergi ke kamar Woro dan mengistirahatkan tubuhnya di sana. Tak berapa lama Fadhil tertidur karena efek kelelahan. Sementara Dewi di dalam kamar tak bisa memejamkan matanya sama sekali. Dia malah teringat sang suami yang meninggalkannya di malam pertama.


" Kenapa mas Fadhil belum juga kembali ? " tanya Dewi pada hatinya


Sudah satu jam yang lalu Fadhil berpamitan padanya, namun tak ada tanda tanda kembali. Karena tak bisa tidur, Dewi memutuskan untuk keluar kamar dan mencari Fadhil. Dewi ke teras depan namun Fadhil tak nampak di sana, hanya beberapa orang karyawan dari pihak EO yang masih terjaga. Dewi ingin kembali ke kamar namun di depan kamar Woro, Dewi bertemu Woro yang baru keluar kamar.


" Kamu dari mana? " tanya Woro


" Ngapain ? " ucap Woro


" Kenapa belum tidur ? " tanya Woro lagi


" Nyari Angin mas, Dewi belum bisa merem ! " ucap Dewi


" Nyari angin atau nyari suami yang hilang ? " ucap Woro


hahhhh....


" Hmmm.... itu mas ! " jawab Dewi bingung


" Kamu tidur di kamar mas saja " ucap Woro


" Kenapa mas ?! " tanya Dewi tak paham


" Sudah masuk saja nanti kamu juga paham " ucap Woro

__ADS_1


" Terus ? Mas Woro gimana? " tanya Dewi


" Sudah gak usah mikirin mas " ucap Woro


" Kenapa mesti tidur di kamar mas, Dewi punya kamar sendiri " ucap Dewi


" Dipanmu terlalu sempit untuk berdua, setidaknya dipan mas cukup " ucap Woro


" ??? " Dewi masih belum paham


" Masuk aja kenapa sih " ucap Woro mendorong Dewi ke dalam kamarnya.


Woro menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari luar agar Dewi tak bisa membukanya


" Mas ! apaan sih " ucap Dewi


" Mas buka pintunya ! " ucap Dewi masih memcoba menarik handle pintu


Dewi menyerah dan memilih berhenti mencoba membuka pintu lagi


Dewi memindai kamar Woro dan menemukan seseorang sedang tidur cantik di atas ranjang.


" Mas Fadhil ? " ucap Dewi lirih


Dewi mendekati ranjang di mana Fadhil tidur dan memindai wajah Fadhil lekat.


" Aku masih tidak percaya bahwa kini aku telah menjadi isterinya " guman Dewi


Setelah puas memandang wajah Fadhil Dewi merasa ngantuk, tanpa berpikir panjang Dewi merebahkan tubuhnya di samping Fadhil. Hitungan menit, Dewi sudah terlelap.


Waktu masih pukul tiga pagi, Fadhil yang terbiasa bangun di jam itu, kini merasa amat kedinginan dan memilih memejamkan matanya lagi. Dia memeluk sesuatu yang membuatnya terasa hangat dan nyaman. Hingga terdengar Adzan subuh Fadhil baru membuka mata dan mengucek matanya yang masih mengantuk. Dalam posisi masih memeluk dan berbaring, Fadhil melihat sosok yang di nikahinya semalam.


" Dewi ! " ucap Fadhil sedikit keras hingga membangunkan Dewi


" Mas Fadhil ! " Ucap Dewi yang juga kaget


Keduanya ingin segera bangkit dari dipan karena merasa malu. Keduanya bangkit terburu buru hingga tiba tiba terdengar suara yang membuat mereka terkejut


Braaakkkkkk


Suara apakah itu ?


Yang bisa nebak, hebat !

__ADS_1


Suara yang bikin malu tersipu sipu


tapi tak menimbulkan banyak tanya


__ADS_2