
"Assalamu'alaikum " ucap Fadhil di depan pintu kamar sang nenek yang sudah terbuka
" Wa'alaikum salam " ucap Nenek lirih
Fadhil masuk dan menjabat tangan dan mencium kedua pipi sang nenek yang duduk bersandar di kepala ranjang. Fadhil menggenggam tangan nenek
" Nenek apa kabar? " tanya Fadhil
" Alhamdulillah " jawab nenek
" Aa' bawa apa ? " ucap nenek
Nenek selalu bertanya membawa apa pada cucunya saat mereka datang menjenguknya
" Fadhil bawa calon isteri Fadhil nek " bisik Fadhil
Nenek tersenyum pada sang cucu
" Alhamdulillah ini yang nenek inginkan, bukan bawa roti atau buah yang sering Aa' bawa kemarin " ucap nenek
" Ajak ke sini, kenalin sama nenek " ucap nenek lirih
Fadhil mengangguk dan berjalan ke arah pintu untuk memanggil Dewi yang sejak tadi berdiri di depan pintu
" Ayo masuk " ucap Fadhil
__ADS_1
Dewi mengucap salam lirih lalu mengikuti Fadhil ke arah ranjang tempat di mana nenek berada. Dewi meraih tangan nenek dan mengecupnya takdzim.
" Assalamu'alaikum nek, saya Dewi " ucap Dewi
" Wa'alaikum salam " jawab nenek lirih
" Duduklah " ucap nenek menepuk kasur di sisinya
Dewi menurut dan tersenyum pada nenek dengan tangan masih di genggam nenek. Dewi terkagum melihat nenek masih terpancar jelas sisa sisa kecantikan nenek di saat muda dulu, kulit putih, mata bulat tajam, bulu mata yang lentik, bibir tipis merah jambu dan hidung mancungnya.
Kulitnya yang tampak sudah penuh keriput dan rambutnya yang tak lagi berwarna gelap tak menurunkan pesona kecantikannya. Nenekpun begitu kagum melihat Dewi, seperti melihat dirinya sendiri di waktu masih belia.
" Kamu cantik " ucap nenek
" Terima kadih nek, kecantikan Dewi hanya titipan dari sang pencipta nek " ucap Dewi
Nenek melihat wajah Dewi lekat kemudian melihat sang cucu yang berdiri di samping Dewi
" Kapan kalian akan nikah? " ucap nenek
" Secepatnya nek " jawab Fadhil
" Nikah itu banyak ujiannya, kecantikan isteri juga bisa jadi salah satu ujiannya. Apa Aa' siap? " ucap nenek
" Insyaallah Fadhil siap nek " jawab Fadhil
__ADS_1
" Nanti kalau banyak yang naksir isterimu gimana? " ucap nenek
" Ya itu urusan mereka, yang penting isteriku tak menanggapi mereka " ucap Fadhil mengedipkan sebelah matanya pada Dewi
" Hustt !! Belum halal gak boleh genit A' " ucap nenek
" Hehehe...." tawa Fadhil malu
" Cemburu boleh saja karena itu tandanya cinta tapi jangan cemburu membabi buta yang pada akhirnya membawa luka " ucap nenek
" Kepercayaan pada pasangan itu penting selain kejujuran dan kesetiaan yang akan menguatkan satu hubungan " ucap nenek
" Iya nek, kami paham dan kami akan selalu belajar untuk bertanggung jawab atas apa pilihan kami ini " ucap Fadhil
" Menikah di usia muda tidaklah mudah, kamu harus banyak belajar bersabar dan menekan egomu nduk " ucap nenek pada Dewi
" Insyaallah nek, Dewi akan terus belajar jadi isteri yang sholihah di bawah didikan imam Dewi tentunya " ucap Dewi
" Apa kamu sanggup melewati ujian yang mungkin akan terjadi di pernikahan kalian nantinya ? " ucap nenek
" Bukankah Allah tak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya nek? Jika takdir jodoh Dewi adalah Mas Fadhil, maka tugas Dewi hanya menjalani skeneario dari Allah untuk hidup Dewi " ucap Fadhil
" Jika takdirmu tak sesuai dengan apa yang kamu inginkan, apa yang akan kamu lakukan? " ucap nenek
" Sebaik baiknya rencana adalah rencana Alalh untuk hambanya, tugasku hanya ta'at ! karena apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah " ucap Dewi
__ADS_1
" Menikahlah segera, nenek merestui kalian " ucap nenek