
Yue Lin tidak sabaran untuk segera tiba dan terlibat dalam pertempuran, dengan lincah Yue Lin menunggang kuda.
"Hiya.. Hiya.. Hiyaaa.." Yue Lin terus memacu kuda dengan kecepatan tinggi, dia tidak peduli jika kuda yang ditunggangi nya sudah kelelahan.
Puluhan menit berikutnya, Yue Lin dapat melihat pertempuran yang berkecamuk hebat didepannya, tentu saja dia dapat membedakan mana pasukan istana dan mana pasukan bendera lima warna.
Whush..
Yue Lin melompat dari kuda dan melesat ketengah tengah pertempuran yang sedang berlangsung sengit itu.
Ditengah tengah pertempuran, Fang An terus bergerak lincah dan menebas setiap kepala pasukan bendera lima warna, selain Fang An, ketujuh jendral kekaisaran dan kerajaan juga melakukan hal yang sama, ketujuhnya juga terus membunuh pasukan bendera lima warna dengan sengit.
Satu jam setelah terjadinya pertempuran, sudah banyak jatuh korban dari kedua belah pihak, namun pasukan bendera lima warna yang jauh lebih banyak, itu semua tidak lepas dari jumlah korban yang Fang An bunuh tidak sedikit.
Dalam waktu satu jam, Fang An membunuh lebih dari 500 pasukan bunga darah, namun dia tetap prima dan mengeluarkan kekuatan 75% untuk melakukan pembantaian.
"Mundur!" salah satu anggota bendera lima warna berseru mundur, dia melihat tidak ada tanda tanda kemenangan dipihak mereka, sehingga berseru mundur.
Pasukan bendera lima warna yang mendengar seruan mundur, segera mereka bergerak mundur dan melarikan diri, tapi Fang An yang sudah tahu hal itu akan terjadi, sudah lebih dulu berada dibelakang mereka.
Saat pasukan bendera lima warna bergerak mundur, pasukan yang berlari kearah Fang An, tidak ada yang dia biarkan hidup, pergerakan Fang An yang tidak terlihat itu membuat pasukan bendera lima warna semakin ketar ketir, hal itu memecahkan konsentrasi mereka, sehingga dibunuh oleh pasukan kerajaan dan kekaisaran pun tidak mereka sadari.
"Jangan biarkan mereka kabur! kejar dan bunuh mereka semua!" seru salah satu jendral besar kekaisaran.
Pasukan kekaisaran dan kedua kerajaan pun melakukan pengejaran, sementara Fang An masih sibuk membantai pasukan bendera lima warna yang berlari kearahnya tanpa mereka sadari, saat tersadar, kepala mereka sudah terlepas dari tempatnya.
Tidak jauh dari Fang An, Yue Lin juga terus bertarung dengan pasukan bendera lima warna yang memiliki kultivasi pejuang kaisar tahap menengah kebawah, sebagai kultivator pejuang kaisar tahap puncak, tidak terlalu sulit bagi Yue Lin untuk membunuh pasukan bendera lima warna.
Satu jam kemudian.
__ADS_1
Setelah berada dibelakang pasukan bendera lima warna, entah sudah berapa ribu nyawa pasukan bendera lima warna yang direnggut Fang An, tapi yang pasti sangat banyak.
Sisa pasukan bendera lima warna dapat melarikan diri ke hutan, mereka melarikan diri dengan tercerai berai, tidak ada yang memikirkan nasib teman maupun saudara mereka, yang terpenting adalah dapat menyelamatkan diri.
"Kumpulkan saudara saudari kalian dan kuburkan mereka, yang terluka silahkan pulihkan diri, sementara pasukan musuh dibakar semua!" ucap salah satu jendral kekaisaran setelah sisa pasukan bendera lima warna tidak terkejar lagi.
Sisa pasukan bendera lima warna masih cukup banyak yang melarikan diri, dari seratus lima puluh ribu yang datang, yang melarikan diri berjumlah enam puluh ribu, artinya pasukan bendera lima warna yang tewas berjumlah sembilan puluh ribu.
