
Brughhh....
Dewi menabrak seseorang dan akan terjatuh namun seseorang itu menahan pinggang Dewi sehingga Dewi tak jadi terjatuh.
" Jalannya hati hati ! " ucap Fadhil merangkul pinggang ramping Dewi
Dewi terpesona akan ketampanan Fadhil yang begitu dekat dia lihat. Netranya tak beralih dari wajah Fadhil kulit putih bersih, hidung mancung, mata yang tajam, alis tebal dan sedikit lesung pipit dipipinya membuat siapapun yang melihat akan terpesona
" Subhanallah sungguh indah ciptaanmu " guman Dewi lirih
" Ehmmm....." dehem Fadhil
" Bolehkah aku membelainya sedikit saja " guman Dewi mengarahkan tangan kanannya ke wajah Fadhil
Slow motion
" Ehemmmmm......" dehem Fadhil lebih keras
Dewi tersadar karena deheman Fadhil sebelum tangannya benar benar menyentuh wajah Fadhil. Dia segera bangkit dan menjauh dari tubuh Fadhil
" Maaf dan terima kasih " ucap Dewi malu
Pipi Dewi merah karena malu ketahuan memandangi wajah Fadhil dengan intens tanpa berkedip
" Sabar dulu, sebentar lagi kamu bisa melakukan apapun padaku " ucap Fadhil
Blushh
Wajah Dewi makin merona
" Kamu tahu hal apa yang membuatku ingin segera menghalalkanmu ? " ucap Fadhil
Dewi terdiam hanya mendengar ucapan Fadhil yang lirih
" Karena aku tak mau menumpuk dosaku lebih banyak dengan selalu berada di dekatmu " ucap Fadhil
Dewi makin malu dan semakin menundukkan kepalanya
" Stop gombalannya, kita cari makan ! Aku sudah lapar " ucap Hesti
" yeee...kasihan gak ada yang gombalin " ucap Fadhil
" Yaaa....Dari pada di gombalin terus gak segera di halalin hahaha....." ucap Hesti
" Kata siapa tidak segera? pastilah secepatnya ! " ucap Fadhil
" Sayangnya, Dewi gak mau tu ! ya kan Wi ? " ucap Hesti
" hmmm....Dewi sebenarnya.... " ucap Dewi terjeda
Dewi mau mengatakan mau tapi Hesti lebih dulu menarik tangan Dewi menuju ke resto di dalam Mall.
" Yuk ah, aku sudah lapar " ucap Hesti
Dewi mengiringi langkah Hesti di sampingnya. Dewi sudah lupa kalau baru beberapa menit lalu dia melihat Selly berjalan bersama laki laki dengan sangat mesra. Hingga dia kembali teringat saat melihat Selly duduk di resto yang sama di meja yang berbeda
" Dia ?! " guman Dewi
Fadhil yang melihat wajah Dewi berubah melihat ke arah pandang Dewi dan Fadhil tersenyum melihatnya
__ADS_1
" Tak usah pikirkan masa lalu, karena masa depan sudah menunggu. Boleh belajar dari masa lalu tapi jangan coba kembali untuk masa lalu " ucap Fadhil
Mereka memesan makanan dan mengobrol ringan hingga Hesti berpamitan untuk ke toilet sebentar. Kini Fadhil dan Dewi hanya duduk berdua saja. Mereka hanya diam tak banyak bicara hanya menunduk dan memainkan ponsel mereka. Hingga seorang yang baru sadar mengenali mereka menghampiri dan menyapa mereka
" Hai Dhil " ucap Selly
" Hai " jawab Fadhil singkat
" Loe ? " ucap Selly
Dewi tak menjawab, Fadhil pun diam di tempat
" Bukannya loe, cewek yang waktu itu...." guman Selly
" Loe lagi ! loe lagi ! " ucap Selly
" Ngapain loe sama Fadhil berdua di sini ?! " ucap Selly
" Kita mau makan " ucap Fadhil tenang
" Ternyata sok suci loe Dhil ! Gak mau pegang cewek, nyatanya jalan berdua dengan cewek hahaha..." ucap Selly
" Kita tidak berdua " ucap Fadhil santai
" Nyatanya? di sini hanya berdua ? " ucao Selly
" Dan loe, penampilan loe terlihat alim kayak uzt***ah tapi kelakuan loe sama saja godain cowok cowok hahaha... " ucap Selly
" Jaga omonganmu ! " ucap Fadhil
" Waah, loe di belain sama Fadhil ! " ucap Selly
" Oh, namanya Dewi " ucap Selly
" Asal loe tahu Dhil, Dia menggoda Bimo kemarin " ucap Selly
" Aku tidak menggodanya ! " ucap Dewi mencoba membela diri
