Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Teknik Sepasang Pedang & Teknik Pedang Malam


__ADS_3

Keesokan harinya.


Setelah matahari menampakkan diri, Fang An, Yue Lin dan Xiao He Long membuka mata dan menghentikan kultivasi mereka, kekuatan Fang An juga sudah pulih dan kembali kepuncak setelah menyerap energi alam semalaman.


"An'er, pelajarilah teknik itu!" ucap Xiao He Long memberikan sebuah kitab.


"Baik guru," jawab Fang An mengambil kitab.


Fang An kemudian membaca nama kitab, "Teknik Pedang Malam."


"Kenapa nama kitab ini pedang malam guru?" tanya Fang An bingung.


"Hehehe.. teknik itu aku sendiri yang menciptakannya An'er, dan aku memberi nama asal asalan saja," jawab Xiao He Long terkekeh.


"Tapi guru, kenapa gerakannya sangat sulit seperti ini? aku tidak yakin dapat menguasainya," tanya Fang An lagi.


Teknik pedang malam sangat rumit untuk dipelajari, setiap gerakannya sangat sulit untuk dilakukan, dimana saat menyerang, pengguna harus melepaskan serangan dengan cepat dan juga harus tepat sasaran.


Dimana pengguna harus menyerang tepat di beberapa titik kelemahan setiap manusia secara bersamaan, yaitu jantung dan juga leher, selain melepaskan serangan secara bersamaan.


Teknik pedang malam juga disertakan dengan tendangan yang mengarah pada ******** lawan, jadi bisa dikatakan dalam sekali serang, pengguna menyerang tiga titik vital lawan.


"Sudah tidak usah protes! pelajari saja dulu, tidak ada yang mudah didunia ini, semua harus bekerja keras dan harus bersungguh sungguh! hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha,"


"Pepatah orang gurun mengatakan, "Man Jadda Wa Jadah, siapa yang bersungguh sungguh akan berhasil," sekarang lakukan saja perintahku!" balas Xiao He Long panjang kali lebar.


"Orang gurun? maksud guru?" tanya Fang An bingung dengan orang gurun yang dimaksud gurunya.


"Benua suci, ada satu daratan yang bernama orang gurun, mereka hanya pengembala kambing, hidup mereka lebih sudah dari yang lain, meski begitu, orang orang gurun sangat baik dan juga ramah," jawab Xiao He Long menjelaskan.

__ADS_1


Fang An mengangguk mengerti, dia tidak bertanya lagi dan mulai membaca teknik pedang malam.


"Bagaimana dengan mu Lin'er?" Xiao He Long keluar goa dan mendapati Yue Lin yang masih memperagakan teknik sepasang pedang, meski sudah beberapa hari berlatih, tapi tidak ada kemajuan sama sekali yang dia tunjukkan, Yue Lin masih terlalu kaku untuk mempelajari teknik sepasang pedang.


******


Yue Lin Berlatih Teknik Sepasang Pedang



"Pelan pelan saja Lin'er! jika kamu buru buru dan tidak fokus pada setiap gerakannya! kamu akan tetap kaku seperti itu! mempelajari teknik sepasang pedang itu harus dengan jiwa, harus mampu menjiwai pedang itu sendiri, ikuti alunannya! biarkan jiwamu menyatu dengan jiwa pedang!" ucap Xiao He Long memberi penjelasan.


"Apa karena An'er Gege belum mempelajari teknik ini guru? aku merasa sangat kesulitan guru," tanya Yue Lin yang memang kesulitan.


"Teknik sepasang pedang susah memiliki perannya masing masing, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan itu, kamu sebagai wanitanya sudah memiliki gerakannya tersendiri, dan untuk An'er juga sudah ada perannya tersendiri sebagai pria,"


"Jika kamu dan An'er sudah menguasai setiap gerakannya, kalian tinggal menyatukan kekuatan jiwa dan juga kontrak jiwa! kamu sudah paham bukan kontrak jiwa seperti apa yang aku maksud?" ucap Xiao He Long menjelaskan sekaligus bertanya.


"Sudah! lanjutkan saja latihannya!" ucap lanjut Xiao He Long tersenyum, dia tahu murid cantik ha itu malu.


"Baik guru," jawab Yue Lin tanpa mengangkat kepala.


*******


Waktu terus berlalu.


