Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Menemani Yue Lin Berbelanja


__ADS_3

Saat baru menutup mata, terdengar ketukan pintu dari luar, Fang An kemudian membuka mata dan turun dari kasur, lalu berjalan kearah pintu dan membukanya.


"Gege," panggil Yue Lin lembut.


"Ada apa Lin'er?" tanya Fang An tersenyum.


"Aku ingin membeli beberapa pakaian, bisa tidak Gege temani aku?" tanya Yue Lin penuh harap.


"Kenapa tidak? siapa yang menilai ajakan gadis secantik kamu Lin'er?" goda Fang An.


"Gege," Yue Lin menunduk malu.


"Hehehe.. ayo kita jalan jalan!" ucap Fang An terkekeh, lagi lagi dia berhasil membuat Yue Lin tersipu malu.


Fang An dan Yue Lin kemudian keluar dari penginapan, dan hari masih sore, keduanya pergi ke pusat kota, Yue Lin tahu setiap toko mewah berada dipusat kota, karena dia sudah sering berbelanja pakaian hampir disetiap kota yang dia singgahi.


"Setelah dari istana kekaisaran nanti, kamu harus berlatih kembali Lin'er! kultivasi mu saat ini masih cukup rendah untuk berada di benua tengah," ucap Fang An setelah berada diluar penginapan.


"Aku tahu Gege, tapi tidak ada sumber daya lagi untuk meningkatkan kultivasi ku," jawab Yue Lin menganggukkan kepala.


Yue Lin sudah tahu dengan kultivasi yang dimiliki Fang An saat ini, dia sadar sangat tidak cocok berdiri disamping Fang An dengan kultivasi nya yang sekarang, masih terlalu lemah sebenarnya.


"Kamu tidak usah memikirkan hal itu! aku memiliki beberapa sumber daya untuk meningkatkan kultivasi mu," ucap Fang An lembut.


Fang An berencana memberikan dua atau tiga buah buah abadi untuk Yue Lin, Fang An tahu jika menghadapi lawan yang kuat, dia tidak bisa melindungi Yue Lin saat bertarung, jalan satu satunya adalah meningkatkan kultivasi Yue Lin.


Fang An tidak masalah jika keempat buah buah abadi yang tersisa, dia berikan pada Yue Lin, Fang An masih ingat jelas bagaimana dia berjanji akan menjaga dan melindungi Yue Lin, karena itulah dia ingin Yue Lin menjadi kuat seperti dirinya.


"Benarkah Gege?" tanya Yue Lin dengan mata berbinar.


"Hem.." hanya itu yang keluar dari mulut Fang An, namun dia juga menganggukkan kepala.


Fang An dan Yue Lin terus mengobrol, dan melewati keramaian yang ada di jalanan kota, banyak pasang mata yang menatap iri pada keduanya, gadis gadis muda terpesona dengan ketampanan Fang An, sementara para pemuda juga terpesona dengan kecantikan Yue Lin.

__ADS_1


Fang An dan Yue Lin tidak menghiraukan mereka dan terus berjalan sambil mengobrol, tanpa terasa keduanya sudah berada dipusat kota, Yue Lin kemudian menunjuk toko perhiasan yang ada di sebelah kanan mereka, Fang An mengangguk setuju dan keduanya berjalan kearah toko.


Saat Fang An dan Yue Lin hampir masuk kedalam toko, sebuah suara menahan keduanya.


"Tuan muda, nona muda," ucap sebuah suara dari arah belakang.


Fang An dan Yue Lin berhenti dan membalikkan badan mereka, saat berbalik, keduanya melihat sebuah kereta kuda, sementara dari kereta kuda, keluar seorang pria paruh baya dengan mengenakan pakaian bangsawan, pria paruh baya itu adalah tuan kota.


Rupanya ketujuh jendral besar sudah menceritakan sosok Fang An pada tuan kota, sehingga tuan kota ingin bertemu dengan Fang An, tapi karena tidak menemukan Fang An di penginapan, tuan kota mencarinya di pusat kota.


