
"Paman guru, paman guru tahu markas bendera lima warna?" tanya Fang An sebelum menjawab pertanyaan Yue Lin.
"Kami tahu An'er, apa kamu masih ingin menghancurkan bendera lima warna?" jawab dan tanya Shujao.
"Benar guru, bendera lima warna sudah menghancurkan kekaisaran Zhou, aku ingin membasmi mereka hingga ke akar akarnya." jawab Fang An menganggukkan kepala.
"Baiklah, aku dan adik Guang akan membantu, setelah bendera lima warna dihancurkan, antar aku dan adik Guang ke tempat kakak Chen." ucap Shujao yang ingin membantu.
"Terima kasih paman guru." ucap Fang An senang, dengan bantuan kedua paman gurunya, Fang An akan lebih mudah dan cepat menyelesaikan bendera lima warna.
"Baiklah, ayo kita kembali ke benua tengah!" ajak Da Guang.
"Baik paman guru." jawab Fang An, lalu mengikuti kedua paman gurunya bersama Yue Lin.
Dalam perjalanan, Fang An dan kedua paman gurunya terus mengobrol, sementara Yue Lin hanya menjadi pendengar setia.
"Aku terkejut dengan kekuatan yang kalian berdua miliki, terutama kamu An'er, diusia yang masih sangat muda, kamu sudah memiliki kekuatan yang besar." ucap Shujao menggeleng kepala.
"Paman guru terlalu memuji, dulu aku hanya seorang sampah klan, karena itulah aku diusir dari klan, beruntung ada paman Guan dan Lin'er yang selalu bersamaku, jika mereka tidak ada, aku tidak tahu apa yang menimpaku." ucap Fang An menggeleng kepala juga.
"Itulah jenius sejati, jenius sejati tidak terlahir dengan langsung memiliki kekuatan besar, dia seperti sampah di mata banyak orang, tapi sebenarnya kekuatan yang dianggap sampah itu sangat besar, karena besarnya kekuatan itu, dantian nya mengalami dua kemungkinan, yang pertama dantian nya rusak, yang kedua dantian nya tersegel" ucap Shujao menjelaskan tipe jenius sejati.
"Yang paman guru katakan memang benar, dantian ku disegel dengan suatu kekuatan, sehingga aku tidak bisa berkultivasi hingga usiaku 14 tahun." ucap Fang An mengangguk, karena memang apa yang diucapkan Shujao itu apa yang dia alami.
"Lalu siapa yang melepaskan segel yang menyegel dantian mu An'er?" tanya Shujao penasaran.
"Aku tidak mengenalnya paman guru, tapi aku pernah bertemu dengan salah satu tetua klan Weng yang bernama Weng Jian, senior Weng Jian mengatakan jika orang yang aku temukan itu bernama Yuan Feng, dari Yuan Feng itu, aku menemukan sebotol air dan meminumnya, sesaat setelah aku meminum habis air itu, tiba tiba aku mengalami penerobosan besar besaran." jawab Fang An menceritakan awal dia memiliki kekuatan besar.
"Weng Jian? apa dia dari klan ular?" tanya Da Guang.
"Benar paman guru, tetua Weng Jian berasal dari klan ular itu." jawab Fang An mengangguk.
"Kamu beruntung An'er, Yuan Feng yang kamu temukan mayatnya adalah Patriak klan Yuan, klan Yuan sendiri adalah klan penguasa di wilayah timur benua suci, banyak klan besar dan sekte yang tunduk dibawah kepemimpinan klan Yuan,"
"Aku tidak tahu jelas seperti apa ceritanya, tapi aku dengar jika Yuan Feng tewas karena dikhianati adiknya sendiri, adiknya bernama Yuan Ji" ucap Da Guang menceritakan sosok Yuan Feng.
__ADS_1
"Hanya karena kekuasaan, seseorang bisa melakukan apapun." ucap Fang An menggeleng kepala, apa yang dilakukan Yuan Ji, sama dengan yang dilakukan Tang Shu dan Tang Shi pada ayahnya.
"Kamu benar An'er, tidak semua orang bisa melindungi saudara mereka, ada yang rela membunuh saudara sendiri karena kekuasaan." ucap Da Guang.
"Lalu bagaimana dengan klan Chen sendiri pakan guru? apa kekuatan klan Chen seimbang dengan klan Yuan?" tanya Fang An.
"Tidak An'er! klan Chen hanyalah semut dihadapan klan Yuan, klan Yuan adalah klan penguasa, sementara klan Chen hanyalah klan menengah, 20% kekuatan klan Yuan, klan Chen bisa musnah." jawab Shujao menggeleng kepala.
"Sekuat itu?" Fang An lagi lagi tercengang dengan jawaban Shujao.
"Benar An'er! klan Chen hanya semut didepan klan penguasa seperti klan Yuan." jawab Da Guang mengangguk.
