OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Pemotretan Perdana


__ADS_3

Jarum jam baru menunjukkan pukul 10 pagi, namun sesi pertama pemotretan sudah selesai. Dewi sudah berganti busana sebanyak 10 kali dari satu model busana.


" Break dulu apa gimana nih?" ucap Hesti


" Dewi gimana? Kalau aku sih okey aja...makin cepat selesai makin cepat istirahat kita " ucap Nia


" Gimana Wi ? Mau lanjut atau istirahat dulu ? " tanya Hesti


" Gimana kalau lanjut aja mbak, lagian isoma masih 2 jam lagi lumayan waktunya " ucap Dewi


" Okey, next kita ganti style ke 2 " ucap Hesti


" Siap " ucap semua kompak


Dewi kembali di bawa ke ruang wardrobe untuk berganti busana selanjutnya, model ke 2 warna pertama. Sedangkan Yuni mengirim hasil foto ke Fadhil


Drettt....Drettt....


Notif di ponsel Fadhil bergetar, ya karna masih di jam kantor Fadhil mensilent ponsel di saku celana kanannya. Meski Fadhil bekerja di bidang ciber di sebuah kementrian negara. Ponsel pribadi dan ponsel kerjanya berbeda.


Fadhil mengambil ponsel pribadinya dan melihat pesan yang masuk.


" MasyaAllah...sungguh amat indah ciptaanmu " ucap Fadhil lirih


Fadhil tersenyum kagum melihat ponselnya dengan cermat


" Cerah banget mukanya, senyum senyum sendiri lihatin ponsel...Chatingan sama Cewek ya..." goda Bimo saat berjalan melewati meja kerja Fadhil


Fadhil menatap wajah orang di depannya


" Bukan sama yang kirim pesan tapi pesan yang di kirim " ucap Fadhil


" Kalian mungkin tidak berjodoh dan semoga Aku yang berjodoh dengannya " guman Fadhil


" Wishhh pesan apa tu " ucap Agus yang tiba-tiba berdiri di samping meja Fadhil mencoba melirik ponsel Fadhil


" Pesan cinta kali hahaha...." ucap Bimo


" Wahhh... Bidadari mana tuh...Cantik banget " ucap Agus yang melihat sekilas ponsel Fadhil


" Semua cewek bukannya cantik, gus " ucap Bimo


" Yang ini cantiknya beda Bim " ucap Agus

__ADS_1


" Eh...bentar bentar, kayak pernah lihat ni cewek " ucap Agus melotot ke arah ponsel Fadhil


" Itu bukannya...." ucap Agus menjeda ucapannya


Fadhil segera mematikan layar ponselnya, tak ingin Agus melihat lebih jelas pesan gambar yang sedang dia buka


" Bim....! " panggil seseorang dari devisi lainnya


" Ya " jawab Bimo


" Aku ke sana dulu " pamit Bimo pada Agus dan Fadhil


Fadhil dan Agus mengangguk mengiyakan


" Tadi itu bukannya foto Dewi Dhil?" tanya Agus


Fadhil mengangguk


" Pemotretan perdana Dewi " ucap Fadhil


" Waah keren si Dewi " ucap Agus


" Sebentar lagi Dewi bakalan terkenal, kamu harus siap siap" ucap Agus


" Untuk bersaing dengan banyak penggemarnya hahaha...." goda Agus


" Penggemarnya pastilah para ukhti ukhti berhijab secara dia brand ambasadornya busana muslimah kesukaan mereka " ucap Fadhil


" Iya juga sih, lagian mana mungkin para cowok liatin iklan busana muslim hehehe...." ucap Agus


" Kamu yang harus siap siap " ucap Fadhil


" Aku ? Buat apa ? " ucap Agus


" Buat jadi pengawalnya di akhir pekan " ucap Fadhil


" hahaha....jadi rencanya tiap akhir pekan mau jadi in aku obat nyamuk ? " ucap Agus


" Bukan ide yang buruk kan ? hahaha.... " ucap Fadhil


" Gampanglah, Demi best friend seperti kamu apa sih yang enggak asal perut kenyang berangkaaaaat..." ucap Agus


" Siapa tau di lirik para ukhti yang jadi penggemarnya hahaha....." ucap Agus

__ADS_1


.


.


" Alhamdulillah kita break dulu " ucap Hesti


Mereka duduk santai dulu di sofa sambil ngobrol santai untuk merenggangkan otot otot yang pegal


" Dewi bisa ambil masing masing satu baju tiap modelnya, tolong pilihan warnanya yang pas buat Dewi Sar ! " ucap Hesti


" Siap " ucap Sari


" Untuk apa mbak? " tanya Dewi


" Untuk kamu pakai, sebagai brand ambasadornya kamu juga mesti punya " ucap Hesti


" Tapi mbak, Dewi gak butuh baju ini lagian Dewi gak punya cukup uang untuk membelinya. Pasti gamis ini mahal " ucap Dewi


" Ya pastilah ini limited hanya akan produksi 100 pcs untuk 10 warna dan itu berlaku untuk semua model " ucap Sari


" Kamu gak perlu kuatir, Free untuk model ambasadornya itu peraturan dari dulu " ucap Hesti


" Potong gaji gak mbak? " ucap Dewi


" hahaha....kamu itu bisa aja ! " ucap Hesti


" Habisnya kalau untuk Dewi harga satu gamis ini bisa untuk beli 7 gamis. eman duitnya mbak hehehe...." ucap Dewi jujur


" hahaha....Dewi, Dewi....mulai sekarang buang pikiran itu. Kamu adalah icon brand kita. Kalau mau keluar kamu wajib pakai produk kita karena sukses tidaknya penjualan sebagian besar karena kamu " ucap Hesti


" Kamu bakalan jadi artis Wi ! " ucap Nia


" Jadilah yang rendah hati karena itu yang membuat penggemar suka " ucap Ria


" Iya mbak, Terima kasih semua ilmunya Dewi akan ingat itu " ucap Dewi


" Kita Foto bareng dulu yuk sebelum isoma, mumpung Dewi belum naik daun hahaha...." ucap Dewi


" Bisa aja kamu ! " ucap Hesti


Mereka ber7 berselfi bersama dengan ponsel Dewi, penuh keceriaan dan keakraban seperti keluarga. Kemudian mereka membubarkan diri untuk isoma. Dewi kembali ke kamarnya dan merebahkan diri di ranjang empuknya sambil bermain ponsel memilih satu foto selfinya barusan bersama teamnya, kemudian mengunggahnya di ig dan story wa miliknya dengan di bumbui caption


" Tak ada kebahagian melebihi kebersamaan dengan orang orang baik yang tak pernah memandang status sebagai tembok penghalang. Sehat dan Semangat my team "

__ADS_1


__ADS_2