
" Bunda, Fadhil mohon jangan lelah untuk mendo'akan Fadhil ya " ucap Fadhil
Bunda mengelus lembut kepala sang anak laki laki satu satunya
" Bunda selalu mendo'akan kamu sayang, tanpa kamu minta " ucap Bunda
" Fadhil memang butuh suntikan dana tapi Fadhil juga tak mau jika usaha yang Fadhil rintis dari nol ini sahamnya di ambil alih orang lain " ucap Fadhil
" Jalani semampunya karna yang di takdirkan untukmu tak akan melewatimu " ucap Bunda
" Sebenarnya yang ingin membeli 80% saham Fadhil ada kaitannya dengan Dewi " ucap Fadhil
" Dewi ?! " tanya Bunda
Fadhil mengangguk dan menceritakan siapa yang ingin membeli sahamnya dengan harga tinggi dan motif di baliknya
" hmmm....apa pak Agas suka sama Dewi ? " tanya Bunda
" Bisa jadi iya, Bisa jadi karena anak semata wayangnya yang begitu dekat dengan Dewi ?!! " ucap Fadhil
" Apa Dewi suka dengan pak Agas ? " tanya Bunda
Fadhil yang duduk di depan mendongak menatap sang Bunda
" Fadhil gak tahu bun. yang Fadhil tahu niat Dewi bekerja karena kasihan dengan Sisil anak pak Agas yang merindukan sosok ibu " ucap Fadhil sambil menggelengkan kepalanya
" Pak Agas ganteng, kaya raya, sukses, baik, terkenal loyal pasti si Dewi suka meski dia duda tapi kan duren?! duda keren !!!" ucap Bunda mencoba memanasi Fadhil
Fadhil tampak berpikir dengan ucapan bundanya kesal mendengar penuturan bundanya yang memuji kelebihan pak Agas
" Tapiiii..... Anak bunda lebih ganteng, masih muda, tak kalah baik dan sholeh pasti Dewi suka kalau anak bunda yang lebih dulu melamarnya " ucap Bunda kemudian
Fadhil menatap bundanya dengan penuh kasih
" Bunda ?!! " ucap Fadhil
__ADS_1
" Menurut bunda Dewi gimana? " ucap Fadhil
" Dewi cantik, baik, sopan, suka menolong, penyayang dan selalu ceria " ucap Bunda
" Bunda tahu kamu ada hati untuk Dewi. Kenapa gak di utarakan dan segera di halalkan saja ? Hmmm...?!!! " ucap bunda
" Fadhil sudah mencoba mengutarakannya bunda " ucap Fadhil
" Terus Dewi jawab apa? " ucap Bunda
" Dewi menganggap Fadhil bercanda bun, padahal bunda tahu selama ini Fadhil tidak pernah seserius ini kan dengan cewek " ucap Fadhil
Bunda tersenyum pada sang anak kesayangan
" Cowok yang serius itu langsung ngajakin ke penghulu sayang, pantaslah Dewi bilang gitu. Dewi juga belum tahu mungkin kalau anak bunda tak pernah dekat dengan cewek " ucap Bunda
" Fadhil udah ngomong gitu bun, mau halalin dan ngajak ke penghulu tapi Dewi malah ketawa dan menganggapnya bercanda " ucap Fadhil
" Apa kamu sudah benar nyaman dengannya?" ucap Bunda
" Apa yang sudah kalian lakukan? Apa sampai melewati batas !!? " ucap bunda
" Selama ini Fadhil diam diam sering memandangnya penuh kekaguman sering berjumpa nyatanya membuat dosa mata ini semakin menumpuk di pelupuk mata " ucap Fadhil
" Lebih parahnya kemarin Dewi tak sadar memeluk Fadhil dalam isak tangisnya. Dan Fadhil yang sadar saat itu tak menghindar bahkan membiarkan sampai tenang hatinya karena perasaan Fadhil yang ingin memberi ketenangan namun malah tanpa sadar berbuat dosa dengan bersentuhan dengan yang bukan mahrom " ucap Fadhil
" Apa kamu yakin dengan niatmu segera menghalalkannya? " ucap bunda
" Iya bunda, namun Fadhil tak tahu bagaimana caranya bicara dengan Dewi " ucap Fadhil
" Mungkin Dewi masih menyimpan luka kecewanya pada seseorang di masa lalunya bun, hingga seserius apapun Fadhil mengutarakan perasaan Fadhil, Dewi selalu menganggapnya bercanda " ucap Fadhil
" Nanti bunda coba bantu ngomong sama Dewi jika itu sudah menjadi niatanmu " ucap bunda
" Terima kasih bunda " ucap Fadhil
__ADS_1
.
.
Sementara di kamar Dewi, Dewi sedang berbalas pesan dengan Dika di aplikasi hujaunya
" Waah hebat kamu wi, sudah jadi model sekarang " tulis Dika saat tahu cerita Dewi
" Alhamdulillah kak, bisa belajar lebih baik " balas Dewi
" lebih cantik juga ! " tulis Dika di ikuti emoji senyum dengan dua mata hati
" Cantik itu relatif kak ?! " balas Dewi
" Ya, dari dulu di mataku kamu selalu cantik. apalagi dengan penampilanmu yang sekarang, makin cantik !!! " Tulis Dika
" Wah, sayang gak ada uang receh nih " balas Dewi dengan emoji ketawa ngakak
" Percaya deh model tu duitnya gede semua ?! " tulis Dika
" Iya kak, segede lapangan bola wkwkwk " balas Dewi masih dengan emoji ngakak
" Jangan lupa weekend datang ya, kakak tunggu " tulis Dika
" Insyaallah kalau ada temannya Dewi datang kak " balas Dewi
" kok gitu ??! " balas Dika seperti kecewa
" Yaaa....masak iya Dewi lihat bola di stadion sendirian ?!! Gak serulah !!! " ucap Dewi
" Apa Dewi sambil jualan kacang goreng aja ?!!! " balasnya lagi
" Hahaha...." balas Dika dengan di ikuti emoji ketawa ngakaknya.
Berbalas chat dengan Dika, Dewi sudahi setelah Dewi melihat jam dinding di kamarnya menunjukkan angka sembilan malam.
__ADS_1
Dewi memutuskan untuk memejamkan matanya yang lelah karena seharian bekerja.