OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Nasi krawu


__ADS_3

" Dewi? " ucap Anto tak percaya ada Dewi di dalam mobil sepupunya


" Hai An " sapa Dewi


" Kok bisa di sini? " ucap Anto


" hehehe....aku juga nebeng An " jawab Dewi


" Kok bisa ketemu mas Fadhil ? " tanya Anto


" hmmm....itu...." ucap Dewi bingung mau mulai cerita dari mana


" Qodarullah An " Ucap Fadhil


Kemudian Fadhil cerita tentang Dewi yang ternyata adik dari sahabatnya dan rencana pindah kerja di tempat bunda


" Jadi Dewi akan kerja di tempat bu Dhe " ucap Anto yang sudah paham ceritanya


" Ngerti gini aku gak usah tinggal di asrama, tinggal sama bu Dhe aja biar bisa ketemu kamu terus " ucap Anto


" Kampusmu itu lumayan jauh lokasinya, kalau kamu tinggal di rumah bakalan telat ke kampus apalagi jalan menuju kampusmu itu rawan macet " ucap Fadhil


" Iya mas, makanya aku milih di asrama " ucap Anto


Mereka tampak mengobrol ringan, Agus hanya fokus mengemudikan mobil tanpa sekalipun menyahut, Agus hanya menyimak obrolan mereka bertiga


" Cari sarapan dulu Gus " ucap Fadhil


" Tau aja kalau aku lapar Dhil " ucap Agus


" Tandanya kalau Diem gak ada suara pasti lapar ! " ucap Fadhil


" Hahaha....tau aja kamu !" ucap Agus

__ADS_1


Agus menepikan mobil di pinggir jalan, Tampak seorang penjual yang sedang di kerumuni banyak pembeli yang terlihat sedang mengantri.


" Penjual apa kak, banyak banget yang ngantri " ucap Anto


" Nasi Krawu " ucap Dewi dan Fadhil kompak


Sejenak mereka saling bertatap


" Cie...Cie...Mau Demo kompak banget !" ucap Agus


" Anto jadi penasaran " ucap Anto


" Yuk, antri ! " ajak Agus yang sudah mematikan mesin mobil


Anto yang penasaran langsung mengiyakan ajakan Agus. Mereka turun dan berjalan menghampiri sang penjual sementara Fadhil dan Dewi berjalan bersisian jauh di belakang mereka


" Kamu suka makan nasi krawu? " tanya Fadhil


" Ya, Dewi suka makan apa aja kalau lapar " jawab Dewi


" Kuatkan hamba gusti " ucap Fadhil dalam hati yang gemas melihat Dewi


" Mas Fadhil kenapa senyum senyum sendiri? " tanya Dewi


" Jangan jangan kesurupan kunti lagi hiiiiii....." ucap Dewi begidik mengangkat kedua bahunya


" Iya kuntinya cantik " ucap Fadhil


" Tuuu kan...." ucap Dewi berlari meninggalkan Fadhil menyusul Agus dan Anto yang sudah duduk mengantri


" Kenapa wi? " tanya Anto


" Tu mas Fadhil kesurupan kunti " ucap Dewi

__ADS_1


Agus dan Anto melihat ke arah Fadhil heran. Tak ada yang berbeda dengan Fadhil menurut pandangan mereka Fadhil terlihat seperti biasa tenang dan bersahaja.


Mereka beralih menatap Dewi penuh tanda tanya. Dewi yang bisa mengartikan tatapan mereka dengan tak percaya akan yang di lakukannya kemudian beralasan


" Iya, tadi senyum senyum sendiri saat ngomong sama Dewi " ucap Dewi


" Hahaha....kalau itu pasti karena kuntinya cantik " ucap Agus


Anto ingin menanyakan maksud Agus namun penjual nasi krawu keburu memanggilnya


" ini mas pesanannya, silahkan " ucap penjual


Mereka mendapat nasi krawunya masing masing kemudian menikmatinya di trotoar yang sudah di sulap menjadi warung lesehan. Hanya bealaskan tikar usang sarapan nasi krawu di tempat ini menjadi favorit warga sekitar karena rasanya yang lezat dan melegenda meski hanya kaki lima namun soal rasa jangan di tanya.


Mereka menikmati sarapan dengan khitmad. Usai menghabiskan sarapan mereka segera bergegas untuk melanjutkan perjalanan.


" Kamu langsung ke kantor Gus? " ucap Fadhil saat sudah di dalam mobil


" Iya, nanti aku turun di kantor. Males kena macet kalau harus balik lagi apalagi hari senin " ucap Agus


" Sorry Wi gak bisa nemenin kamu pamit ke xxx cell " ucap Agus


" Iya gpp kak, Dewi bisa sendiri " ucap Dewi


" Kemarin kan aku udah bilang, mau nganterin kamu Wi " ucap Fadhil


" Mas Fadhil kan juga harus kerja " ucap Dewi


Fadhil menatap Dewi tajam. Fadhil tipe orang yang serius dan tak mau mengulang apa yang sudah menjadi kemauannya. Termasuk agenda hari ini untuk mengantar Dewi berpamitan di xxx cell tempat kemarin Dewi kerja kemudian mengantar Dewi ke tempat bunda meski dia harus ijin tidak bekerja.


" Baiklah kalau mas Fadhil maksa " ucap Dewi kemudian


Agus yang mendengar hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya. Sementara Anto menjadi bertanya tanya tentang mereka.

__ADS_1


" Sebenarnya ada hubungan apa mas Fadhil dengan Dewi? " gumqn Anto


__ADS_2