Mendengar seruan jendral besar kekaisaran, pasukan yang terluka bergeser ke hutan tanpa mayat dan menyembuhkan luka, sementara pasukan yang tidak terluka, ada yang menggali lubang, sementara yang lainnya memisahkan saudara saudari mereka untuk dikuburkan.
Setelah berseru, jendral besar kekaisaran berjalan kearah Fang An, lalu diikuti enam jendral besar lainnya, namun dua jendral besar kerajaan Luo merasa tidak enak hati pada Fang An, keduanya merasa tidak pantas menemui Fang An.
"Tuan muda," ucap kedua jendral besar kekaisaran menangkupkan tangan dengan hormat, lalu diikuti kelima jendral besar kerajaan.
"Jendral," balas Fang An yang juga menangkupkan tangannya dengan hormat.
"Jangan sungkan jendral, sebagai kultivator yang terlahir dan besar di kekaisaran Zhou, sudah menjadi kewajiban ku untuk melindungi tanah leluhur, aku tidak bisa diam dan berpangku tangan disaat tanah leluhur ku diserang," balas Fang An tersenyum.
Kedua jendral kerajaan Luo semakin salah tingkah, keduanya tidak tahu harus berkata apa, tapi bagaimana pun juga, keduanya telah meremehkan Fang An.
"Tuan muda," ucap salah satu jendral kerajaan Luo dengan ragu.
"Tidak apa apa jendral, aku mengerti, jendral hanya ingin melindungi ku saja," balas Fang An yang masih tersenyum.
"Terima kasih tuan muda," ucap jendral kerajaan Luo.
Saat mereka mengobrol, Fang An merasakan aura yang sangat familiar baginya, aura yang dirasakan Fang An tidak lain adalah aura milik Yue Lin.
"Lin'er," gumam Fang An yang merasakan aura Yue Lin.
__ADS_1
"Para jendral, aku permisi sebentar," ucap Fang An menangkupkan tangan, dia ingin mencari keberadaan Yue Lin dengan aura yang dirasa.
"Silahkan tuan muda! tapi aku harap tuan muda tidak buru buru pergi dari sini!" balas jendral besar kekaisaran.
"Terima kasih jendral," ucap Fang An, lalu bergerak mengikuti aura yang dirasa, mata Fang An juga menatap tajam setiap prajurit yang berada didepannya.
Fang An berjalan dengan sedikit berlari ke asal aura, dia tidak ingin kehilangan pemilik aura yang dia cari selama ini, karena selain kembali ke benua selatan, Fang An juga mencari keberadaan Yue Lin.
Didepan Fang An dengan jarak 200 meter, Yue Lin yang tidak tahu menahu keberadaan Fang An, mencoba melesat setiap mayat pasukan bendera lima warna dan prajurit kerajaan dan kekaisaran, Yue Lin ingin kembali ke kuda dan melanjutkan perjalanan ke kerajaan Luo, atau lebih tepatnya ke klan Tang.
Tidak beberapa lama, Yue Lin berhasil melewati setiap mayat yang ada didepan nya, kemudian melepaskan tali kuda yang dia kaitkan ke pohon dan menaiki kuda, saat berada diatas kuda dan siap meninggalkan perbatasan.
"Lin'er?"
Sebuah suara terdengar jelas ditelinga Yue Lin, suara itu juga tidak asing bagi Yue Lin, untuk sejenak, Yue Lin mematung diatas kuda, dia masih belum yakin ada yang memanggilnya, apalagi suara yang didengar itu adalah suara yang sangat familiar dan juga suara yang dia rindukan pemilik nya.
Perlahan Yue Lin membalikkan kuda, dia ingin memastikan jika dia benar benar mendengar suara yang sangat familiar itu, saat kuda telah berbalik, dapat Yue Lin lihat seorang pemuda berdiri tepat didepannya.
Meski sudah lama berpisah, dan raut wajah sedikit berbeda dari yang dulu, Yue Lin masih dapat mengenali sosok pemuda yang berdiri didepannya itu.
"Tu-tuan muda?"
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1