Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Bertemu Pasukan Bendera Lima Warna


__ADS_3

Di Kerajaan Xin.


Saat ini Kerajaan Xin menjadi markas utama bendera lima warna, dan yang menjadi ketua mereka adalah 5 Patriak sekte dari kekaisaran Tang, meskipun sebagai ketua, kelima Patriak sekte itu kalah jauh jika berbicara soal kekuatan.


Saat ini bendera lima warna menyewa 3 kultivator yang entah berasal dari mana, tapi yang jelas, kekuatan ketiganya berada jauh diatas pejuang surgawi tahap puncak, karena saat ini ketiga kultivator itu memiliki kultivasi dewa bumi tahap puncak.


Bahkan tekanan aturan ruang dan waktu tidak berlaku pada ketiga kultivator bebas itu, seolah olah aturan ruang dan waktu itu mereka yang menciptakan, selain memiliki kultivasi dewa bumi tahap puncak, dua dari kultivator itu menguasai teknik mata dewa.


Jika Fang An bertemu dengan mereka dan ketiganya bertarung, sudah pasti kedua kultivator yang menguasai teknik mata dewa akan menjadi lawan tangguh Fang An, dan bisa jadi Fang An tewas ditangan mereka.


Saat ini Patriak Mo He masih menunggu dua kultivator yang memiliki kultivasi yang setara dengan ketiga kultivator yang ada di kerajaan Xin, Patriak Mo He ingin menggunakan kelima kultivator itu untuk menghadapi Fang An.


Patriak Mo He mendapat laporan dari pasukan yang melarikan diri saat pertempuran diperbatasan kerajaan Xin dan kerajaan Bei, serta pertempuran di hutan dekat kota bukit, dari laporan pasukan yang melarikan diri.


Patriak Mo He berspekulasi jika pemuda yang dibicarakan itu memiliki kemampuan diatas pejuang surgawi tahap puncak, karena itulah dia menyiapkan lima kultivator yang juga memiliki kultivasi diatas pejuang surgawi tahap puncak.


Dua minggu kemudian, kedua kultivator yang ditunggu tunggu pun akhirnya tiba di kerajaan Xin, dua hari setelah kedua kultivator itu tiba, Patriak Mo He memberi perintah agar mereka segera menyerang kekaisaran Zhou, dengan patuh kelima Patriak sekte memimpin kelima kultivator tangguh dan 170 ribu pasukan ke kekaisaran Zhou.


Motif kelima kultivator tangguh yang bergabung dengan bendera lima warna, belum ada yang mengetahuinya, tapi saat ditanya oleh Patriak Mo He, kelimanya menjawab jika mereka sedang mencari sesuatu di benua selatan, atau lebih tepatnya di kekaisaran Zhou.


Namun kelima kultivator kuat itu berasal dari 2 klan berbeda, dan kedua klan berada di benua suci, yang mana benua suci adalah tempat asal Weng Jian dan Yuan Feng, serta guru Fang An, yaitu Chen Chu.


Setelah semua pasukan siap, kelima Patriak memimpin langsung pasukan dan meninggalkan kekaisaran Xin, waktu yang mereka butuhkan juga lebih dari sebulan untuk tiba disana.


Mereka akan lebih dulu menemukan kota yang berada di perbatasan dengan wilayah tengah kekaisaran Zhou, tapi besar kemungkinan, pasukan besar itu akan lebih dulu bertemu dengan Fang An dan Yue Lin sebelum mereka tiba di perbatasan.


*******

__ADS_1


Waktu terus berlalu.


Tanpa terasa dua minggu sudah Fang An dan Yue Lin menuju kerajaan Xin, setiap kota yang mereka lewati juga perlahan dibangun dan direnovasi kembali, kota yang dulunya hancur karena perbuatan pasukan bendera lima warna, kini perlahan mulai pulih.


Fang An dan Yue Lin saat ini berada dikota yang berada dekat perbatasan, yang mana perbatasan itu adalah perbatasan wilayah tengah dah Utara, dimana wilayah Utara adalah letaknya kerajaan Xin berada.


