
Setan darah dan tongkat setan mencoba menekan Fang An, namun keduanya tidak dapat melakukan hal itu, justru serangan tapak yang Fang An lepaskan, membuat setan darah dan tongkat iblis sulit untuk membaca arah serangannya.
Melihat setan darah dan tongkat setan tidak dapat memojokkan Fang An, dewi malam maju membantu, ketiganya menyerang Fang An secara bersamaan, pertempuran diatas langit itu dapat disaksikan oleh lima ribu pasukan pemuja setan dari bawah, meski tidak jelas karena cukup jauh berada diatas langit, tapi mereka masih bisa melihat pertarungan tingkat tinggi itu.
Pertarungan Fang An melawan ketiga ketua pemuja setan semakin sengit, dimana saat ini Fang An menggunakan teknik tapak naga azure, sehingga kekuatan serangannya semakin kuat, ditambah lagi dengan gerakan yang tidak bisa dibaca dan Fang An bergerak dengan gesit memukul satu persatu dari mereka dengan menggunakan teknik tapak naga azure.
Meski terpukul mundur dengan serangan Fang An, bukan berarti ketiga ketua pemuja iblis menyerah begitu saja, ketiganya kembali melesat dan menyerang Fang An dengan niat membunuh yang kuat, tapi setiap serangan mereka dapat dipatahkan Fang An dengan mudah.
Tongkat setan memainkan tongkatnya dengan lincah dan juga cepat, dewi malam memainkan pedang dengan lihai, sementara setan darah juga melakukan hal yang sama, ketiganya menyerang Fang An dengan menggunakan senjata, sementara Fang An masih menggunakan tangan kosong.
"Kamu cukup kuat dan cepat anak muda," ucap setan darah memuji.
"Terima kasih atas pujiannya pak tua! tapi sangat disayangkan, tiga orang tua tidak dapat melukai seorang anak muda, aku yakin kalian adalah kultivator hebat yang namanya sudah tersohor, tapi sayang sekali, kalian main keroyokan pun tidak bisa berbuat banyak," balas Fang An tersenyum.
"Bajingan, mulutmu besar juga anak muda, hiiyaaa.." umpat kesal tongkat setan, lalu melesat menyerang Fang An lagi.
Melihat tongkat setan menyerang seorang diri, Fang An menyiapkan tinju raja dewa, saat tongkat setan sudah berada dalam jangkauan, Fang An bergerak ke samping dan mendaratkan tinju raja dewa tepat dipunggung kiri tongkat setan.
Buuuk..
Lalu Fang An kembali mendaratkan sebuah tendangan dikepala tongkat setan.
Buuuk..
Tingkat setan pun terhuyung dan terjun bebas kebawah, lalu menabrak tanah dengan keras.
"Ketua ketiga," pasukan mereka yang berada dibawah, segera berlari kearah Tongkat setan terjatuh.
"Lemah." cibir Fang An melihat kebawah.
"Bajingan, sudah cukup aku bermain main dengan mu anak muda! sekarang terimalah kematian mu! hiiyaaa.." umpat kesal setan darah, lalu menyerang Fang An kembali, dan disusul dewi malam yang juga melesat menyerang Fang An.
Kali ini Fang An menggunakan teknik tinju raja dewa, ternyata selain teknik yang sangat mematikan, teknik tinju raja dewa juga bisa membuat tangan Fang An sekeras baja, sehingga Fang An dapat menahan mata pedang setan darah dan dewi malam menggunakan tangannya.
__ADS_1
Setan darah dan dewi malam semakin meningkatkan serangan mereka, kekuatan dan kecepatan serangan yang mereka lepaskan jauh lebih kuat dari sebelumnya, tapi tetap saja Fang An bisa menahan serangan keduanya, bahkan Fang An sesekali menyerang balik dan itu sukses mendarat di dada keduanya.
"Sudah saatnya permainan ini berakhir pak tua!" ucap Fang An yang masih bertarung, lalu dia mengalirkan elemen angin ke telapak tangan dan menggunakan teknik langkah bayangan.
Whush...
Slash.. Slash..
Fang An melesat cepat dan menghilang dari pandangan setan darah dan dewi malam, detik berikutnya, Fang An telah menebas lengan kanan keduanya.
