OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
berdua


__ADS_3

Usai berbicara dengan Hesti, Dewi masuk ke dalam kamar. Dewi membaringkan badannya dan mengirim pesan chat pada Fadhil


" Mas, bisakah kita makan malam di luar saja? " tulis Dewi


" Apa kondisimu sudah lebih baik ? " tanya Fadhil


" Alhamdulillah, Dewi sudah sehat " tulis Dewi


" hmmm...baiklah, aku akan mengajak Agus untuk menemani kita " jawab Fadhil


" Dewi ingin bicara sama mas Fadhil, apa tidak bisa berdua saja? " tulis Dewi


" Hmmm...Bisa, asal sudah halal " jawab Fadhil


" Kalau chat kenapa boleh ? " balas Dewi


" Kata siapa ? " tulis Fadhil


" Lhah ini dari tadi kita berbalas chat berdua aja kan ? " tanya Dewi


" Kata siapa berdua ? " tanya Fadhil


" Ada bunda kok " tulis Fadhil


" ??? " tulis Dewi


" Mas mau maghrib dulu, kamu siap siap saja nanti kalau Agus datang kita berangkat " tulis Fadhil


" Siap bosh ! " tulis Dewi


Fadhil menggeleng sambil tersenyum membaca balasan Dewi


" Lucu dan menggemaskan ! " guman Fadhil


" Bunda setuju aja deh kalau begini adanya. Bunda lihat Aa' sudah tak bisa bertahan lebih lama deh kayaknya " ucap Bunda


Fadhil tersenyum

__ADS_1


" Terima kasih bunda " ucap Fadhil memeluk bunda


Agus tiba di rumah produksi sudah hampir masuk waktu isya'.


" Sekalian habis isya' aja mas keluarnya " ucap Dewi


" Hmmm...Apa kamu gak lapar? " tanya Fadhil


" Belum begitu lapar Mas " ucap Dewi


" Bener Dhil, sekalian aja habis isya' biar santai " ucap Agus


" Kita berangkat sekarang aja, singgah di masjid Akbar, nanti isya' di sana sekalian jalan " ucap Fadhil


Mereka semua setuju dengan ide Fadhil. Merekapun berangkat dengan mobil Fadhil


" Gus, tolong kamu yang nyetir ya " ucap Fadhil


" Okey ! " jawab Agus


Mereka memasuki mobil dengan Agus di belakang kemudi dan Fadhil di sampingnya sementara Dewi duduk di jok belakang sendirian.


" Tidak, hanya sedikit lelah " jawab Fadhil


" Kalau gitu, gak jadi pergi aja mas. Kasihan mas Fadhil capek " ucap Dewi


" Gak papa, kan ada Agus yang nyetir " ucap Fadhil


" Yes ! g usah kuatir Wi, Fadhil tu kalau lelah memang males nyetir aja lainnya tetap semangat, apalagi jalan sama calisnya hahaha...." ucap Agus


" Apa tu calisnya? " tanya Dewi


" Calon istrinya ! " ucap Agus


" hahaha...." tawa Dewi


" Kamu beneran siap nikah muda Wi ? " ucap Agus iseng

__ADS_1


" Ya harus siap donk ! kan jodohnya sudah datang hahaha..." jawab Dewi


" Gak nyesel ? secara kamu baru umur 18 tahun lo Wi ! perjalanan masih panjang, apa kamu gak pengen nikmatin masa mudamu dulu misalnya " ucap Agus


" Nyesel tu di belakang kak, kalau di depan namanya pendaftaran ! " ucap Dewi


" Soal nikmatin masa muda kan bisa di nikmatin berdua, bersama ya kan mas ? " ucap Dewi meminta pendapat Fadhil


" Iya, berdua lebih nikmat ! " ucap Fadhil


" Nikmat mana lagi yang engkau dustakan ? " ucap Agus


" Saat gadis seumuran Dewi memilih pergaulan bebas. Dia malah ingin menikah muda ! " ucap Agus


" Hidup kan pilihan kak, harus memilih donk. Jangan sampai waktunya habis karena memilih iya kan ? " uvap Dewi


" Kalau seperti kakak gimana? pilihannya gak ada ? mesti ngapain donk " ucap Agus


" Ya tetap harus milih juga kak. Mau terus sendiri atau mau menunggu yang sempurna sampai mati " ucap Dewi


" Sama saja donk, pilihannya jomblo ! " ucap Agus


" Hahahaha....." tawa Dewi


Fadhil tersenyum melihat Dewi tertawa lepas.


" Heran gue sama Fadhil lihat Dewi ketawa aja senyumnya sudah full color " guman Agus


" STOP ! " ucap Dewi


ciiitttttt


Agus menginjak rem mobil mendadak.


" Kenapa ? " tanya Agus


" Kamu gak kenapa kenapa kan? " tanya Fadhil

__ADS_1


" Aku....aku...." Dewi menjeda omongannya


__ADS_2