OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Ke tempat Bunda


__ADS_3

" Mas, ketemu bundanya besok aja gimana? " ucap Dewi


" Hmmm....kenapa? " tanya Fadhil melirik Dewi


" Mata Dewi mas " ucap Dewi mengusap matanya dengan tissu sambil berkaca pada cermin kecil yang di ambil dari sling bagnya


" Kamu nangisin apa sih Wi, sampai bengkak gitu, perasaan tadi pamit ke toilet deh " ucap Agus


" Apa di toilet airnya mampet jadi kamu inisiatif nguras air mata gitu ? " ucap Anto


Fadhil melirik Anto mengkode supaya menghentikan candaannya. Bukan saatnya bercanda Anto !


" Besok aja ketemu bundanya, nanti nyampek kamu langsung istirahat aja biar aku yang bicara sama bunda " ucap Fadhil


" Inget ! istirahat gak boleh nangis lagi " ucap Fadhil


Dewi mengangguk, mau tak mau Dewi mengikuti Fadhil karena sudah terlanjur juga membawa barangnya dari kostan kalau di tunda besok harus kemana dia sekarang.


20 menit berlalu, mereka tiba di sebuah rumah yang halamannya luas dan terlihat asri. Fadhil memarkirkan mobilnya. Anto lebih dulu turun dan membuka bagasi mobil untuk menurunkan bawaannya kemudian masuk ke dalam rumah tanpa menunggu mereka berdua seolah seperti pemilik rumah


" Kamu gak mau turun? " tanya Fadhil yang melihat Dewi tak ada pergerakan


" Hmmm....Dewi malu mas datang dengan mata sembab seperti ini " Dewi masih menatap matanya dengan cermin dan mengelapnya dengan tissu


" Turunlah, Bunda masih di toko kamu bisa istirahat lebih dulu " ucap Fadhil


Dewi turun dari mobil mengikuti langkah Fadhil yang membantu membawa barangnya.


" Assalamu'alaikum " ucap Fadhil saat sampai di depan pintu


" Wa'alaikum salam " ucap beberapa orang yang berada di dalam rumah

__ADS_1


Dewi melihat ke dalam rumah takjub, ada sekitar 8-10 orang sibuk dengan kegiatannya masing masing. Ada 2 orang yang fokus dengan laptopnya, ada 4 orang lainnya yang sedang packing barang ada 1 orang lainnya memilah paket dan ada beberapa yang mondar mandir mencari sesuatu. Ruang yang begitu luas tersusun rapi dengan penuh barang barang.


Semua yang berada di ruangan sejenak berhenti bekerja dan menatap cewek yang berdiri bersama sang bosh muda


" Siapa kak? "


" Kenalkan ini Dewi, Team baru kita " ucap Fadhil


Dewi masih tersenyum manis pada semuanya


" Cantik banget? "


" Model baru ya ? "


" Tumben kakak bawa Cewek? jangan jangan calonnya nih "


" Cie...Cie...."


" Sudah Fokus kerja lagi, perkenalannya besok sama bunda saja. Baru sampek dari luar kota biar istirahat dulu " ucap Fadhil


Semua kembali fokus bekerja, Fadhil membawa Dewi ke depan sebuah kamar


" Istirahatlah sejenak, jangan tangisi lagi yang sudah pergi karna masih ada hati lain yang lebih peduli " ucap Fadhil


" Terima kasih dan maaf untuk pelukannya tadi " ucap Dewi


Fadhil mengangguk dan berkata


" Masuklah, kalau butuh sesuatu bisa cari aku di sana. " ucap Fadhil menunjuk sebuah ruangan tak jauh dengan dirinya berada saat ini


" Jangan lupa sholat dulu " ucap Fadhil lagi

__ADS_1


Dewi mengangguk dan tersenyum pada Fadhil kemudian masuk ke dalam kamar minimalis berukuran 3x4 meter bercat biru dan cream yang terlihat rapi, ada sebuah ranjang, lemari baju, meja rias dan sebuah kamar mandi di dalamnya. Dewi menutup kembali pintu kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang sejenak. Karena ingat belum sholat Dewi segera beranjak untuk melaksanakan kewajibannya.


Sementara di kamar lain, Fadhil mengirim pesan untuk sang bunda


" Alhamdulillah bun, Fadhil sudah sampai di rumah. Fadhil tunggu bunda di kamar Fadhil " Fadhil menulis pesan untuk bundanya


" Iya A' Insyaallah ba'da Ashar bunda pulang. Aa' istirahat dulu aja " balas bunda


" Iya bun " balas Fadhil


Fadhil membersihkan dirinya dan bersiap melaksanakan sholat dhuhur. Saat hendak ke luar kamar untuk pergi ke musolla rumahnya, pintu kamar Fadhil di ketuk


Tok Tok Tok


Fadhil membuka pintu, ada Dewi berdiri di sana dengan wajah segar dengan buliran air masih nampak di wajahnya yang putih bersih.


" Mas, Mukena Dewi lupa gak kebawa kemarin masih di jemur di tempat kost habis di cuci" ucap Dewi


Fadhil tersenyum dan mengajak Dewi ke musolla di dalam rumahnya.


" Itu banyak mukenanya, pakai aja " ucap Fadhil


Dewi mengangguk dan segera bersiap untuk sholat.


" Mau jadi makmum ? " tanya Fadhil


Dewi mengangguk dan menjawab lirih sambil mengecek rambut di wajahnya


" Dewi makmum dunia akhirat boleh? " ucap Dewi


Fadhil tersenyum tak menjawab pernyataan Dewi. Mereka sholat dhuhur berjamaah untuk yang pertama kalinya masih dengan status belum halal.

__ADS_1


__ADS_2