Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Membunuh Wu Jao & Jinshi


__ADS_3

"Siapa kamu?" saat Fang An melesat ke tengah tengah mereka, seorang jendral kerajaan Luo bertanya dengan sikap waspada, begitu juga dengan para prajurit kerajaan Luo.


"Aku berasal dari kerajaan Luo, aku lihat prajurit kerajaan Luo berada disini, karena itulah aku kesini," jawab Fang An tersenyum, tidak lupa dia menangkupkan tangannya dengan hormat.


"Untuk apa kamu berada disini anak muda? cepat pergi dari sini! perang segera dimulai," ucap sang jendral lagi.


"Karena itulah jendral, karena perang akan dimulai, aku kesini untuk bergabung dengan jendral dan semua prajurit kerajaan Luo, jika jendral tidak mengizinkan ku bergabung," balas Fang An yang masih tetap ramah.


"Anak muda, kamu bukan prajurit kerajaan atau istana, kamu tidak memiliki kewajiban untuk ikut bertempur, sebaiknya kamu kembali saja!" ucap jendral kerajaan Luo lagi.


Jendral itu melihat Fang An masih sangat muda, bahkan untuk menjadi seorang prajurit saja masih belum cukup umur, namun Fang An ingin bergabung bersama prajurit untuk melawan bendera lima warna.


"Baiklah jika jendral tidak ingin aku bergabung, aku bisa bergabung dengan pasukan yang lain," ucap Fang An sedikit kesal, lantas dia ingin meninggalkan mereka, tapi saat Fang An akan pergi, salah satu jendral menahannya.


"Tunggu dulu anak muda!" ucap jendral yang lain menahan Fang An.


Fang An melirik sang jendral, dia tahu sang jendral pasti setuju dengan dia bergabung.


"Ada apa jendral?" tanya Fang An.


"Jika kamu ingin bergabung, tetaplah berada di barisan paling belakang!" ucap sang jendral.


Fang An tersenyum dan menggeleng kepala, kemudian dia berkata.


"Aku bergabung bukan karena ingin berada dibelakang, jendral," ucap Fang An menggeleng kepala.


Saat sang jendral masih akan mau membalas, Wu Jao dan Jinshi sudah mendekat, jarak keduanya dan pasukan kerajaan Bei dan lainnya hanya 50 meter.


"Sebelum pertempuran dimulai, aku ingin menantang jagoan kalian berduel," dengan penuh percaya diri, Jinshi ingin berduel dengan salah satu jagoan prajurit kerajaan maupun istana.


Kedua jendral besar kekaisaran, ketiga jendral besar kerajaan Bei dan kedua jendral besar kerajaan Luo, tidak langsung membuka suara, mereka masih tidak percaya Jinshi mau berduel dengan salah satu dari mereka.


Whush..

__ADS_1


Saat para jendral masih kebingungan, Fang An sudah lebih dulu melesat kedepan mereka, jarak Fang An dan kedua ketua bendera lima warna itu kurang dari lima meter, Fang An kemudian berkata.


"Aku ingin melawan kalian berdua, itupun jika kalian punya nyali," ucap Fang An setelah berada didepan Wu Jao dan Jinshi.


Wu Jao dan Jinshi sedikit tercengang dengan kemunculan Fang An yang tiba tiba, namun keduanya merasa lucu, keduanya merasa lucu karena Fang An seorang anak muda, tapi ingin bertarung dengan mereka, dengan usia Fang An yang baru menginjak 18 tahun, tentu keduanya tahu Fang An masih sangat lemah.


"Jangan bercanda anak muda! aku tidak ingin membunuh anak ingusan sepertimu!" ucap Jinshi menggeleng kepala.


"Apa kamu takut?" tanya Fang An singkat.


"Takut? padamu? Hahaha... jangan bercanda anak muda!" balas Jinshi percaya diri.


"Aku sarankan sebaiknya kalian berdua maju bersama, karena hanya akan membuatku tidak berkeringat jika hanya melawan salah satu dari kalian," ucap Fang An tetap tenang.


