Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Sosok Hitam Transparan


__ADS_3

"Gege, apa yang akan Gege lakukan jika tiba di klan? apa Gege akan membalas mereka?" tanya Yue Lin dalam perjalanan mereka, saat ini keduanya sudah berada diluar ibukota kerajaan Bei.


"Aku belum tahu Lin'er, yang terpenting adalah bertemu ayah, setelah itu aku akan memikirkan langkah selanjutnya, tapi yang pasti, kita akan pergi ke kerajaan Xin dan membebaskan kerajaan dari bendera lima warna, tapi sebelum itu, aku ingin kamu juga tingkatkan kekuatan lebih dulu," jawab Fang An menjelaskan apa yang dia rencanakan, ya walaupun belum tahu apa yang akan dia lakukan di klan nanti.


"Kapan Gege akan membantuku meningkatkan kekuatan? Gege bilang ada sesuatu yang bisa meningkatkan kekuatan ku," tanya Yue Lin, dia ingat Fang An pernah mengatakan akan memberinya sesuatu untuk meningkatkan kekuatan nya.


"Nanti jika kita berada jauh dari kota, Lin'er, kita cari goa agar aman, berbahaya jika aku keluarkan disini," jawab Fang An serius, dia ingat dengan pesan Chen Chu mengenai buah buah abadi itu.


"Baik Gege," balas Yue Lin mengangguk.


Tiga hari kemudian, Fang An dan Yue Lin tiba disebuah hutan, lalu Fang An mengarahkan kuda kedalam hutan, dia ingin mencari goa untuk keduanya tinggali, lebih tepatnya Yue Lin gunakan untuk meningkatkan kekuatan nya.


3 jam masuk kedalam hutan, hutan itu cukup terjal, sehingga Fang An dan Yue Lin turun dari kuda, setelah mengaitkan tali kuda di cabang kayu, Fang An dan Yue Lin semakin masuk kedalam hutan, keduanya tidak tahu jika hutan yang keduanya masuki itu adalah salah satu hutan yang paling ditakuti di seluruh kekaisaran Zhou.


Semakin kedalam, jalan yang mereka lalui juga semakin terjal, bisa saja Fang An terbang, tapi tidak dengan Yue Lin, dia belum bisa terbang seperti Fang An, sehingga keduanya melompat dari satu batu ke batu yang lain.


"Ada goa disana Gege," ucap Yue Lin menunjuk sebuah goa yang berada di sebuah tebing.


"Benar Lin'er, ayo kita kesana!" balas Fang An mengangguk, lalu keduanya pergi ke arah goa.


Saat Fang An dan Yue Lin hampir tiba didepan mulut goa, sebuah serangan dengan senjata rahasia dari samping melesat dengan cepat, namun Fang An dengan sigap menangkap Yue Lin dan menghindari serangan senjata rahasia itu.


"Siapa disana? cepat keluar! jangan jadi pengecut yang hanya bisa menyerang diam diam!" bentak Fang An dengan menatap tajam arah asal senjata rahasia.


Whush.. Whush.. Whush..


Kembali 5 senjata rahasia jenis pisau kembali melesat kearah Fang An dan Yue Lin, namun sekali lagi Fang An dan Yue Lin menghindari serangan pisau itu, lalu Fang An membalas dengan serangan senjata rahasia juga.

__ADS_1


Whush.. Whush.. Whush..


Tiga pisau beracun melesat kearah senjata rahasia berasal, namun ketiga pisau yang Fang An lepaskan itu tidak mengenai apa apa dan dan menancap di pohon kayu kecil.


"Hahaha... untuk pertama kalinya ada yang mampu menghindari serangan ku, dan lagi dua kali," sebuah suara terdengar dari depan, hal itu membuat Fang An dan Yue Lin semakin siaga.


"Gege," panggil Yue Lin khawatir.


"Tenanglah Lin'er! kita akan baik baik saja, ada aku disini," ucap Fang An menenangkan.


"Hahaha.. bagus! bagus! bagus! harus seperti itu menjadi pria, mampu melindungi wanitanya, tapi aku ingin lihat apakah hanya omong kosong atau kamu memiliki kemampuan untuk melakukannya," ucap kembali suara misterius itu.


