OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Bicara dengan bunda


__ADS_3

" Bun " sapa Fadhil saat merasakan sang bunda mengelus kepalanya yang sedang tidur.


Fadhil tertidur usai sholat dhuhur berjama'ah dengan Dewi. Tubuhnya yang lelah membuatnya bisa merasakan nikmatnya tidur siang. Hingga matanya terbuka saat merasakan ada yang mengusap kepalanya lembut.


Fadhil duduk dan meraih tangan sang bunda kemudian mengecupnya takdzim.


" Anak bunda, capek banget tapi kelihatan bahagia banget " ucap bunda


Fadhil mengucek matanya yang masih mengantuk


" Fadhil ingin ngomong langsung sama bunda " ucap Fadhil


" Ada apa sayang " ucap Bunda


" Fadhil membawa adik sahabat Fadhil ke sini untuk bekerja di sini " ucap Fadhil


" Sahabat? " tanya bunda


" Ya, Dia adiknya Woro namanya Dewi " ucap Fadhil


" Bukannya Woro rumahnya di kota B ? " ucap Bunda


" Iya, sebelumnya Fadhil memang tidak tahu kalau Dewi adalah Adiknya Woro. Waktu itu Fadhil membeli ponsel buat Bunda di tempat Dewi bekerja, sebelumnya Fadhil sudah kenal Dewi saat makan bersama Anto di kota B, Dewi juga teman SMA anto bun jadi waktu itu di kenalkan Anto" cerita Fadhil


" Oh ya...masih muda donk " ucap Bunda


" Ya, baru lulus SMA " Ucap Fadhil


" Pas kemarin acara di kota B kita rame rame ke sana bareng Dewi yang kebetulan ingin menghadiri pernikahan kerabatnya juga di kampung. Saat di perjalananan Dewi cerita kalau ingin mencari kerja di tempat lain karena tidak nyaman kerja di gerai ponsel dan Fadhil nawarin kerja di sini " ucap Fadhil

__ADS_1


Bunda mengangguk


" Saat Kita nganterin Dewi pulang ternyata Dewi adiknya Woro dan akhirnya kita nginep di sana dan acara pernikahan yang ingin Dewi hadiri juga pernikahan yang Fadhil hadiri saat di sana " ucap Fadhil


" Apa terjadi sesuatu antara kalian saat kamu menginap di sana? " ucap Bunda


Fadhil menggeleng


" Fadhil hanya kasihan sama Dewi, dan juga Woro sudah nitipin Dewi ke Fadhil bun " ucap Fadhil


" Bunda tolong bantu Dewi ya " ucap Fadhil


" Hmmm....Usaha ini kan kamu yang punya, bunda hanya bantuin. Pastinya kamu lebih paham " ucap Bunda


" Fadhil minta bunda jangan bilang Dewi kalau ini usaha Fadhil ya. Fadhil bilang ini usahanya bunda " ucap Fadhil


Bunda mengangguk dan tersenyum mengerti maksud Fadhil


" Seperti apakah perempuan yang sudah mencuri hati Fadhil ? Jadi penasaran " guman Bunda


" Kira kira mau di tempatkan di mana? " ucap Bunda


" Kalau di modelnya gimana bun, kita belum punya model yang usia remaja kan? kurasa Dewi bisa " ucap Fadhil


" Ya bunda setuju saja, sekarang di mana Dewi? bunda ingin bertemu dengannya " ucap Bunda


" Ada di kamar tamu " ucap Fadhil


" Sepertinya sudah special di hatimu, hingga kamarpun dipilihkan yang nyaman " guman bunda

__ADS_1


Bunda mengangguk, bunda tahu sang anak berbeda kali ini. Bunda hafal betul sang anak yang tak pernah membahas atau memuji perempuan di depan siapapun. Bunda juga sudah tahu dari Agus tentang Fadhil dan Dewi saat bunda bertemu dengan Agus saat makan siang tadi.


" Apa kamu cinta sama Dewi? " ucap Bunda


Fadhil bingung mau menjawab apa, mau bilang tidak nyatanya di hatinya kini penuh dengan Dewi mau bilang iya ach masak secepat ini mengambil keputusan. Fadhil yang diam membuat bunda bersuara


" Gak usah di jawab, bunda sudah tahu " ucap bunda mengacak rambut sang anak lalu menciumnya gemas


" Ashar dulu, habis itu kenalin Dewi sama bunda" ucap bunda


.


.


Fadhil keluar dari kamar sudah bersih dengan sarung koko dan pecinya hendak melaksanakan sholat Ashar di musolla, di sana ada Dewi juga yang ternyata juga akan melaksanakan sholat ashar.


" Mas Fadhil Dewi ikut makmuman ya " ucap Dewi saat mengetahui Fadhil baru masuk musolla.


Fadhil mengangguk dan bersiap memulai sholatnya, Dewi mengikutinya di belakang. Mereka melakukannya secara khusyu' hingga usai. Selesai berdo'a Fadhil menghadapkan tubuhnya ke arah Dewi


" Wi, habis ini ikut mas bertemu bunda ya " ucap Fadhil


" Baik mas " ucap Dewi


" Kirain mau salim hehehe, mana mungkin bukan mahrom kan ya " guman Dewi lirih


Fadhil yang mendengar gumanan Dewi berbisik


" Mau di halalin ? Biar bisa salim ? bisa peluk juga ! " goda Fadhil

__ADS_1


Dewi yang malu karena kekonyolannya tadi siang saat menangis tersedu sambil memeluk Fadhil segera mengambil langkah cepat melipatkan mukenanya dan berlalu dari dalam musolla. Sedangkan Fadhil yang melihat expresi Dewi yang malu tertawa lepas. Dewi menunggu Fadhil di depan musolla sambil menahan malu karena kesalahannya dan kesal karena terus di goda Fadhil.


Bunda yang duduk tak jauh dari musolla melihat interaksi Fadhil dan Dewi. Senyumnya mengembang melihat sang putra tertawa lepas penuh bahagia di wajahnya.


__ADS_2