Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Kekesalan Yue Lin


__ADS_3

Ditempat lain.


Saat ini Gu Gao memimpin semua tetua dari sekte kekaisaran Tang, dengan jumlah tetua yang memiliki kultivasi pejuang surgawi tahap puncak, serta 200 ribu murid klan yang merupakan anggota bendera lima warna, dengan percaya diri Gu Gao dan pasukan bendera lima warna bergerak ke istana kekaisaran Zhou.


Awalnya Gu Gao ingin menaklukkan kerajaan Luo lebih dulu, tapi karena istana kekaisaran Zhou yang lebih dulu mereka tiba, Gu Gao merubah rencananya.


Saat ini jarak Gu Gao dan pasukan bendera lima warna hanya tersisa kurang dari tiga minggu, dengan semangat membara, Gu Gao memimpin mereka menuju istana kekaisaran.


Disisi lain.


Kaisar Zhou Yan tampak ketar ketir, pasukan tersisa sudah dia tempatkan di kota sebelum ibukota, tidak ada lagi sisa pasukan yang tersisa di istana, semua dia kirimkan kesana, dan yang menjadi pemimpin pasukan adalah satu satunya jendral besar yang tersisa, yaitu jendral Baoming.


Bahkan kaisar Zhou Yan sudah bersiap untuk melarikan diri ke kerajaan Luo, karena hanya kerajaan Luo satu satunya tempat yang bisa dia tuju.


"Bagaimana dengan laporan dari jendral Baoming?" tanya kaisar Zhou Yan serius pada salah satu mentri nya, yang tidak lain adalah perdana menteri.


"Menurut laporan mata mata, kurang dari tiga minggu, pasukan bendera lima warna akan tiba dikota bukit, yang mulia," jawab perdana menteri.


"Kurang dari tiga minggu?" tanya kaisar Zhou Yan pelan dengan memijit pelipisnya.


"Bagaimana dengan sekte aliran putih? apa sudah ada kabar dari mereka?" tanya kaisar Zhou Yan lagi.


"Sudah yang mulia, mereka semua menolak untuk membantu istana, mereka terlalu pengecut," jawab perdana mentri tampak kesal.


Sebagai sekte aliran putih, seharusnya mereka membantu pihak istana untuk melawan bendera lima warna, tapi yang ada justru mereka sudah lebih dulu ketakutan, selain sekte aliran putih, semua klan juga tidak ingin membantu pihak istana, mereka tidak ingin bersinggungan dengan bendera lima warna.


"Yang mulia, sebaiknya yang mulia dan seluruh keluarga kekaisaran tinggalkan istana! keselamatan yang mulia dan keluarga istana sangat penting bagi seluruh rakyat kekaisaran," ucap salah satu mentri berpendapat.


"Benar yang mulia, saat ini kerajaan Luo masih sangat aman, sebaiknya yang mulia menyelamatkan diri ke kerajaan Luo! setelah kondisi kondusif, yang mulia boleh kembali lagi kemari!" timpal mentri yang lain.


"Mohon yang mulia tinggalkan istana!" semua mentri berlutut memohon.


Kaisar Zhou Yan sangat terharu dengan permohonan para mentri nya, sudah dalam kondisi buruk seperti itupun, para mentri masih memikirkan keselamatannya.


"Yang mulia," ucap perdana mentri, sedari tadi kaisar Zhou yang hanya diam saja.


"Bagaimana dengan kalian? aku tidak mungkin meninggalkan kalian semua disini," ucap kaisar Zhou menggeleng kepala.

__ADS_1


"Kami akan tetap berada disini yang mulia, keselamatan kami tidak terlalu berharga bagi rakyat kekaisaran, tapi tidak dengan yang mulia dan keluarga," jawab perdana menteri.


"Benar yang mulia, kami akan bertahan dan bertempur hingga titik darah penghabisan," timpal mentri yang lain.


"Jika seperti itu, aku tetap berada disini bersama kalian semua," ucap kaisar Zhou Yan membuat keputusan.


"Yang mulia," sekali lagi semua mentri berlutut memohon agar kaisar Zhou Yan meninggalkan istana.


Kaisar Zhou Yan tidak punya alasan lagi untuk tetap bertahan, sebenarnya dia juga ingin melarikan diri ke kerajaan Luo, hanya saja kaisar Zhou Yan masih memikirkan para mentri dan juga keluarga mereka.