"Aaaarrg"
"Aaaarrg"
Setan darah dan dewi malam menjerit kesakitan, dimana keduanya telah kehilangan lengan kanan masing masing, saat lengan mereka lepas, pedang yang mereka genggam menggunakan tangan kanan pun terjatuh.
"Aku terlalu berlebihan memuji kalian, tadinya aku pikir kian adalah lawan yang bisa membuat ku berkeringat, ternyata lebih lemah dari semut," ucap Fang An mencibir, dia juga tersenyum penuh arti.
"Raja malam? dewi siluman? apa mereka guru kalian? jika benar begitu, katakan pada mereka! aku Fang An, murid topeng bayangan, akan menunggu mereka kapan saja dan dimana saja," balas Fang An tanpa rasa takut sedikitpun.
Dia tahu setan darah mencoba menggertak nya dengan raja malam dan dewi siluman, sementara Fang An tidak tahu siapa kedua sosok yang dimaksud setan darah, menurut Fang An, raja malam dan dewi siluman yang dimaksud setan darah adalah kedua guru mereka, sehingga dia juga menggunakan nama gurunya untuk menggertak balik.
Mendengar Fang An menyebut topeng bayangan adalah gurunya, wajah setan darah dan dewi malam berubah jadi jelek, dan Fang An menyadari itu, dia berhasil menggertak balik setan darah dan dewi malam.
"Jangan mengaku ngaku kamu anak muda! topeng bayangan tidak pernah memiliki murid," ucap setan darah tidak percaya.
"Memangnya guru harus melapor lebih dulu jika ingin mengangkat ku sebagai murid? atau guru harus membuat pengumuman dikota kota biar semua orang tahu? apa karena kamu terlalu jelek sehingga jadi bodoh?" tanya Fang An mengejek, selain mengejek, Fang An juga menahan tawa karena terus mengejek setan darah.
Wajah setan darah dan dewi malam semakin jelek dengan ejekan Fang An, keduanya sangat ingin merobek mulut Fang An, tapi keduanya dalam kondisi terluka, dan tanpa mereka sadari, Fang An telah menghilang sekali lagi dari hadapan keduanya, lalu detik berikutnya.
Slash.. Slash..
Kepala setan darah dan dewi malam terlepas dari tempatnya, lalu dua kepala itu terjun bebas dari atas dan disusul oleh tubuh keduanya.
__ADS_1
Whush..
Fang An menyusul tubuh setan darah dan dewi malam, lalu dia lepaskan cincin penyimpanan dari jari keduanya, setelah melepaskan cincin penyimpanan keduanya, Fang An perlahan mendarat, lalu dengan santai berjalan kearah lima ribu pasukan pemuja iblis.
Kelima ribu pasukan pemuja iblis ketakutan dan bergerak mundur, mereka meninggalkan tongkat setan yang duduk bersandar disalah satu pohon besar.
"Jangan mendekat! jangan mendekat!" ucap tongkat setan ketakutan, kini dia sadar siapa sosok yang ada didepannya, sosok yang tidak boleh disinggung sama sekali.
Whush..
Fang An melesat cepat dan memenggal kepala tongkat setan, lalu Fang An melepaskan cincin penyimpanan tongkat setan dari jarinya juga.
Setelah itu, Fang An mengalihkan pandangannya pada lima ribu pasukan pemuja iblis yang berlari menyelamatkan diri.
"Apa aku juga membunuh mereka?" gumam Fang An bingung.
"Tapi akan sangat melelahkan jika harus membunuh mereka semua," gumamnya lanjut.
"Baiklah, aku akan membunuh mereka sebanyak mungkin," gumamnya lagi, lalu melesat mengejar Lima ribu pasukan pemuja iblis yang lari kocar kacir.
Slash.. Slash.. Slash..
Slash.. Slash.. Slash..
Dalam hitungan menit mengejar, satu persatu pasukan pemuja iblis yang berada paling belakang, kepala mereka terlepas dari tempatnya, Fang An sudah menggunakan teknik langkah bayangan dan teknik pedang tanpa bayangan dan mulai melakukan pembantaian.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1