OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Bimo pulang


__ADS_3

Sudah dua bulan sejak lost contac dengan Bimo, Dewi lebih memfokuskan dirinya untuk menghadapi UAN. Dewi bahkan hampir melupakan hubungannya dengan Bimo yang tak ada kabar beritanya. Saat pulang sekolah, Dewi dan Ani sedang menikmati makan siangnya di sebuah kedai bakso di dekat sekolah tak sengaja bertemu Bagas, kakak Bimo.


" Hai wi, An " Sapa Bagas


" eh kak bagas " jawab Dewi


" boleh kakak gabung di sini?" tanya Bagas


" Silahkan kak bebas, ini kursi milik tukang bakso buat para langganan yang mau beli " ucap Dewi


" terima kasih" ucap Bagas


" sendirian aja kak?" tanya Ani


" iya An, lagi mau ke stasiun " jawab Bagas


" ngapain ke stasiun kak?" tanya Ani


" jemput Bimo, katanya mau pulang " ucap Bagas


Deg


Jantung Dewi serasa berhenti memompa, aliran darahnya terasa berhenti mengalir di urat nadinya, Wajahnya berubah sendu dan air bening di matanya hampir tak bisa dia bendung lagi.


Ingin dia ungkapkan rasa itu dengan menjerit dan berteriak sekuat tenaga agar semua orang tau isi hatinya yang sedang terluka. Ani menggenggam erat tangan sahabatnya mencoba memberi semangat untuk tetap tegar dan kuat menghadapi kenyataan.


" kenapa dia kembali saat aku sudah hampir melupakannya " guman Dewi dalam hati


" Wi, kamu sudah mendapat kabarnya kan? " tanya Bagas


" ehmm, belum kak mungkin Kak Bimo lupa" jawab Dewi berusaha kuat


" bukan lupa wi, mungkin sengaja karna dia mau menghindarimu " ucap Bagas


Deg


Hatinya kembali sakit, belum tentu ucapan Bagas benar namun mendengar penuturan bagas hati kecil Dewi menjadi sakit. Selama ini besar kemungkinan Bimo memang ingin melupakannya.


" Kamu pernah di hubungi tidak selama ini?" tanya Bagas


Dewi hanya diam, dan Bagas menyimpulkan diamnya Dewi membenarkan ucapan Bagas


" Kamu cobalah minta kepastian pada Bimo wi, bukan aku manas manasi hubungan kalian meski aku orang pertama yang bahagia saat kamu putus dengan Bimo " ucap Bagas


" Aku gak bisa jelasin ke kamu masalahnya seperti apa, yang jelas kamu harus belajar move on dari sekarang " ucap Bagas


" Thanks Kak, Dewi pasti baik baik saja " ucap Dewi


" Seharusnya Bimo tu ngasih kepastian dulu sama Dewi kak, bukan ngegantung hubungan tanpa kabar seperti ini " ucap Ani yang sudah tak tahan untuk tetap diam melihat sahabatnya begitu terluka selama ini


" Sudah An, aku gak papa " ucap Dewi mencoba tegar


" Di mulut saja kamu bilang tidak apa apa , hatimu wi? hatimu? Kalau bukan buatan Allah hatimu pasti sudah hancur lebur " ucap Ani


" Wi, nanti cobalah minta penjelasan. Aku selalu ada buat kamu, jangan sungkan minta tolong padaku" ucap Bagas


" Thanks Kak" ucap Dewi


" Okey, aku balik dulu jadwal kedatangan kereta lima menit lagi " pamit Bagas


Dewi mengangguk, Bagas meninggalkan Dewi dengan perasaannya yang campur aduk, selera makannya ikut hancur bersama ketidakpastian. Bakso yang sedari tadi di hidangkan hanya di aduk aduk sampai dingin tanpa di makan sedikitpun.


Dewi mengajak Ani pulang, namun tidak pulang ke rumahnya. Dewi mengajak sahabatnya ke sebuah Waduk untuk menikmati senja sore itu.


Dewi dan Ani duduk di tepi danau senja tampak indah kala itu, Dewi menghirup udara dalam dalam dan mengeluarkannya sedikit mengurangi beban hatinya


" Wi, kamu harus hadapi masalahmu " ucap Ani


" Aku belum siap An " ucap Dewi


" biarkan ku ciptakan jarak di antara aku dan Bimo agar dia tahu bagaimana rasanya merindu " ucap Dewi

__ADS_1


"terus sampai kapan kamu akan menghindari Bimo?" tanya Ani


" Sampai aku sadar, bahwa aku sudah terbiasa hidup tanpa perhatian dan kasih sayangnya lagi" ucap Dewi


" Semangat wi, pasti kamu dapat yang lebih baik darinya " ucap Ani


" Thanks An, kamu slalu ada buat aku " ucap Dewi memeluk sahabatnya


" Iya sama sama, kita kan sahabat wi, jadi sudah seharusnya saling menguatkan " ucap Ani


" Pulang yuk, udah sore ntar di cariin orang rumah lagi " ucap Ani


" Yuk " jawab Dewi


.


.