"Baiklah, aku akan meninggalkan istana, tapi kalian kumpulkan semua keluarga kalian! aku akan membawa mereka," ucap kaisar Zhou Yan merubah keputusannya, tapi dia juga ingin membawa keluarga para mentri nya.


"Baik yang mulia," jawab para mentri.


"Aku akan tinggalkan istana, saat kota bukit sudah dikuasai bendera lima warna," ucap kaisar Zhou Yan lagi, dia tidak ingin meninggalkan istana begitu saja tanpa tahu apa yang terjadi dipertempuran terakhir.


********


Ditempat lain.


Dua minggu sudah Fang An dan Yue Lin melakukan perjalanan, keduanya saat ini berada hutan yang tidak jauh dari kota, dari jauh, Fang An dan Yue Lin dapat melihat kota itu bukan lagi di tempat para penduduk kota, melainkan pasukan bendera lima warna.


"Apa yang harus kita lakukan Gege? mereka terlalu banyak," ucap Yue Lin ragu, didepan mereka saat ini ada sekitar dua ratus ribu pasukan bendera lima warna yang memenuhi kota.


"Kita tunggu malam baru beraksi! kita bunuh semampu kita, sisanya kita biarkan besok malam dan seterusnya!" jawab Fang An serius.


Meski memiliki kekuatan besar, tapi tidak dengan Yue Lin, saat ini Yue Lin memiliki kekuatan yang setara dengan banyak pasukan bendera lima warna, jika gegabah, Fang An khawatir Yue Lin akan terluka.


"Baik Gege," jawab Yue Lin mengangguk.


Keduanya lalu mencari goa untuk mereka tempati, tidak beberapa lama, keduanya menemukan sebuah goa, lalu Fang An membersihkan dengan elemen angin.


Fang An dan Yue Lin kemudian duduk mengambil sikap lotus dan menyerap energi alam untuk memulihkan diri, saat ini Fang An tidak merasakan kelelahan sama sekali, tapi tidak dengan Yue Lin.


Saat Yue Lin menutup mata dan fokus menyerap energi alam, Fang An menotok Yue Lin sehingga tidak bisa bergerak.


"Gege?" Yue Lin terkejut karena di totok Fang An.

__ADS_1


"Maafkan aku Lin'er! aku tidak ingin membuatmu dalam bahaya, tunggulah disini! aku akan segera kembali," ucap Fang An lembut.


"Jika Gege ingin pergi, Gege tidak perlu melakukan ini padaku! aku bisa menunggu Gege disini, bagaimana jika saat Gege pergi, ada hewan buas yang menyerang ku?" ucap Yue Lin kesal.


Fang An baru sadar jika yang dilakukan nya itu salah, lalu dia membuka kembali totokan pada Yue Lin.


"Maafkan aku Lin'er!" ucap Fang An merasa bersalah.


Yue Lin tidak berkata, dengan dongkol dan kesal, dia berjalan keluar goa dengan kekesalan.


Fang An yang merasa bersalah pun menyusulnya dan mencoba meminta maaf, namun Yue Lin sangat kesal sehingga tidak menghiraukan Fang An.


Hingga malam tiba, Yue Lin tetap tidak mau berbicara, dia masih kesal dengan apa yang Fang An lakukan padanya, sementara Fang An bingung harus membujuk Yue Lin atau pergi ke kota dan membantai pasukan bendera lima warna.


"Maafkan aku Lin'er! aku mengaku salah," ucap Fang An yang memilih untuk terus membujuk Yue Lin.


"Tapi Gege janji tidak melakukan hal itu lagi!" balas Yue Lin ketus.


"Baik aku janji✌️." balas Fang An mengangkat dua jari.


"Ya sudah! ayo kita lihat apa yang mereka lakukan!" balas Yue Lin yang sedikit masih kesal.


Fang An hanya bisa menggaruk kepala yang tidak gatal, lalu mengikuti Yue Lin dari belakang, keduanya ingin mengurangi jumlah pasukan bendera lima warna sebanyak mungkin.


Tidak beberapa lama, Fang An dan Yue Lin tiba didepan gerbang kota dengan jarak 100 meter, dapat mereka lihat ada ratusan pasukan bendera lima warna yang berjaga.


"Kamu habisi mereka yang berjaga digerbang! aku akan masuk kedalam dan mencari ketua mereka," ucap Fang An membuat rencana.


"Baik Gege," jawab Yue Lin mengangguk.


Whush.. Whush..


Fang An dan Yue Lin melesat kearah kota, keduanya sudah mengenakan artefak yang diberikan guru mereka.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2