
Beberapa menit kemudian zachery dan Giovanni sampai di tempat yang tercium aroma obat yang kuat, tempat tersebut dikenal dengan nama fraksi obat, tempat para alkimia bekerja keras membuat pil untuk memenuhi kebutuhan sekte dan sebagai barang untuk dijual.
"Aromanya sangat menyengat, aku yakin di tempat ini memiliki lebih dari seribu obat didalamnya." Gerutu zachery saat mencium aroma obat di wilayah tersebut.
"Jangan terlalu heran, saat ini lebih dari seribu alkimia sedang membuat obat secara bersamaan." Balas Giovanni dengan langsung mendorong tubuh zachery untuk masuk ke dalam bangunan di depannya.
Sesampainya di dalam mereka melihat lemari dengan beberapa buku tersusun rapi di dalamnya, menurut giovanni itu adalah buku yang digunakan para alkimia untuk membuat sebuah pil, setiap tingkat akan semakin banyak resep obat yang bisa dibuat dan jika seorang alkimia menemukan suatu pil yang berguna, mereka akan menulisnya di buku tersebut.
Jadi bisa dibilang pengetahuan juga merupakan sumber daya sekte yang tak ternilai harganya, mereka menemui salah satu anggota sekte fraksi obat di meja administrasi untuk mengambil persediaan obat.
"Kami ingin ini seratus pil untuk setiap botol." Zachery menyerahkan selembar kertas.
"Hei apa kau yakin, ini terlalu banyak, untuk apa mengambil sebanyak ini bukankah kita tidak disuruh oleh tetua kin untuk ini." Giovanni berbisik di samping zachery karena zachery meminta pil yang tidak diperintahkan oleh kin.
Wanita yang menjaga meja tersebut menjadi ragu, seorang pendekar muda tidak akan meminta banyak pil untuk hanya di konsumsi berdua, apalagi pil yang diminta oleh zachery begitu bernilai, setara dengan sumber daya seorang tetua yang memiliki puluhan murid.
Zachery dan Giovanni sebenarnya hanya diperintahkan untuk mengobati luka mereka dan segera kembali setelah mendapatkan obatnya, tapi zachery ingin meminta lebih karena menurutnya pil - pil tersebut untuk latihan ke depannya jadi dia tidak akan mengambil pil lagi kemari.
"Tapi tetap saja, jika tetua kin tahu...aku tidak akan membelamu." Giovanni memperingatkan.
"Tenang saja, aku yang akan bertanggungjawab." Zachery menenangkan giovanni.
Kali ini Giovanni pasrah mengikuti keinginan zachery, sementara wanita dihadapannya masih tidak bisa percaya dengan permintaan zachery yang meminta seratus pil untuk sepuluh obat yang berbeda.
"Maaf tapi menurutku jumlah yang kalian minta terlalu banyak untuk di konsumsi berdua." Ujar wanita tersebut.
"Tidak kami memang butuh sangat banyak, kau tinggal bawakan saja pada kami." Balas zachery, dirinya tersenyum hangat untuk meyakinkan orang tersebut.
Dengan terpaksa wanita tersebut mengambil obat yang diminta oleh zachery.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, perlu waktu untuk mengambil semuanya kalian bisa duduk dahulu disana." Wanita tersebut menunjuk sebuah kursi lengkap dengan meja untuk orang yang bertamu.
Sekitar lima belas menit berlalu wanita tersebut kembali dengan membawa beberapa botol pil yang diminta zachery, beberapa pil tersebut di muat dalam satu kotak yang cukup besar, terbuat dari kayu besi yang biasa tumbuh disekitar sekte.
"Ini, semua permintaan kalian ada disini." Ujar wanita Tersebut sembari menyerahkan kotak kayu tersebut pada zachery.
"Terimakasih lain kali kami akan datang kemari jika persediaannya sudah habis." Zachery memberi senyum hangat dan mengajak Giovanni untuk segera keluar karena sudah tidak tahan bau obat-obatan di tempat tersebut.
"Apa? lain kali katamu, persediaan mu ini cukup untuk satu tahun jika hanya di konsumsi berdua." Celetuk Giovanni.