" Ro, adikmu kemana jam segini kok belum pulang? " tanya Ibu


" Mungkin ada Try out, bentar lagi paling juga nyampek rumah bu " ucap Woro pada ibunya


" Kayaknya si Bimo pulang Ro, ibu kuatir adikmu kenapa kenapa " ucap ibu


" Memang kenapa bu?" tanya Woro


" Ibu dengar dari tetangga Bimo mau nikah sama anak teman bapaknya yang menolong melancarkan dia jadi PNS di Surabaya " jawab ibu


" Takutnya Dewi patah hati Ro kalau dengar itu, kamu hibur adikmu itu " ucap ibu


Woro hanya mengangguk karna Woro tak tahu tentang masalah ini


" Assalamu'alaikum " ucap Dewi tiba tiba


" Wa'alaikum salam " jawab ibu dan Woro bersamaan


" Dari mana wi? sore banget pulangnya " tanya Woro


"gak janjian sama cowok kan?" selidik Woro


" gaklah, mau UAN gak mau mikirin cowok dulu " jawab Dewi


" udah Ashar belum wi?" tanya ibu


" belum bu " jawab Dewi mengangkat dua jarinya sambil senyum


" Ya Allah wi ini tu udah mau maghrib, buruan sana sholat dulu" ucap ibu


" Okey " ucap Dewi sambil berjalan ke dalam rumah


.


.


" Bagaimana hubunganmu dengan Selly Bim " tanya Ayah Bimo


" Baik Yah " jawab Bimo


" Ayah harap kamu segera menikah dengannya " ucap Ayah


" Kenapa buru buru sih Yah, Bimo belum begitu mengenal Selly lagian Bimo baru diangkat jadi PNS mana bisa segera nikah" jawab Bimo


" Bimo masih mau menikmati masa lajang Bimo, dan menikmati gaji PNS Bimo yah" ucap Bimo


" Kamu jangan lupa Bim, yang menolong menjadikan kamu PNS itu papanya Selly. jadi kamu gak boleh mengecewakan Selly, Paham?" ucap Ayah


" Bimo Paham Yah, Bimo tetap akan nikah sama Selly tapi tidak sekarang" jawab Bimo


" Terserah, yang penting Ayah gak mau dengar kamu masih berhubungan dengan si Dewi anak dari mantan pacar Bundamu " ucap Ayah geram


Deg

__ADS_1


Ayah pergi meninggalkan Bimo di teras rumahnya sendirian.


Bimo kaget apa yang di katakan Ayah. Bimo baru tahu satu kebenaran tentang masa lalu orang tuanya kalau Dewi anak dari mantan pacar bunda, berarti dulu Bapaknya Dewi dan Bundanya pernah ada hubungan


" Pantesan, Ayah g pernah setuju dengan hubunganku" guman Bimo


Asyik dengan lamunannya, Bagas duduk di kursi di samping Bimo


" Bim, loe udah putusin Dewi kan?" tanya Bagas


" Emang kenapa Kak?" Bimo balik nanya


" Loe kan udah pasti nikah sama Selly, kenapa gak loe putusin Dewi kasihan kan dia " ucap Bagas


" kasihan aja, atau karna kakak mau gantiin aku jadi pacarnya Dewi?" ucap Bimo


" Kurang ajar ya loe " ucap Bagas dengan nada tinggi


" Aku gak bakal putusin Dewi, Kalaupun Dewi udah aku putusin, kakak gak akan bisa gantiin aku jadi pacarnya ataupun menikah dengannya " ucap Bimo sombong


Braaak


" Kurang ajar loe " ucap Bagas menonjok muka Bimo adik kandungnya sendiri


Bunda dan Ayah yang mendengar suara ribut ribut di teras menghampiri mereka


" Kalian apa apaan sih " ucap Ayah memegang Bagas yang masih geram dengan sang adik


" Ya Allah Bim, bibirmu berdarah le" ucap Bunda mengusap darah di ujung bibir Bimo dengan bajunya


" Bimo gak papa bun " ucap Bimo


" Kalian ada masalah apa sih sampai tonjok tonjokan gini" ucap Bunda


" Semua masuk, kita bicara di dalam " titah Ayah


Semua masuk di ruang tamu, bunda mengambil es untuk mengompres luka di bibir Bimo


" Sekarang jelaskan masalahnya " ucap Ayah


Bimo diam, Bagaspun sama. Tak ada yang mau membuka suara


" Kenapa kalian semua malah diam hah...." ucap Ayah


Ayah menatap Bagas dan Bimo bergantian.


" Gas, kenapa kamu sampai menonjok Bimo?" tanya Ayah pada Bagas


" Bimo menuduh Bagas ingin menggantikan posisinya " ucap Bagas


" memang begitu kan kenyataannya " sela Bimo


" Aku kan sudah bilang, kasihan Dia kalau loe gak mutusin dia " ucap Bagas dengan geram


" Dan, aku gak percaya kalau cuman kasihan" ucap Bimo tak kalah geram


"STOP !" ucap Ayah dengan nada tinggi


" jadi kalian tonjok tonjokan gini hanya karna seorang Cewek" ucap Ayah


" Dasar Cewek j***ng! " ucap Ayah


" Yah, Dewi cewek baik " bela Bagas


" Apa namanya kalau bukan j***ng menggoda kakak beradik sampai bertengkar " ucap Ayah


" Dewi gak pernah menggodaku yah, bahkan dia menolak saat ku tembak karna masih pacarnya dengan Bimo" ucap Bagas


" Ayah gak mau tahu, kalian berdua jangan berhubungan dengan cewek j***ng itu lagi " ucap Ayah


" Dan kamu Bim, secepatnya putusin dia " ucap Ayah

__ADS_1


__ADS_2