Tanpa terasa 6 bulan sudah Fang An dan Yue Lin berlatih, selama berlatih, Fang An sudah menguasai teknik pedang malam dengan sangat sempurna, jika biasanya Fang An hanya membutuhkan waktu dua sampai tiga minggu untuk menguasai suatu teknik, kali ini Fang An membutuhkan waktu selama enam bulan lamanya.


Selain menguasai teknik pedang malam, Fang An juga sudah menguasai teknik sepasang pedang, meski belum sempurna, tapi Xiao He Long cukup puas dengan Fang An yang cepat tanggap dengan semua gerakannya

__ADS_1


Selain Fang An, Yue Lin juga sudah menguasai teknik sepasang pedang dengan sempurna, hanya saja keduanya belum melakukan kontrak jiwa dengan menggunakan air mereka, sehingga meskipun telah menguasai teknik sepasang pedang, Fang An dan Yue Lin belum bisa menggunakan teknik itu dengan sempurna bila digunakan untuk bertarung nanti.


Yue Lin tidak hanya semata mata berlatih teknik sepasang pedang, dia juga diberi sebuah teknik pedang yang bernama teknik tarian Phoenix Api, teknik ini sangat lembut dan juga lentur, namun setiap serangannya sangat mematikan.


Selain mempelajari teknik sepasang pedang dan tarian Phoenix Api, kultivasi Yue Lin juga meningkat, semua itu tidak lepas dari buah buah abadi yang Fang An berikan, dimana Fang An berikan dua buah buah abadi dan Yue Lin sudah memakan habis kedua buah buah abadi itu.


Karena kedua buah buah abadi, kultivasi Yue Lin meningkat ke pejuang surgawi tahap puncak, meski sudah mencapai ranah pejuang surgawi tahap puncak, tapi Yue Lin masih kurang pengalaman bertarung, sehingga sebelum berpisah dengan Xiao He Long, Fang An ingin Yue Lin menembus ke pejuang surgawi tahap puncak lebih dulu.


Waktu terus berlalu, tak terasa 6 bulan sekali lagi berlalu, kekuatan Fang An saat ini meningkat ke dewa bumi tahap menengah, dimana Li Feng meningkatkan kultivasi nya dengan dua buah buah abadi yang tersisa, kini Fang An adalah satu satunya kultivator di alam bawah yang tidak tertekan oleh aturan ruang dan waktu.


Selama 6 bulan itu juga, Fang An dan Yue Lin terus berlatih, selain berlatih, keduanya juga latih tanding, lebih tepatnya Fang An memberi arahan pada Yue Lin agar setiap serangan dan pertahanan yang dia lakukan itu tidak muda dibaca oleh lawan dan meninggalkan cela untuk lawan menyerang balik.


"Bagus An'er! Lin'er! sekarang kemampuan bertarung kalian meningkat pesat, meski begitu, jangan pernah berpuas diri, terutama kamu An'er! di alam bawah ini memang tidak ada lawan untuk mu, tapi jika kamu pergi ke benua suci atau alam langit, kamu hanyalah semut," ucap Xiao He Long menasihati kedua muridnya, terutama pada Fang An.


"Baik guru, kami akan ingat dengan semua nasihat guru," jawab Fang An dan Yue Lin.


"Ambillah kedua cincin penyimpanan ini!" ucap Xiao He Long memberikan dua buah cincin penyimpanan.


"Apa ini guru?" tanya Fang An yang sudah memeriksa isi cincin penyimpanan, Fang An tidak tahu apa itu batu roh, karena sebelum memberikan cincin penyimpanan, Xiao He Long membagikan masing masing sepuluh ribu batu roh tingkat tinggi pada Fang An dan Yue Lin.


Selain sepuluh ribu batu roh pada setiap cincin penyimpanan, terdapat juga puluhan juta koin platinum dan ratusan juta koin emas, semua itu dia dapatkan dari membunuh banyak dewa dewi dan kultivator yang ada di benua suci dan alam bawah.


"Itu adalah batu roh, An'er," jawab Xiao He Long, lalu dia jelaskan apa itu batu roh dan nilai tukarnya.


"Ternyata diatas koin emas, masih ada koin platinum dan juga batu roh, bahkan batu toh ada tiga tingkatan," ucap Fang An menggeleng kepala, selama ini dia berpikir mata uang tertinggi adalah koin emas.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2