
Usai berbicara dengan Hesti, Dewi masuk ke dalam kamar. Dewi membaringkan badannya dan mengirim pesan chat pada Fadhil
" Mas, bisakah kita makan malam di luar saja? " tulis Dewi
" Apa kondisimu sudah lebih baik ? " tanya Fadhil
" Alhamdulillah, Dewi sudah sehat " tulis Dewi
" hmmm...baiklah, aku akan mengajak Agus untuk menemani kita " jawab Fadhil
" Dewi ingin bicara sama mas Fadhil, apa tidak bisa berdua saja? " tulis Dewi
" Hmmm...Bisa, asal sudah halal " jawab Fadhil
" Kalau chat kenapa boleh ? " balas Dewi
" Kata siapa ? " tulis Fadhil
" Lhah ini dari tadi kita berbalas chat berdua aja kan ? " tanya Dewi
" Kata siapa berdua ? " tanya Fadhil
" Ada bunda kok " tulis Fadhil
" ??? " tulis Dewi
" Mas mau maghrib dulu, kamu siap siap saja nanti kalau Agus datang kita berangkat " tulis Fadhil
" Siap bosh ! " tulis Dewi
Fadhil menggeleng sambil tersenyum membaca balasan Dewi
" Lucu dan menggemaskan ! " guman Fadhil
" Bunda setuju aja deh kalau begini adanya. Bunda lihat Aa' sudah tak bisa bertahan lebih lama deh kayaknya " ucap Bunda
Fadhil tersenyum
__ADS_1
" Terima kasih bunda " ucap Fadhil memeluk bunda
Agus tiba di rumah produksi sudah hampir masuk waktu isya'.
" Sekalian habis isya' aja mas keluarnya " ucap Dewi
" Hmmm...Apa kamu gak lapar? " tanya Fadhil
" Belum begitu lapar Mas " ucap Dewi
" Bener Dhil, sekalian aja habis isya' biar santai " ucap Agus
" Kita berangkat sekarang aja, singgah di masjid Akbar, nanti isya' di sana sekalian jalan " ucap Fadhil
Mereka semua setuju dengan ide Fadhil. Merekapun berangkat dengan mobil Fadhil
" Gus, tolong kamu yang nyetir ya " ucap Fadhil
" Okey ! " jawab Agus
Mereka memasuki mobil dengan Agus di belakang kemudi dan Fadhil di sampingnya sementara Dewi duduk di jok belakang sendirian.
" Tidak, hanya sedikit lelah " jawab Fadhil
" Kalau gitu, gak jadi pergi aja mas. Kasihan mas Fadhil capek " ucap Dewi
" Gak papa, kan ada Agus yang nyetir " ucap Fadhil
" Yes ! g usah kuatir Wi, Fadhil tu kalau lelah memang males nyetir aja lainnya tetap semangat, apalagi jalan sama calisnya hahaha...." ucap Agus
" Apa tu calisnya? " tanya Dewi
" Calon istrinya ! " ucap Agus
" hahaha...." tawa Dewi
" Kamu beneran siap nikah muda Wi ? " ucap Agus iseng
__ADS_1
" Ya harus siap donk ! kan jodohnya sudah datang hahaha..." jawab Dewi
" Gak nyesel ? secara kamu baru umur 18 tahun lo Wi ! perjalanan masih panjang, apa kamu gak pengen nikmatin masa mudamu dulu misalnya " ucap Agus
" Nyesel tu di belakang kak, kalau di depan namanya pendaftaran ! " ucap Dewi
" Soal nikmatin masa muda kan bisa di nikmatin berdua, bersama ya kan mas ? " ucap Dewi meminta pendapat Fadhil
" Iya, berdua lebih nikmat ! " ucap Fadhil
" Nikmat mana lagi yang engkau dustakan ? " ucap Agus
" Saat gadis seumuran Dewi memilih pergaulan bebas. Dia malah ingin menikah muda ! " ucap Agus
" Hidup kan pilihan kak, harus memilih donk. Jangan sampai waktunya habis karena memilih iya kan ? " uvap Dewi
" Kalau seperti kakak gimana? pilihannya gak ada ? mesti ngapain donk " ucap Agus
" Ya tetap harus milih juga kak. Mau terus sendiri atau mau menunggu yang sempurna sampai mati " ucap Dewi
" Sama saja donk, pilihannya jomblo ! " ucap Agus
" Hahahaha....." tawa Dewi
Fadhil tersenyum melihat Dewi tertawa lepas.
" Heran gue sama Fadhil lihat Dewi ketawa aja senyumnya sudah full color " guman Agus
" STOP ! " ucap Dewi
ciiitttttt
Agus menginjak rem mobil mendadak.
" Kenapa ? " tanya Agus
" Kamu gak kenapa kenapa kan? " tanya Fadhil
__ADS_1
" Aku....aku...." Dewi menjeda omongannya