
Di Kediaman Bangsawan Han.
Ke 56 pembunuh bayaran semakin dekat, saat melihat kultivasi mereka, ketua pelindung bayangan ketar ketir, meski kultivasi seimbang, tapi pembunuh bayaran unggul dalam jumlah, sehingga membuat ketua pelindung bayangan ketar ketir.
"Beritahu aku apa yang kamu tahu tentang pemilik kediaman ini! jika kamu berkata jujur, aku pastikan kalian semua tetap hidup," ucap Fang An yang masih belum tahu apakah dia membantu atau tidak.
"Kamu serius anak muda?" tanya ketua pelindung bayangan.
"Hemm.." hanya itu yang keluar dari mulut Fang An.
"Tuan Han Mu adalah perdana menteri kerajaan Ning, dia orang yang jujur dan juga adil, sudah banyak pejabat yang dia bongkar kejahatan mereka, terakhir perdana menteri membongkar kejahatan mentri ekonomi, dimana mentri ekonomi korupsi, sehingga dia ditangkap," ucap ketua pelindung bayangan serius dan juga jujur.
"Kamu tidak sedang membohongi ku bukan?" tanya Fang An ragu.
"Aku tidak sedang berbohong muda, kamu bisa tanyakan saja pada penduduk ibukota dan kota kota lainnya tentang sosok perdana menteri!" jawab ketua pelindung bayangan.
"Baiklah, anggap saja aku percaya padamu!" ucap Fang An, lalu detik itu juga dia menghilang dari samping ketua pelindung bayangan.
Tidak sampai satu menit berikutnya, ke 56 pembunuh bayaran sudah terlihat jelas, meski mereka menggunakan pakaian berwarna hitam, tapi karena ada cahaya lampion, ke 56 pembunuh bayaran itu dapat dilihat.
Saat ketua pelindung bayangan semakin ketar ketir melihat mereka, tiba tiba dia dan kesembilan pelindung bayangan lainnya terbelalak, dimana mereka lihat satu persatu pembunuh bayaran jatuh kebawah tanpa kepala.
Yang membuat mereka lebih bingung lagi adalah, mereka tidak tahu dan tidak melihat siapa yang membunuh para pembunuh bayaran itu, namun tidak detiknya selalu ada korban yang jatuh tanpa kepala.
Mereka tidak melihat jika saat ini Fang An bergerak dengan teknik langkah bayangan dan pedang tanpa bayangan, lalu dia menebas satu persatu kepala para pembunuh bayaran.
"Tunjukkan dirimu! jangan jadi pengecut dengan membunuh diam diam!" ucap ketua pembunuh bayaran murka.
Mendengar ucapan ketua pembunuh bayaran, Fang An tetap tidak menunjukkan diri, dia sibuk menebas satu persatu kepala para pembunuh bayaran yang lain, tidak sampai sepuluh menit, semua anak buah pembunuh bayaran habis dibantai Fang An, padahal mereka memiliki kultivasi yang setara dengan Fang An.
Whush...
__ADS_1
Fang An muncul tepat didepan ketua pembunuh bayaran, sementara pedangnya sudah dia acungkan dileher ketua pembunuh bayaran, Fang An kemudian berkata.
"Berikan aku satu alasan agar tidak membunuh mu!" ucap Fang An datar.
"Apa kamu mengancam ku anak muda?" tanya ketua pembunuh bayaran.
"Terserah kamu mau berkata apa pak tua! tapi nyawamu tergantung dengan alasan mu!" balas Fang An tetap datar.
"Bunuh saja aku anak muda! percuma saja jika kamu ingin menginterogasi ku," ucap ketua pembunuh bayaran.
Meskipun sebagai pembunuh bayaran, tapi mereka punya komitmen, menjaga rahasia klien adalah harga mati, sama seperti author yang setia dengan NKRI, karena NKRI harga mati.
"Baiklah jika itu mau mu, dengan senang hati aku memberikanmu kematian yang cepat," ucap Fang An menggeleng kepala, dia tidak menduga jika ketua pembunuh bayaran rela mati demi rahasia klien nya.
Lalu detik berikutnya, leher ketua pembunuh bayaran tersayat oleh pedang Fang An, darah pun menyembur keluar, lalu ketua pembunuh bayaran terguling dari atas atap dan jatuh ketanah.
