
Pagi ini, Dewi berangkat sendiri ke tempat kerja. Mbak Ana tidak masuk kerja karena sedang demam. Dewi melangkahkan kakinya dengan gembira. Saat berada di jalan besar, dia melihat seorang nenek yang menyeberang jalan dengan tongkatnya. Nenek itu berjalan pelan sekali hingga lampu lalu lintas sudah terlihat hijau si nenek masih di tengah jalan. Dewi segera berlari dan membantu nenek itu berjalan menuntun nenek itu hingga ke tepi.
" Nek, Dewi bantu ya " ucap Dewi menuntun si nenek
Si nenek mengangguk dan memegangi tangan Dewi erat berjalan mengikuti Dewi ke tepi
" Terima kasih Nak " ucap nenek itu saat sudah di tepi
" Sama sama Nek " ucap Dewi
Banyak kendaraan yang melihat sosok nenek tua yang sedang di bantu oleh seorang cewek cantik menyebrang jalan, termasuk Agus yang akan berangkat kerja bersama Fadhil
" Sudah Cantik, Baik pula calon istri idaman deh..." ucap Agus saat melamun melihat sosok Dewi
" Siapa Gus? " tanya Fadhil yang duduk di samping Agus yang sedang mengemudi
" Cewek itu ! " ucap Agus
" Cewek yang mana maksudnya ? " tanya Fadhil yang masih memainkan ponselnya
Agus melirik temannya
" Lihatnya HP mulu mana bisa lihat cewek yang ku maksud " gerutu Agus
" hehehe..." tawa Fadhil tersenyum menyadari sindiran temannya
" Mana? mana? Aku mau lihat cewek cantik dalam kaca mata seorang Agus " ucap Fadhil melihat ke arah depan ke kiri dan ke samping jalan mencari sosok cewek yang di maksud Agus
" Au ah udah lewat..." ucap Agus
" hahaha....bukannya semua cewek cantik di matamu ? " ucap Fadhil tertawa melihat Agus yang ngambek
" Yang ini beda Dhil, Sikapnya cantik, dia menolong nenek tua tadi, wajahnya malah lebih cantik Dhil...Perfeck ! " ucap Agus
" Aku jadi penasaran dengan cewek itu. Semoga aja masih single ya...." ucap Fadhil
" Kalau single memangnya kenapa? " ucap Agus
" Ya kali aja jodohmu ! " ucap Fadhil asal
" Dia terlalu cantik buatku Dhil, aku gak akan sanggup " ucap Agus
" Kalau jodoh mau apa? " ucap Fadhil
" kalau bisa, mau aku tuker aja ! punya isteri cantik tu godaannya berat Dhil.....hahaha...." ucap Agus
Fadhil ikut tertawa mendengar kekonyolan sahabatnya.
" Tadi kayaknya pakai sragam toko celluler deh...besok kita sidak di mall sebelah ya..." ucap Agus
" Sidak? buat apa?" tanya Fadhil
" Buat kenalan lah " ucap Agus
" Aku tahu stand toko itu " ucap Agus
" Katanya gak minat? " ucap Fadhil
" Aku sih gak minat, terlalu cantik buat aku...jadi aku kasih buat kamu aja nanti....hahaha...." ucap Agus
" Maksudnya? " ucap Fadhil
" Ya, bakal aku jodohin sama kamu " ucap Agus
" Main jodoh jodohin, emangnya kamu siapanya? kenal aja tidak mau jodohin ! Aku bisa cari cewek sendiri kali... " uvap Fadhil
" Mana buktinya? sampai sekarang masih jomblo kan? " ucap Agus
" Mending jomblo dari pada couple tapi maksiat ! " ucap Fadhil
" Ta'aruf kan gak salah Dhil ? " ucap Agus
" Ya, tapi aku masih nyari yang sreg " ucap Fadhil
" Ya, kita survei besok siapa tahu kamu sreg " ucap Agus
" Maksa banget ya kamu! " ucap Agus
" Hahahahaha....." tawa Agus
.
.
__ADS_1
Di stand toko ponsel di tempat Dewi kerja, terlihat toko tampak begitu ramai pengunjung
" Baiklah, aku mau beli 10 smartphone" ucap om tajir
" 10 om ? " tanya Dewi tak percaya
" Orang kaya, beli smartphone kayak beli kacang goreng " guman Dewi dalam hati
" Iya, tapi aku mau kamu yang melayani " ucap om tajir
" Bentar om, saya ijin bosh dulu. Silahkan duduk om " ucap Dewi
Om tajir mengangguk dan duduk santai sambil merokok di sebuah kursi depan meja etalase. Dewi menghampiri si bosh yang duduk di belakang meja kasir.
