
Saat sampai di villa cahaya Phoenix, kin langsung bergegas membersihkan diri sementara zachery pergi ke arah dapur dan pergi untuk memasak seperti biasa, sekarang memasak menjadi kegiatan hariannya setelah kejadian itu.
Setelah zachery selesai memasak, keduanya pun bersantap tanpa berbicara ataupun bercengkrama, terlebih kin sendiri mengajarkan zachery etika tidak boleh berbicara ketika sedang bersantap.
Setelah menyelesaikan makan malam hari itu, kin segera menyuruh zachery untuk mengikuti nya ke halaman samping villa cahaya Phoenix, yang biasa di pakai untuk berlatih dan bermeditasi.
"Kita akan berbicara di sini..." Wajah kin sekarang berubah menjadi sangat serius, wajah yang tidak pernah di lihat oleh zachery sebelumnya.
"Kau ingin membicarakan apa? guru."
Zachery menduga bahwa kin ingin membicarakan terkait masalah tadi sore di kediaman ketua sekte, tapi dia pura - pura tidak tahu maksud kin dan bertanya seperti tidak tahu apa-apa.
"ayo kita latih tanding, cuaca yang dingin sangat cocok untuk melatih jiwa." Diluar dugaan zachery ternyata jawaban kin adalah ingin berlatih tanding dengan nya.
"Baiklah, jangan segan - segan guru." Zachery meminta kin untuk tidak segan - segan menyerang nya walaupun kemampuannya jelas berada di bawah kin.
Kin juga tidak segan menyerang, dia mengeluarkan pedang nya sendiri yaitu pedang cahaya Phoenix, pedang yang di miliki pemilik villa cahaya Phoenix sebelumnya.
Sementara pedang cahaya giok di berikan kembali setelah kin pulang dari kediaman ketua sekte kepada zachery.
"Jika aura jiwa yang dipancarkan oleh mu bisa mencapai puncak pendekar emas, harusnya kau bisa menarik pedang itu dari sarungnya." Kin menunjuk pedang yang tersarung Rapi di batu besar dekat zachery.
__ADS_1
"Baiklah niatku memang seperti itu, kekuatan ku baru saja kembali guru." Zachery mengeluarkan aura puncak pendekar emas dan mengambil pedang cahaya giok, kini dia bisa menarik pedang tersebut dari sarungnya Walaupun hanya pendekar safir yang minimal bisa memakainya.
Keduanya bersiap dan memberi hormat membungkukan badan, siap menarik pedang mereka untuk melepas jurus.
Zachery berinsiatif menyerang pertama kali, dia tahu gurunya hanya akan bertahan sebelum dia bisa menunjukkan dirinya bisa bertarung setara, sementara kin sedang merapalkan jurus dan mengumpulkan energi jiwa berunsur kayu di sekitar tubuhnya.
Karena mempunyai energi jiwa kayu dan air, kin hanya memakai unsur yang di kiranya bisa bertahan dari unsur petir yang mungkin digunakan zachery, saat menyerang kin Zachery menggunakan unsur petir seperti dugaan kin, zachery melapisi pedang nya dengan unsur petir yang berwarna keperakan, penguasaan energi jiwa nya benar - benar berbeda dari zachery saat berlatih pagi tadi dengan batu jiwa.
'jika dia bisa menggunakan nya sehebat ini, kurasa jika beradu unsur aku tidak akan menang, kalau begitu aku harus menggunakan energi jiwa sebagai pelapis pedang saja.' gumam kin saat melihat petir yang mengelilingi pedang cahaya giok.
"TRAAANGG......."
"Villa cahaya Phoenix sedang ada pertarungan hebat....kita harus mengeceknya." Seru salah satu orang yang merupakan senior di kelompok tersebut.
"kemungkinan yang sedang bertarung adalah tetua kin." Balas anggota yang lainnya.
tidak lama kemudian mereka sampai di depan villa cahaya Phoenix karena jarak mereka sangat dekat untuk mendengar dari villa tersebut.