" Bohong ! Bimo bilang loe menggodanya " ucap Selly
" Bagaimana aku menggodanya ? Kak Bimo yang jalan tak melihat dan tak sengaja menabrakku ! " ucap Dewi tak terima di katakan menggoda
" Kak ? hahaha....lalu panggilan dari mana itu ? hahaha.... Sudah jelas kan sekarang ?! " ucap Selly
" Asal kamu tahu Sell, bukan Dewi yang salah tapi Bimo ! " ucap Fadhil
" Hahaha...mana bisa ? loe percaya begitu saja sama dia " ucap Selly menunjuk Dewi
Fadhil mengangguk mantap
" Setidaknya aku sudah tahu buktinya, dan kenapa kamu gak tanyakan sama Bimo langsung kejadian sebenarnya ?! " ucap Fadhil
" Hingga seorang Bimo di black list di beberapa resto dan kamu gak cari bukti penyebabnya? Aku kira kamu bukan cewek bodoh yang mudah di bohongi ! " ucap Fadhil
" Apa yang di maksud Mas Fadhil barusan ? " guman Dewi dalam hati
" Apa kejadian di resto waktu itu ? " guman Dewi
" Breng kesan pindang ! " ( kata umpatannya di ganti ini ya beb, biar berliur kalau di nikmati sama sayur asem ) umpat Selly
__ADS_1
" Jadi loe ngatain gue bodoh ?! " ucap Selly
" Tidak ! Aku hanya bilang kamu bukan cewek bodoh yang mudah di bohongi " ucap Fadhil
" Sama saja ! " ucap Selly
" Beda ! kalau percaya begitu saja tanpa mencari bukti lebih dulu baru namanya bodoh ! " ucap Fadhil
" Ya, mas Fadhil benar seharusnya mbak mencari bukti dulu sebelum ngatain orang " ucap Dewi
" Awas loe ya ! " ucap Selly
Selly mencoba menyiram jus pada tubuh Dewi tapi sebelum jus itu di tumpahkan, Hesti datang dengan sigap mengalihkan arah gelas pada Selly hingga jus yang seharusnya mengenai Dewi berbalik arah mengenai dirinya sendiri.
" Breng kesan pindang ! " umpat Selly
" Wahhhh....Sorry gue gak nyangka bakal ada yang apes kayak gini hahaha.... " ucap Hesti
" Awas kalian ! " ucap Selly
" Breng kesan pindang ! " umpat Selly sambil mengibaskan baju atasannya yang basah sambil melenggang meninggalkan mereka bertiga
" Hahaha....." tawa Hesti
" Apa kita tidak berlebihan? " ucap Dewi
" Tidak, dia pantas mendapatkannya karena dia sengaja mau menumpahkan jus itu padamu " ucap Hesti
" hmmm...." ucap Dewi
" Apa Dewi boleh tahu, apa yang mas Fadhil maksud kak Bimo di black list dari resto ? " ucap Dewi
" Kita makan dulu Wi, keburu makanannya dingin " ucap Hesti
Dewi mengangguk mengiyakan karena memang makanan mereka sudah siap saat Selly datang dan perut Dewi memang sudah minta di isi.
Mereka menikmati makanan yang terhidang dan memakannya dengan tenang. Tapi tidak dengan pikiran Dewi. Dia masih memikirkan tentang black list dan dari mana Fadhil tahu semua itu. Fadhil sesekali melirik Dewi sambil menikmati makannya. Dia tahu Dewi bertanya tanya dalam diamnya.
" Makanlah, aku akan menceritakannya nanti " ucap Bimo
" uhuk...uhuk...." Dewi tersedak karena ucapan Fadhil
Fadhil memberikan air mineralnya untuk Dewi, dan Dewi menerimanya kemudian meminumnya.
" Cie...Cie...minum di botol yang sama, kapan ni dihalalinnya ? " ucap Hesti
Fadhil dan Dewi saling berpandang, mereka memang tak sadar melakukannya. Fadhil tak sadar memberikan air yang usai di minumnya bahkan tutupnyapun saat ini masih dia pegang dan Dewi juga tak menyadari jika minum yang di berikan Fadhil adalah sisa Fadhil.
" Segera Halal ! " ucap Fadhil
Dewi kembali di buat klepek klepek oleh Fadhil.
Yang Sayang tak akan mengajak pacaran tapi membawa ke penghulu agar segera halal.
Yang Jomblo, Semoga segera di pertemukan yang serius dan ngajak nikah beneran.
kok nikah beneran Thor ?
Ya, kan jiwa jomblo sering memimpikan di ajak nikah eh taunya cuma mimpi sama dengan nikah bohongan kan ? hahaha....
__ADS_1
KAWAL SAMPAI HALAL