" Ko, si Om itu mau beli 10 ponsel tapi maunya Dewi yang melayani " ucap Dewi mengarahkan matanya di mana om tajir duduk
Abing melihat ke arah yang di tunjuk Dewi, ternyata si Agas Duda tajir yang jadi pelanggan setianya
" Kamu kenal wi? " ucap Abing
" Tidak ko " ucap Dewi
" Ya udah kamu hati hati tetap waspada ya, biar Sofi bantu kamu " ucap Abing
Abing memanggil Sofi dan menyuruhnya membantu Dewi melayani om tajir. Abing mengawasi Dewi dari meja kasir
" Pesonamu buat semua orang hanya ingin dilayani olehmu Wi " guman Abing
Om tajir sudah memilih 9 ponsel sesuai kriteria yang di inginkan. Om tajir memilih satu ponsel lagi tapi dia minta bantuan Dewi
" Ponsel yang cocok untuk anak muda seusiamu " ucap Om tajir
" Pilih yang paling di inginkan oleh anak muda seusiamu " ucap Om tajir
" Hmmm...ini aja Om, pasti suka. ini model keluaran terbaru yang di idamkan anak muda sekarang " ucap Dewi menunjuk salah satu smartphone keluaran terbaru
" Kamu suka juga?" tanya Om tajir
" Suka sih Om, tapi duitnya gak ada hahaha..." ucap Dewi
" Kamu kerja di stand ponsel harus punya juga dong yang baru" ucap Om tajir
" Gak harus juga om, kerja kan buat nyambung hidup bukan buat beli gaya. bergaya sesuai kantong saja. Ntar takutnya kalau punya smartphone mahal kayak gini gak bisa beli kuotanya malu om....hahaha...." ucap Dewi
" Ngapain malu om, saya gak nyuri kok...hahaha...." ucap Dewi
" Nanti kalau malu tinggal masukkan kepala dalam kresek hitam aja....hahaha...." ucap Dewi santai
" hahaha....kamu bisa aja " ucap om tajir
" Ya udah, kasih itu 2 buah" ucap Om tajir
" Jadi 11 buah om ya " ucap Dewi
" Iya " jawab om tajir
" Gak mau tambah lagi om? " tanya Dewi
" Cukup, itu aja dulu " ucap om tajir
" Besok kalau butuh lagi, om hubungi kamu " ucap Om tajir
" Okey om, Dewi buatkan notanya dulu ya om " ucap Dewi
" Oh, namamu Dewi? " tanya om tajir
Dewi membuatkan nota untuk 11 buah smartphone yang di pilih om tajir sambil ngobrol ngobrol
" Iya Om, namaku Dewi " ucap Dewi
" Nama om...Agas, kamu bisa panggil Agas " ucap Agas
" Gak sopan nanti kalau Dewi langsung manggil nama. Om kan lebih tua dari Dewi " ucap Dewi sopan
" Memang umur kamu berapa wi? " tanya Agas
" 18 tahun om " jawab Dewi
" 18 tahun kok sudah kerja wi, memang gak sekolah?" ucap Agas
" Baru selesai UAN om, tinggal nunggu ijazahnya " ucap Dewi
" Jadi belum lulus? " ucap Agas
__ADS_1
" Belum ! " jawab Dewi pendek
" Ni om, Notanya sudah jadi totalnya 39 juta " ucap Dewi
Agas mengangguk
" Bentar ya om, Dewi ke bosh dulu " ucap Dewi
Agas kembali mengangguk sambil mengotak atik smartphone miliknya.
Dewi berjalan menemui si Bosh
" Ko, ini nota pembelian atas nama om Agas, tolong di cek " ucap Dewi menyodorkan nota kepada si Bosh
" Kamu cek semua barangnya, jangan sampai keliru ya " ucap Abing
" Siap Ko " ucap Dewi mengangkat tangannya ke kening menirukan sikap hormat
Dewi kembali ke tempat di mana Agas duduk
" Silahkan Om, pembayarannya bisa dilakukan di kasir " ucap Dewi
" Ok " jawab Agas singkat
Agas memberikan ponselnya pada Dewi
" Tulis nomer ponselmu " ucap Agas
Dewi menerima ponsel Agas, Ponsel yang limited edition bahkan di stand tempatnya kini bekerja tak memiliki stock tipe ini, harganya kisaran 8-9 jutaan per buahnya.
" Hpnya sultan kayak gini ya rasa megangnya, ringan banget " guman Dewi dalam hati
" Buat apa Om?" tanya Dewi
" Ya, nanti kalau om butuh ponsel lagi tinggal hubungi kamu " ucap Agas
" Oh...Okey om " ucap Dewi
Dewi mengetik nomer ponselnya di smartphone Agas lalu memberikannya pada Agas
" Om, coba dulu ya " ucap Agas
Kemudian Agas menghubungi nomer yang di berikan Dewi.
tut tut tut
Tersambung, namun tak diangkat
" Okey, no om ada di kamu " ucap Agas pergi ke kasir di mana si Abing sang bosh berada
" Lihat yang bening dikit, pepet...." goda Abing pada Agas
" Hahaha....Single mah bebas bing " ucap Agas pada Abing sahabatnya
" Udah gue transfer, berikan ini pada Dewi " ucap Agas
" Loe suruh si Dewi kirim barangnya ke rumah nanti pulang kerja, karna gue mau balik kantor dulu " ucap Agas
" Mau lo apain? si Dewi dalam pengawasan gue karna dia pegawai gue, dan sebagai atasan gue wajib nglindungin dia " ucap Abing
" hahaha.... " ucap Agas meninggalkan Abing
" Wi, om balik dulu ya see you " ucap Agas
" Okey om, terima kasih " ucap Dewi
Saat Agas sudah keluar toko, Abing memanggil Dewi
" Wi, ntar kamu pulang duluan sama sopirku untuk nganter barangnya Agas ke rumah " ucap Abing
" Dan ini buat kamu " ucap Abing memberikan paper bag dari Agas
" Buat Dewi ko?" tanya Dewi tak percaya
Abing mengangguk, Dewi menerima paper bag itu penuh tanda tanya
?????????
Apa maksudnya Coba?
...Terus dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki......
...kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro.......
__ADS_1