OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
SAH


__ADS_3

Ciiiiiitttttt.......


Suara rem mobil yang terpaksa di injak secara mendadak oleh sang pengemudi terdengar mengagetkan semuanya.


" Allahu akbar !!! " teriak Dewi sambil menutup matanya pasrah


" Ya Allah ! " ucap sang pengemudi mobil mematikan mobil dan melihat ke luar


" Astaghfirullah, Dewi !!! " ucap Fadhil saat mendengar teriakan Dewi


Pengendara mobil segera turun dan melihat Dewi bersimpuh di aspal


" Dewi ! " ucapnya


" Kamu baik baik saja? " ucapnya panik memeriksa kondisi Dewi


Dewi mengenali suara itu dan mencoba membuka matanya dan mendongak ke arah orang yang sedang mencoba membantunya berdiri


" Kak Bimo ! " ucap Dewi lirih


Dewi yang tubuhnya masih gemetar karena kaget tersadar dan mencoba menolak bantuan Bimo dengan mengibaskan tubuhnya dari tangan Bimo


" Wi, maafin aku " ucap Bimo


Dewi terdiam dan mencoba mengumpulkan kekuatannya untuk menopang tubuhnya tanpa bantuan Bimo. Fadhil menghentikan langkahnya untuk menolong Dewi saat mengetahui Dewi baik baik saja dan melihat Bimo yang hampir menabraknya sedang membantu Dewi.


" Wi, ku mohon jangan menikah. Aku akan menikahimu, cinta kita akan bersatu wi ku mohon " ucap Bimo


" Beri aku satu kesempatan, aku tahu kamu masih cinta sama aku " ucap Bimo


" Aku akan menikahimu, karena aku juga masih cinta sama kamu " ucap Bimo


Bimo mencoba meyakinkan Dewi dengan menggenggam kedua tangan Dewi sambil memohon namun ditepis oleh Dewi


" Maaf ! " ucap Dewi


" Beri aku kesempatan Wi ! " ucap Bimo


" Maaf tapi kesempatan itu tak ada lagi buatmu ! " ucap Dewi


" Apa kamu sudah tak cinta sama aku Wi ? " tanya Bimo


" Maaf kak, cintaku untukmu sudah punah " ucap Dewi


" Aku tak percaya itu ! " ucap Bimo


" Terserah ! Tapi satu hal yang perlu kak Bimo ingat, Aku sudah bahagia tanpa kak Bimo! " ucap Dewi


" Aku tak akan biarkan itu. Aku yang akan membuatmu bahagia " ucap Bimo


" Hahaha....Kakak akan buat aku bahagia? Hahaha...nyatanya selama ini aku tak penah merasakan itu bahkan sekedar nyamanpun tak aku rasakan " ucap Dewi


" Ingat Wi, kita sudah pacaran hampir 6 tahun " ucap Bimo


" Ya, Dewi ingat itu. Tapi kak Bimo menghancurkannya hanya dalam waktu 1 hari " ucap Dewi


" Maafin aku Wi " ucap Bimo


" Jangan pernah berikan harapan jika akhirnya penghianatan yang ku rasakan " ucap Dewi


" Maafin aku Wi, beri kesempatan untukku sekali lagi " ucap Bimo


" Soal maaf, aku mungkin akan mencoba memaafkan namun soal kesempatan aku tak bisa ! " ucap Dewi


" Sebelum akad aku masih punya kesempatan. dan aku akan kacaukan acaramu " ancam Bimo


" Terserah ! " ucap Dewi

__ADS_1


" Please Wi, beri aku kesempatan itu " ucap Bimo


" Maaf ! " Dewi berjalan meninggalkan Bimo dan berlari ke dalam rumah.


Sementara Bimo terpaksa masuk kembali ke mobil karena jalanan sudah macet, klakson mobil di belakang Bimo sudah tak sabar ingin keluar dari kemacetan.


Fadhil dan rombongan masuk ke halaman rumah yang sudah terlihat rapi dengan dekorasi pernikahan. Fadhil dan rombongan di sambut oleh kedua orang tua Dewi, Woro dan juga keluarga Dewi yang lain.


Mereka berbincang hangat menyambut niat baik keluarga Fadhil. Orang tua Dewi menyuruh Woro memanggil Dewi yang sejak datang langsung berpamitan ke dalam kamar usai menemui orang tuanya.


Tok Tok Tok


" Wi " panggil Woro


Tak ada jawaban, Woro berinisiatif membuka pintu kamar Dewi namun terkunci dari dalam


" Wiii...!!! " panggil Woro lebih keras dan mulai terlihat panik


" Aku akan mendobraknya ! " ucap Woro lirih


Saat Woro memgambil ancang ancang untuk bersiap mendobraknya, Fadhil yang berpamitan akan menumpang ke toilet melihat Woro dan menghentikan aksinya


" Kenapa Ro ?" tanya Fadhil


" Dewi tak menyahut panggilanku, aku takut terjadi sesuatu padanya " ucap Woro


Fadhil mencoba mengetok pintu kamar Dewi


" Wi ...! Dewi ....! " panggil Fadhil


Tak ada jawaban, Fadhil ikut panik


" Kita dobrak saja Dhil, aku takut terjadi sesuatu padanya " ucap Woro


" Tunggu ! " jawab Fadhil


Tut...Tut...