Setelah melewati gerbang dan keluar kota, keduanya kembali melayang di udara dan melesat ke Utara, Fang An dan Yue Lin ingin segera menyelesaikan masalah dengan bendera lima warna, keduanya tahu saat ini tidak ada yang bisa menghadapi bendera lima warna untuk seluruh klan maupun sekte, begitu juga dengan kekaisaran.


Hal itulah yang membuat Fang An dan Yue Lin ingin segera mengakhiri masa jayanya bendera lima warna, dan memulai petualangan yang baru, namun yang tidak keduanya ketahui adalah saat ini bendera lima warna sudah bergerak kearah mereka.


Pergerakan bendera lima warna kali ini bukan kaleng kaleng, mereka telah menyiapkan lima lawan tangguh untuk menghadapi Fang An, entah Fang An akan tetap bertahan hidup atau berhasil membunuh kelima lawan tangguh itu, semua akan terjawab saat pertarungan mereka.


Setelah terbang selama seminggu, Fang An dan Yue Lin tiba dipusat hutan perbatasan, saat berada ditengah tengah hutan perbatasan, Fang An dan Yue Lin beristirahat sebentar, Fang An dan Yue Lin beristirahat karena sebentar lagi mereka akan tiba di kerajaan Xin, sehingga Fang An ingin membuat rencana saat berada disana.


Saat sedang memikirkan rencana apa yang akan keduanya lakukan, Fang An dan Yue Lin merasakan banyak aura yang mendekati mereka, bahkan Fang An dapat merasakan lima aura yang sangat kuat, hal itu membuat Fang An waspada.


"Tidak Gege, aku tidak mau meninggalkan Gege sendiri." ucap Yue Lin menggeleng kepala.


"Justru itu Lin'er, jika kamu berada disini, aku tidak bisa konsentrasi bertarung, lawan kali ini memiliki kemampuan yang tinggi, kembalilah! aku akan memanggil mu jika aku masih hidup." ucap Fang An menatap serius mata Yue Lin.


"Gege." ucap Yue Lin tetap tidak ingin pergi.


"Pergilah Lin'er! aku tidak ingin kamu terluka." ucap Fang An yang tetap menyuruh Yue Lin pergi.


"Gege, aku." ucap Yue Lin terpotong.


"Jangan keras kepala Lin'er, aku janji akan segera memanggilmu setelah pertarungan berakhir." ucap Fang An memotong ucapan Yue Lin.

__ADS_1


"Gege janji?" tanya Yue Lin.


"Hem.." Fang An mengangguk setuju.


Yue Lin pun luluh dan kembali ke kota sebelumnya keduanya singgah, meski begitu, dia kembali dengan perasaan sedih, kini Yue Lin sadar jika masih terlalu lemah untuk berada disamping Fang An, tentu hal itu merepotkan dan membuat Fang An tidak bisa fokus bertarung jika mendapat lawan tangguh.


Setelah Yue Lin kembali, Fang An duduk diatas sebuah pohon dan menunggu kedatangan pasukan bendera lima warna dan juga kelima kultivator tangguh itu.


Tidak sampai 10 menit setelah kepergian Yue Lin, pasukan besar bendera lima warna tiba ditempat itu, saat melihat Fang An yang duduk santai diatas pohon besar, kelima Patriak dan kelima kultivator tangguh tercengang, mereka tercengang karena Fang An tahu ada pasukan besar didepannya, tapi dengan tenang tetap berada disitu dan tidak menghindar.


"Anak muda, sepertinya kamu tersesat." ucap salah satu patriak sekte.


"Tidak pak tua, aku tidak sedang tersesat." balas Fang An tersenyum.


"Oh.. lalu apa yang kamu lakukan disini?" tanya Patriak sekte.


"Menunggu kalian." jawab Fang An yang masih tetap tenang.


"Menunggu kami? kamu ingin bergabung?" tanya nya lagi.


"Tidak, aku menunggu bukan untuk bergabung, tapi untuk membunuh kalian." ucap Fang An tanpa ekspresi.


*******


Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2