Whush..


Sebuah sosok hitam melesat dengan kecepatan tinggi kearah Fang An dan Yue Lin, dengan segera Fang An menarik Yue Lin melompat menghindar.


"Mundur lah Lin'er!" ucap Fang An tanpa menoleh, matanya tetap fokus pada sosok hitam yang menyerang tadi.


"Bagus! dalam kondisi terpojok pun masih berusaha melindungi wanitanya, tapi aku akan tetap membunuhmu anak muda, lalu wanita mu akan menjadi budak ku, Hahaha.." ucap sosok hitam transparan tertawa.


"Tidak usah banyak basa basi setan jelek! jika kamu punya kemampuan, keluarkan semua kemampuan mu!" balas Fang An tanpa ekspresi.


"Hahaha.. aku suka gayamu anak muda, terimalah serangan ku!" balas sosok hitam transparan, lalu melesat menyerang Fang An, kecepatan sosok hitam transparan bahkan jauh lebih cepat dari kecepatan topeng bayangan atau Chen Chu, gurunya Fang An.


Saat sosok hitam transparan menyerang, dan pedangnya hampir mengenai lengan Fang An, dengan cepat Fang An melompat menghindar, Fang An terkejut dengan kecepatan serangan sosok hitam transparan yang melebihi kecepatan gurunya.


"Sangat cepat," gumam Fang An terkejut.

__ADS_1


Saat sedang melamun, sosok hitam transparan kembali melesat menyerang, kali ini Fang An menggunakan teknik langkah bayangan dan teknik pedang tanpa bayangan.


Treeeng Treeeeng Treeng..


Pedang keduanya terus terdengar, kecepatan bertarung Fang An dan sosok hitam transparan tidak dapat dilihat oleh Yue Lin, Yue Lin hanya bisa mendengar suara tendangan dan pedang yang beradu.


Fang An bahkan menggunakan teknik tarian pedang, dia memainkan pedang dengan lihai dan juga lincah, namun serangan yang diberikan Fang An itu dapat tepis dan dihindari dengan mudah oleh sosok hitam transparan.


"Bagus anak muda! keluarkan semua kemampuan mu!" ucap sosok hitam transparan yang terus menepis dan menghindari serangan tarian pedang yang dimainkan Fang An.


Meski begitu, sosok hitam juga membalas menyerang Fang An dan mencoba memojokkan Fang An, namun dia cukup kesulitan untuk memojokkan Fang An, pasalnya saat Fang An hampir terpojok, dia mengganti teknik dari tarian pedang ke teknik pedang tanpa wujud.


Serangan pedang tanpa wujud yang dilepaskan Fang An, bahkan dapat dilihat oleh sosok hitam transparan, sehingga dia dapat menepis dan menghindari setiap tebasan dan sayatan yang dilepaskan Fang An, meski begitu, dia tersenyum dalam hati, selama ini belum pernah ada yang dapat bertarung dengannya seperti itu.


Biasa nya setiap kultivator yang memasuki tempat itu, langsung tewas dengan senjata rahasia yang dia lepaskan, dan sangat jarang ada yang selamat, meski ada yang selamat, tapi dengan cepat dia dapat membunuhnya.


Tapi kali ini berbeda, Fang An melakukan perlawanan sengit, sehingga membuat sosok hitam transparan sedikit senang, senang bukan karena mendapat lawan yang bisa bertarung cukup lama, tapi senang karena kriteria yang dia cari untuk menjadi murid telah dia temukan, yaitu lincah, cepat, tangkas dan juga kuat.


Treeeng Treeeeng Treeng..


Buuuk Buuuk Buuuk


Bunyi senjata dan tendangan keduanya terus beradu, Yue Lin memasang wajah khawatir, sebab sudah sejam sekam Fang An dan sosok hitam transparan bertarung, namun dia tidak dapat melihat pertarungan mereka dan hanya mendengar suara senjata dan tendangan serta pukulan yang beradu.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....


__ADS_2