Dan bunyi tut ketiga panggilan diterima oleh Dewi


" Iya mas, ada apa? " tanya Dewi


" Buka pintu kamarmu, mas ingin masuk ! " goda Fadhil


" Ishhh....apaan sih, belum halal mas ! " ucap Dewi


Fadhil tersenyum mendengar jawaban Dewi, Woro yang melihatnya mengambil paksa ponsel Fadhil dan menempelkan di telinganya


" Eh...malah santai aja cepat buka pintunya ! " ucap Woro


" Looh kok mas Woro " ucap Dewi


" Cepat keluar kamar ! " ucap Woro


" iya iya " jawab Dewi sambil berjalan menuju pintu kamarnya


" Ada apa mas? " ucap Dewi saat muncul di luar kamar


" Malah nanya, kamu ngapain aja di dalam? di panggil gak nyaut ! " ucap Woro


" hehehe....ketiduran mas " ucap Dewi santai


Biasanya saat habis nangis Dewi selalu ketiduran dan tak mendengar suara apapun selain ponsel, maka dari itu Fadhil menghubungi ponselnya


" Bukan habis nangis? matamu ? " ucap Woro


" Perih mas habis kena angin tadi " ucap Dewi

__ADS_1


" Ya udah cuci muka sana di lamar orang malah ngombong di kamar " ucap Woro


" Iya " jawab Dewi


Fadhil tersenyum melihatnya.


" Kamu mau kemana Dhil ? " tanya Woro


" Kamar mandi " jawab Fadhil


" Ya udah, aku ke depan dulu " ucap Woro


" Wi, cuci muka atau wudhu saja sekalian habis itu ke depan ! " titah Woro meninggalkan mereka berdua


" Iya " jawab Dewi


Fadhil ke kamar mandi di ikuti Dewi dari belakang namun saat Fadhil berhenti tiba tiba Dewi tak melihatnya karena berjalan menunduk hingga membuat Dewi menabrak punggung Fadhil.


" Astaghfirullah....!" ucap Dewi


" Kenapa? " ucap Fadhil yang sudah berbalik menghadap Dewi


" Nabrak mas ! sakit ! mas Fadhil ngangetin berhenti tiba tiba ! " ucap Dewi mengusap keningnya


" Bukannya kamu yang jalannya gak lihat depan " ucap Fadhil


" Ya sih, takutnya kalau jalan lihat depan akan jatuh cinta olehmu yang berada di depan " ucap Dewi


" eee....aaa....mau donk di gombalin ! " ucap Dewi


" Nanti kalau udah halal " ucap Fadhil


" ishhh, gak seru ! gombal aja nunggu halal " ucap Dewi


" Udah sana, wudhu dulu ! nanti kalau sudah sah mau apa aja boleh " ucap Fadhil


Entah kenapa tiba tiba Dewi merasa malu, dan bergegas masuk dalam kamar mandi lebih dulu menutupi rona merah di wajahnya.


.


.


Acara lamaran sudah selesai dan akan di lanjutkan acara akad nikah setelah sholat Maghrib. Usai sholat maghrib Ria dkk sudah selesai meng make over Dewi dengan gaun putih mewah elegan namun tetap sopan dan make up sedikit tebal tapi tetap natural. Dewi terlihat berbeda dari biasanya, sangat anggun dan cantik. Fadhil menggunakan setelan jas dengan warna senada terlihat makin gagah dan ganteng luar biasa.


" Pasangan terlope lope tahun ini " ucap Ria


" Sangat serasi ! " ucap Nia


" Kak Fadhil dan Dewi akan menjadi pasangan terhits tahun ini dan sekaligus akan jadi icon terbaru busana couple kita " ucap Hesti


" Pasti laris manis tuh produk kita " ucap Ria


Fadhil duduk di depan penghulu dan bapak Dewi. Di sisinya sudah ada kedua saksi yang terdiri dari pak lek Dewi dan pak lik Fadhil. Sementara Dewi duduk di tempat lain tak jauh dari tempat ijab qobul bersama bunda dan juga ibu Dewi di temani keluarga yang lain.


Penghulu mengucapkan kata ijab mewakili bapak Dewi selaku wali dan Fadhil mengucapkan kata Qobul setelahnya


" Qabiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan " ucap Fadhil


" Bagimana saksi ? sah ? " ucap penghulu


" Sah ! " jawab semuanya


" Alhamdulillah " ucap semuanya.


Namun seseorang yang tiba tiba masuk ke halaman rumah Dewi berniat mencegah pernikahan mereka berucap


" Tunggu ! " ucapnya lantang

__ADS_1


__ADS_2