"Maafkan aku paman guru! seberapa kuat klan Yuan? bukannya kekuatan terkuat di benua suci hanya sampai di dewa surga?" tanya Fang An lagi.
"Kamu salah An'er, kekuatan di benua suci tidak sampai disitu saja, Yuan Feng memiliki kekuatan kaisar dewa tahap puncak, tapi dia masih terluka parah hingga tewas, menurut mu, berada ditingkatan mana Yuan Ji?" ucap Da Guang menjelaskan kekuatan yang ada di benua suci.
"Kaisar dewa tahap puncak? artinya sedikit lagi Yuan Ji akan menembus ranah semi abadi?" tanya Fang An terkejut dengan kekuatan yang dimiliki Yuan Feng.
"Benar An'er, tapi ranah semi abadi, belum ada yang bisa menembusnya, karena selain membutuhkan sumber daya yang besar, benua suci juga memiliki aturan ruang dan waktu, sehingga menekan kekuatan hingga kaisar dewa tahap puncak saja." jawab Da Guang lagi.
"Jadi seperti itu? guru dan paman guru masih muda, tapi kekuatan guru dan paman guru sudah mencapai dewa bumi tahap puncak, sungguh jenius." ucap Fang An memuji mereka.
"Hehehe.. Maafkan aku paman guru! bukannya aku mengejek paman guru, tapi di lima benua ini, kultivator usia 22 tahun, bahkan belum mencapai pejuang jendral." balas Fang An terkekeh.
"Ya sudah, sebaiknya kamu gendong kekasih mu itu! jika harus segera tiba di markas bendera lima warna!" ucap Da Guang meminta Fang An menggendong Yue Lin.
"Tidak paman!" Yue Lin buru buru menolak digendong Fang An, tentu saja dia merasa malu.
"Dasar anak muda, pura pura malu, padahal dalam hati berharap." ucap Da Guang menggoda.
"Paman apa apaan sih?" balas Yue Lin menunduk malu.
"Memangnya paman bukan anak muda?" tanya Fang An merasa lucu, Da Guang juga masih muda, tapi menyebut Yue Lin anak muda.
"Itu." Da Guang tidak dapat melanjutkan kata katanya.
__ADS_1
Mereka terus mengobrol sepanjang jalan, kadang tawa menghiasi perjalanan mereka, hubungan Fang An dan Yue Lin pun semakin dekat dengan kedua paman guru Fang An.
Seminggu kemudian.
Keempatnya tiba dikota yang berada di dekat perbatasan, yang mana kota itu adalah kota di kerajaan Xin, namun Fang An dan lainnya tidak singgah, mereka terus melesat melewati kota itu.
Dua minggu kemudian, Fang An, Yue Lin, Shujao dan Da Guang kembali menemukan sebuah kota, yang mana kota itu sudah berada dekat dengan ibukota kerajaan Xin, keempatnya kemudian mendarat didepan kota, lalu berjalan masuk kedalam kota.
"Sepertinya kita harus merubah aturan disetiap kota yang ada, kasihan para budak yang mendapat perlakuan buruk." ucap Fang An setelah masuk kedalam kota, ada banyak budak yang diperlakukan dengan buruk oleh majikan mereka.
"Benar Gege, sekarang bendera lima warna tidak ada lagi di kerajaan Xin, sebaiknya kita kirim surat pada yang mulia untuk mengambil alih kerajaan Xin." timpal Yue Lin yang juga setuju.
"Bagaimana menurut paman guru?" tanya Fang An, namun saat bertanya dan menoleh, Fang An melihat tampilan kedua paman gurunya sudah menjadi muda, keduanya berubah wujud ke wujud asli mereka.
"Tidak jelek." ucap lanjut Fang An memuji.
"Kamu baru sadar kalau aku memang tampan? tidak kalah kan dari mu?" tanya Da Guang percaya diri.
"Hahaha..." Fang An dan Yue Lin tertawa saat mendengar Da Guang memuji diri sendiri.
"Tapi siapa yang ingin kalian kirim untuk ke istana?" tanya Shujao yang ingat dengan ucapan Fang An.
"Kita cari kurir saja paman guru, pasti ada yang mau jika dibayar mahal." jawab Fang An.
"Ya sudah! kita cari penginapan dulu! aku sudah gerah karena tiga minggu tidak mandi." ucap Shujao.
"Baik paman." jawab Fang An.
Tidak jauh kedalam kota, keempatnya menemukan penginapan, lalu masuk dan memesan 4 kamar, setelah memesan dan membayar biaya inap untuk tiga hari, Fang An dan lainnya naik ke kamar mereka masing masing.
Di dalam kamar, Fang An lebih dulu membersihkan diri dan mengganti pakaian, kemudian keluar kamar untuk mencari kurir untuk mengirim pesan pada kaisar Zhou.
*******
Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...