"Apa? Dari tadi berarti kau tidak mendengar percakapanku dengan wanita itu, kau lihat apa tadi?" Tanya zachery dengan kesal.
"Ya...ada wanita yang lebih cantik di balik jendela, tadi jadi aku menatapnya terus menerus, mungkin aku bisa mengetahui tempat tinggalnya." Giovanni terkekeh.
"tidak masalah sih, laki - laki biasanya punya selera berbeda." Balas zachery
Zachery melihat teman dan rivalnya itu ternyata juga cukup menyukai wanita.
Tingginya sekitar 160 cm, rambutnya panjang sebahu, dan memiliki paras yang cantik terlebih bulu matanya yang lentik bisa memikat laki - laki untuk lebih lama dalam menatapnya.
Zachery dan giovanni pun sempat terpesona karena kecantikannya sebelum mengetahui sifat asli wanita tersebut.
"Berhenti kalian, lihatlah kalian membawa begitu banyak pil dalam botol itu, tidak mungkin kalian akan mengonsumsi itu untuk berdua."
"Memang benar, kami berdua saja yang akan mengonsumsi nya, apakah ada masalah." Jawab zachery sembari mengajak giovanni untuk pergi karena terganggu dengan orang yang tiba - tiba menghadang mereka.
Merasa tidak dipedulikan wanita tersebut kemudian memberhentikan zachery dan giovanni lagi.
"Aku bilang berhenti, kalian harus mengembalikan sebagian besar pil dalam botol itu." Gerutu wanita Tersebut.
__ADS_1
"Kau itu cantik tapi sayangnya sifatmu yang begini tidak disukai pria, katakan dulu siapa namamu." Jawab zachery dengan ketus dia juga terpancing amarahnya karena dihentikan dua kali oleh wanita tersebut.
"Aku edward Clarissa, semua yang ku lakukan tidak ada hubungannya dengan namaku jadi cepat kembalikan pil yang kalian minta." Wanita tersebut akhirnya mengatakan nama yang membuat Giovanni terkejut ketika mendengarnya.
"Oh tidak, kita bertemu orang yang merepotkan zachery, ini gawat." Bisik Giovanni perlahan agar Clarissa tidak mendengarnya.
Ekspresi wajah zachery berubah menjadi lebih buruk, dia terkejut orang dihadapan mereka saat ini adalah seorang yang penting di wilayah tersebut.
"Kau yakin itu Giovanni, dia orangnya kah?" Tanya zachery masih tidak percaya dengan perkataan Giovanni.
"Benar mereka dari keluarga yang sama, aku tidak mungkin salah karena ayahnya sering berkunjung ke rumah saat aku kecil hingga sekarang." Giovanni meyakinkan zachery bahwa anggapannya tidak mungkin salah.
Zachery berusaha untuk kembali tidak menghiraukannya tetapi wanita tersebut tidak membiarkan mereka untuk kabur begitu saja.
"Jangan kalian pikir karena aku wanita, tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan kalian." Gerutu Clarissa, dia kesal karena selama ini selalu mendapatkan sikap yang sama dari lelaki yang melihatnya.
"Tidak kami bukannya ingin berniat kabur, tapi ada urusan mendesak lainnya." Zachery mengelak.
"Tidak bisa dipercaya, kalau kalian ingin pergi hadapi dulu aku." Clarissa maju dengan sebilah pedang di tangannya.
Zachery dengan sigap menarik pedang di pinggang giovanni karena pedang cahaya giok nya dia tinggalkan di villa cahaya Phoenix, kedua pedang mereka bertemu menimbulkan keributan disekitar wilayah tersebut, anggota sekte disekitar wilayah tersebut mengenal salah satu orang yang terlibat di dalamnya.
"Hei bukannya itu..."
"Ya kau benar dia Clarissa, dia memulai keributan lagi rupanya."
"Ya ampun, lebih baik kita tidak Disini."
Semua orang di wilayah tersebut membicarakan Clarissa, karena sebelumnya juga dia sering membuat keributan seperti ini bahkan ada kejadian yang lebih besar lagi saat itu.
__ADS_1
sekitar beberapa menit kemudian barulah terjadi sesuatu yang memberhentikan keributan mereka berdua.