Namun yang Fang An dan Yue Lin perhatikan bukanlah tuan kota, tapi salah satu jendral besar kerajaan, meskipun berstatus sebagai tuan kota, tapi posisi tuan kota sedikit lebih rendah dari jendral besar kerajaan.


"Jendral?" ucap Fang An mengerutkan kening, dia bingung dengan adanya kereta kuda.


"Salam tuan muda," tuan kota menyala Fang An dengan hormat.


Para pelanggan dan penduduk kota yang berada disekitar situ sangat penasaran dengan sosok Fang An dan Yue Lin, bahkan tuan kota sendiri turun kejalan hanya untuk bertemu keduanya.


"Aku Cheng Yen, tuan muda, tuan kota disini," ucap Cheng Yen mengenalkan diri.


Fang An dan Yue Lin sedikit tersentak saat tahu pria paruh baya yang berada didepan mereka adalah tuan kota, namun dengan cepat keduanya mengendalikan diri.


"Salam tuan kota! aku Fang An," ucap Fang An mengenalkan diri.


"Salam tuan kota! aku Yue Lin," ucap Yue Lin yang juga mengenalkan diri.


"Tuan muda, nona muda, jika tuan muda dan nona muda tidak keberatan, aku mengundang tuan muda dan nona muda untuk jamuan besok pagi," ucap Cheng Yen menyampaikan tujuannya mencari mereka.


Sebenarnya Cheng Yen bisa saja mengutus jendral kota atau komandan untuk mengantarkan undangan, tapi mendengar cerita dari ketujuh jendral yang bertempur, Cheng Yen merasa dia sendiri yang turun tangan langsung.


Seperti biasa, Fang Yun tersenyum dan menoleh pada Yue Lin, namun kali ini Yue Lin tidak setuju, Yue Lin tidak setuju bukan tanpa alasan, dia khawatir tuan kota memiliki putri cantik dan dapat menarik perhatian Fang An.


Melihat tidak ada respon dari Yue Lin, Fang An hanya bisa tersenyum masam dan berkata.

__ADS_1


"Aku dan Lin'er merasa sangat terhormat karena mendapat undangan dari tuan kota, tapi aku sangat minta maaf karena tidak dapat menghadiri undangan tuan kota," ucap Fang An menangkupkan tangan.


Bukannya Fang An takut tuan kota marah, hanya saja Fang An merasa tidak enak menolak undangan itu, apalagi Cheng Yen yang turun tangan sendiri mengundang keduanya.


Mendapat penolakan dari Fang An, wajah cerah Cheng Yen seketika berubah jadi kusut, meski begitu, Cheng Yen paham dengan penolakan yang Fang An berikan.


"Tidak masalah tuan muda, jika ada waktu, mampirlah ke istana kota!" ucap Cheng Yen sedikit kecewa.


"Terima kasih pengertian nya tuan kota," balas Fang An merasa tidak enak hati.


Setelah mengobrol sebentar, Cheng Yen dan lainnya kembali ke istana kota, sementara Fang An dan Yue Lin masuk kedalam toko perhiasan.


Tentu saja Fang An dan Yue Lin mendapat perlakuan khusus saat berada didalam toko, bahkan tuan kota saja sangat menghormati Fang An, apalagi dia yang hanya pelayan toko.


"Ada yang bisa aku bantu tuan muda, nona muda?" tanya pelayan toko ramah.


"Keluarkan semua perhiasan terbaik yang kalian miliki!" balas Fang An yang juga ramah.


"Baik tuan muda, mohon tunggu sebentar!" ucap pelayan toko, Fang An mengangguk setuju, pelayan kemudian masuk kedalam toko untuk mengambil perhiasan terbaik yang mereka miliki.


Tidak beberapa lama, pelayan tadi kembali dengan membawakan beberapa perhiasan, seperti anting, gelang dan juga kalung, perhiasan perhiasan itu terbuat dari bahan langka dan khusus, sehingga harganya juga tidak main main.


"Aku yang kalung ini, Gege," ucap Yue Lin senang, lalu mengambil kalung yang menurutnya paling cantik.


Fang An tersenyum dan mengangguk, kemudian menyuruh Yue Lin untuk memilih saja yang disukainya.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2