"Baiklah, jika kamu ingin mati dengan cepat, akan aku kabulkan permohonan mu," balas Jinshi, lalu melesat kearah Fang An.


Whush...


Jinshi bergerak cepat menyerang Fang An dengan pedang, namun saat langkahnya baru tiga langkah.


Slash..


Wu Jao, dan semua pasukan bendera lima warna terbelalak dibuatnya, dalam satu serangan, Fang An membunuh Jinshi dengan sangat mudah, bahkan tidak ada dari mereka yang melihat bagaimana Fang An membunuh Jinshi, tiba tiba kepala Jinshi terlepas begitu saja.


Bukan hanya Wu Jao dan pasukan bendera lima warna, kedua jendral besar kekaisaran, ketiga jendral besar kerajaan Bei, kedua jendral besar kerajaan Luo dan semua pasukan juga terbelalak, yang paling terkejut lagi adalah kedua jendral kerajaan Luo yang meremehkan Fang tadi.


"Apa kamu terkejut pak tua?" ucap Fang An tersenyum, dan suara Fang An mengagetkan Wu Jao yang masih menatap kosong tubuh Jinshi tanpa kepala itu.


"Si-siapa kamu sebenarnya anak muda?" Wu Jao langsung bersikap waspada, kini dia sadar dengan pemuda yang ada didepannya.


"Tanyakan saja pada teman mu ini di neraka! aku yakin dewa neraka sudah memberitahunya siapa aku," jawab Fang An tersenyum, lalu detik berikutnya, Fang An menghilang dari pandangan semua orang.


Saat Fang An menghilang, Wu Jao langsung bersikap siaga, dia menajamkan matanya untuk mencari keberadaan Fang An, namun tetap saja Wu Jao tidak dapat menemukan keberadaan Fang An.

__ADS_1


Slash..


Beberapa detik setelah Fang An menghilang, kepala Wu Jao terlepas dari tempatnya dan terjatuh ketanah, dan disusul tubuh tanpa kepala.


"Dasar bodoh," ucap Fang An setelah melepaskan kepala Wu Jao.


Tanpa menghiraukan keterkejutan semua orang, dengan santai Fang An melepaskan cincin penyimpanan keduanya dan memasukkan kedalam cincin penyimpanan miliknya.


"Apa kalian hanya berdiri begitu saja dan melepaskan mereka kembali?" ucap Fang An tersenyum kearah kedua jendral besar kekaisaran.


Saat selesai berbicara, Fang An melesat kearah ke 10 Patriak sekte yang merupakan petinggi bendera lima warna, Fang An dapat mengenali mereka dari kultivasi yang mereka miliki.


Slash Slash Slash


Slash Slash Slash


Fang An memenggal satu demi satu kepala dari 10 Patriak sekte yang merupakan petinggi bendera lima warna, hal itu membuat pasukan mereka bergerak mundur menjauh.


Sementara itu, kedua jendral besar kekaisaran juga memberi perintah pada pasukan untuk menyerang bendera lima warna yang tanpa memiliki pemimpin lagi.


Para pasukan pun bergerak menyerang dengan semangat membara, kini tidak ada lagi pemimpin dari bendera lima warna, di tambah lagi dengan adanya Fang An di pihak mereka.


Saat kedua pasukan besar bertemu, pertempuran besar pun terjadi, kedua jendral besar kekaisaran, ketiga jendral besar kerajaan Bei dan kedua jendral besar kerajaan Luo membunuh pasukan bendera lima warna dengan tidak terlalu kesulitan.


Fang An sendiri setelah membunuh ke 10 Patriak sekte, dia juga terus membantai pasukan bendera lima warna dengan sangat cepat, dengan menggunakan teknik langkah bayangan dan pedang tanpa bayangan, Fang An bergerak dengan sangat cepat dan melepaskan satu demi satu kepala pasukan bendera lima warna.


Dibelakang pertempuran, seorang gadis cantik berpenampilan laki laki memacu kuda dengan kecepatan tinggi, gadis cantik itu tidak lain adalah Yue Lin, kurang dari tiga puluh menit lagi Yue Lin akan tiba ditempat pertempuran.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih....


__ADS_2