Ketika mereka sampai di depan gerbang villa cahaya Phoenix, mereka segera bergegas untuk masuk tanpa memikirkan hukuman yang akan didapat karena menganggu istirahat seorang tetua utama.
Betapa terkejutnya kelompok anggota sekte tersebut saat melihat tetua pedang mereka sedang bertarung dengan seseorang yang tidak dikenal, satu orang yang merupakan pendekar emas di kelompok itu terkejut karena orang yang melawan tetua pedang nya masih berusia sangat muda dan kemampuannya sudah mencapai puncak pendekar emas.
__ADS_1
"Ini....tidak mungkin, dia bisa menyamai kecepatan tetua kin dalam bermain pedang, bagaimana jika kita bantu senior." Salah satu orang yang merupakan pendekar perak bertanya kepada seniornya.
"Bantuan kita tidak akan mengubah apapun jadi jangan harap kau bisa membantu, lihat bahkan tetua kin saja yang merupakan pendekar safir bisa disamai oleh kemampuan nya." Pendekar emas tersebut berkeringat dingin, karena hanya dia di kelompok tersebut yang bisa melihat aura dari pemuda di hadapannya.
Sementara itu kin sekarang sedang berusaha merapalkan jurus lagi, setelah unsur kayunya tidak bisa menahan unsur petir yang dikeluarkan oleh zachery. keadaanya sekarang yang lebih unggul energi jiwanya seolah tidak terbatas karena lebih dari seribu titik, di lain hal zachery juga mempunyai energi jiwa yang hampir mencapai 500 titik sehingga agak bisa menyamai kecepatan jurus yang dikeluarkan oleh kin.
Kelompok anggota tersebut melihat Meskipun pertarungan sudah mencapai lebih dari seratus jurus tetapi sekarang bisa telah diketahui siapa pemenangnya, seseorang dengan pedang bercahaya dan memiliki ukiran phoenix yang berhasil berdiri lebih lama dibanding pemuda yang melawannya.
Pendekar emas yang merupakan pemimpin kelompok penjaga tersebut, berinisiatif untuk mendekat ke arah kin untuk menanyakan keadaan dan mengapa bisa terjadi pertarungan seperti tadi.
"Tidak usah khawatir dia murid ku, terimakasih telah mengkhawatirkan kondisi ku kalian boleh kembali berkeliling." Kin tidak terkejut dengan kedatangan para anggota sekte, biasanya mereka memang akan masuk jika suatu hal yang berbahaya mengancam kediaman tetua.
"Baik tetua kin....kami sekarang akan berkeliling lagi." Seru pendekar emas yang pemimpin kelompok keamanan tersebut dia pamit untuk kembali berkeliling, sesekali matanya masih melirik ke arah zachery karena saat dilihat dari dekat menunjukkan dia masih sangat muda dari parasnya.
kin memeriksa kembali kondisi zachery untuk menolong dan menghentikan lukanya yang cukup parah, betapa terkejutnya kin saat menyentuh tubuh zachery, aura puncak pendekar emas dan energi jiwanya sudah kembali ke zachery seperti tadi pagi yang hanya sebesar 20 titik, selain itu ditubuh zachery secara kasat mata terdapat pola enkripsi yang rumit.
Kin menduga bahwa mungkin seseorang memasang sebuah pola enkripsi yang rumit di tubuh zachery untuk menekan kekuatannya, karena kekuatan nya terlalu besar untuk dimiliki oleh anak berusia 15 tahun apalagi hingga mencapai puncak pendekar emas yang biasa dimiliki seseorang berusia 50 - an tahun.
"Jadi hanya sebuah cangkang ya?" Gumam kin saat selesai mengobati sebagian besar luka serius yang didapat zachery.
Setelah mengobati luka zachery kin membawa zachery ke kamarnya untuk membiarkan nya beristirahat lebih lama karena cuaca juga cukup dingin diluar, jika tidak terlalu kuat seorang pendekar pun bisa jatuh sakit.
__ADS_1