Ketua pelindung bayangan dan kesembilan pelindung bayangan terbelalak sekali lagi, sekali lagi Fang An sukses membuat mereka tidak bisa berkata kata dan hanya membuka mulut dan terbelalak.
"Benar ketua, aku juga seperti mengenal setiap gerakan dan kecepatan yang dilakukan pemuda itu," timpal pelindung bayangan yang lain.
"Aku juga melihatnya, gerakan, kecepatan dan ketangkasan pemuda itu sangat mirip dengan yang biasa dilakukan topeng bayangan," jawab ketua pelindung bayangan.
"Jadi?" ucap pelindung bayangan yang pertama kali berbicara.
"Benar, dia pasti murid topeng bayangan," jawab ketua pelindung bayangan memotong.
Didepan mereka, Fang An tidak menghiraukan keterkejutan dan kekaguman kesepuluh pelindung bayangan, setelah membunuh ketua pembunuh bayaran, Fang An bergerak zig zag dan melepaskan cincin penyimpanan dari jari mereka.
Selesai melepaskan semua cincin penyimpanan dan memasukkan kedalam cincin penyimpanan miliknya, Fang An melesat dan menghilang begitu saja, dia tidak ingin berada lebih lama lagi di kediaman bangsawan Han, karena tidak jauh dari kediaman bangsawan Han, ada sebuah kota kecil disana.
*********
__ADS_1
Di Kota Lemon.
Pertempuran antara prajurit kekaisaran dan ketiga kerajaan melawan bendera lima warna sudah dimulai sejak satu jam yang lalu, selama satu jam pertempuran, sudah ada ribuan orang dari kedua belah pihak yang menjadi korban.
Jendral besar Yuzhao menjadi lawan Gu Gao, Jendral besar Gufhan menjadi lawan salah satu patriak sekte, karena kultivasi mereka seimbang, gerakan dan kecepatan mereka juga seimbang, sehingga menjadikan pertarungan mereka sangat sengit.
Sebelum bertarung, baik jendral Yuzhao, Gu Gao, jendral Gufhan dan Patriak sekte yang menjadi lawannya, keempatnya memberi perintah pada pasukan agar jangan mengganggu pertarungan mereka, hal itu menjadikan pertarungan mereka bersih dan tidak ada kecurangan seperti pertarungan turnamen.
Pasukan bendera lima warna berusaha mendobrak masuk kedalam kota, tapi pasukan dari kekaisaran dan ketiga kerajaan memberikan perlawanan sengit, apa lagi pasukan yang dikirim kekaisaran dan kedua kerajaan lainnya, merupakan pasukan khusus di kekaisaran dan kerajaan mereka, sehingga mereka dapat memberikan perlawanan yang hebat.
Menjelang pagi.
Pertempuran masih saja sengit, meski sudah bertempur semalaman penuh, tapi korban dari kedua belah pihak bisa dibilang baru 40% yang menjadi korban dari kedua belah pihak, baik prajurit maupun pasukan bendera lima warna, jika ada yang terluka, segera menarik diri dan menyembuhkan luka mereka, setelah sembuh, mereka ikut bertempur kembali.
Pertarungan antara Jendral besar Yuzhao melawan Gu Gao juga semakin sengit, keduanya menaikkan intensitas serangan, sehingga setiap tebasan dan tusukan yang keduanya lepaskan, menjadi serangan yang sangat mematikan.
Meski begitu, baik jendral besar Yuzhao maupun Gu Gao, keduanya sama sama bisa memblokir dan melompat menghindar dari serangan yang dilepaskan masing masing dari keduanya.
"Keluarkan semua kemampuan mu jendral!" ucap Gi Gao disela sela pertarungan mereka.
"Justru kamu yang harus mengeluarkan semua kemampuan mu Gu Gao! kamu bahkan tidak bisa membuatku berkeringat, apalagi menyentuh pakaian ku," balas jendral Yuzhao tanpa ekspresi.
"Baiklah, terimalah serangan ku!" balas Gu Gao, lalu melesat menyerang jendral Yuzhao.
Tidak jauh dari jendral Yuzhao dan Gu Gao, jendral besar Gufhan dan Patriak sekte yang menjadi lawannya juga bertarung dengan sengit, keduanya masih belum mengalami luka sayatan tau tusukan juga, sehingga pertarungan keduanya tidak kalah sengit dengan pertarungan jendral Yuzhao dan Gu Gao.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...