
"Salam yang mulia," ucap jendral besar Yang Fu dan jendral besar Xuanzhi menyapa raja Bei Shan dengan ramah.
"Salam jendral," balas raja Bei Shan ramah.
"Terima kasih sudah membantu kerajaan Bei untuk memenangkan pertempuran," ucap lanjut raja Bei tersenyum.
Jendral besar Yang Fu dan jendral besar Xuanzhi menggeleng, lalu jendral Xuanzhi berkata.
"Bukan kami yang melakukan nya yang mulia, tapi tuan muda Fang yang melakukannya," ucap jendral besar Yang Fu menggeleng kepala, lalu menolehkan wajahnya pada Fang An.
"Tuan muda Fang?" tanya raja Bei mengerutkan kening.
"Benar yang mulia," jawab jendral besar Yang Fu.
Jendral besar Yang Fu kemudian menjelaskan semua pada raja Bei Shan, dimulai dari awal Pertempuran hingga selesai, dimana jendral Yang Fu tidak menyembunyikan apa pun yang dia lihat.
Saat mendengar cerita jendral besar Yang Fu, raja Xin Cao yang duduk di kursi tamu kehormatan pun berdiri dari kursinya, jika yang dikatakan jendral besar Yang Fu itu benar, raja Xin Cao ingin meminta bantuan Fang An untuk mengambil alih kembali kerajaan Xin dari tangan bendera lima warna.
"Salam tuan muda," raja Bei Shan dan raja Xin Cao menyala Fang An dengan hormat.
"Salah yang mulia raja," ucap Fang An menyala balik.
"Terima kasih atas bantuan tuan muda," ucap raja Bei Shan lagi.
"Tidak perlu sungkan yang mulia, aku hanya tidak ingi tanah leluhurku dikuasai orang asing, aku hanya melindungi tanah leluhurku saja, tidak ada yang berlebihan," balas Fang An merendah.
"Meski begitu, tuan muda telah menyelamatkan banyak nyawa, sebagai rasa terima kasih, aku akan memberikan tuan muda gelar pahlawan kerajaan Bei," ucap raja Bei Shan terharu dengan ucapan Fang An, meski memiliki kesaktian, Fang An tidak sombong atau memandang tinggi dirinya.
"Sebaiknya tuan muda beristirahat lebih dulu! tuan muda pasti kelelahan karena melakukan perjalanan jauh, aku akan menyuruh pelayan untuk mengantar tuan muda ke kamar," ucap lanjut raja Bei Shan tersenyum, lalu memanggil 4 pelayan kedalam.
"Terima kasih yang mulia," balas Fang An menangkupkan tangan, lalu keluar mengikuti keempat pelayan bersama Yue Lin.
__ADS_1
*******
Keesokan harinya.
Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Fang An keluar kamar, sesampainya diluar kamar, Yue Lin juga ke kamarnya dan hampir tiba didepan pintu kamar yang Fang An tempati.
"Gege," ucap Yue Lin lembut.
"Ada apa Lin'er?" tanya Fang An melihat perbedaan di wajah Yue Lin.
"Aku bosan Gege, kenapa kita tidak berpetualangan saja dulu? ke istana kekaisaran nya nanti saja, aku bosan berada di istana," ucap Yue Lin yang memang merasa bosan.
Selain bosan, Yue Lin juga tidak terbiasa hidup mewah seperti itu, sehingga merasa kaku dan juga seperti orang asing, padahal sebenarnya keduanya memang orang asing.
"Sebenarnya aku juga tidak ingin pergi kesana, tapi aku tidak enak hati dengan jendral Yang," balas Fang An.
"Kenapa tidak Gege katakan saja sekarang? bukannya Gege bilang mau meningkatkan kekuatan ku? kenapa kita harus ke istana?" ucap Yue Lin dengan melempar beberapa pertanyaan beruntun.
"Kamu benar Lin'er, ayo kita ke aula pertemuan dan berpamitan! tapi sebelum ke benua tengah, kita mampir dulu di kerajaan Xin," ucap Fang An setuju.
Fang An tahu kerajaan Xin sudah dikuasai bendera lima warna dari jendral besar Yang Fu, jendral besar Yang Fu menceritakan hal itu pada saat mereka dalam perjalanan, jadi saat ini Fang An ingin pergi kesana dan melihatnya sendiri.
Tidak beberapa lama, Fang An dan Yue Lin tiba di aula pertemuan, lalu keduanya masuk kedalam dan menyapa raja Bei Shan dan raja Xin Cao.
"Salam yang mulia Bei, salam yang mulia Xin," ucap Fang An dan Yue Lin menangkupkan tangan dengan hormat.
"Salam tuan muda Fang, salam nona muda Yue," balas kedua raja, keduanya juga menangkupkan tangan mereka dengan hormat juga.
Fang An kemudian mengalihkan pandangannya pada jendral besar Yang Fu dan jendral besar Xuanzhi, lalu berkata.
"Maafkan aku jendral! aku dan Ling'er belum bisa melanjutkan perjalanan ke istana kekaisaran," ucap Fang An menangkupkan tangan.
__ADS_1
"Maafkan aku tuan muda! aku tidak mengerti dengan maksud tuan muda," balas jendral besar Yang Fu.
"Aku dan Lin'er tidak bisa mengunjungi istana saat ini, kami ingin melihat lihat kerajaan Xin lebih dulu, seperti yang jendral katakan padaku tempo hari, kerajaan Xin berada ditangan bendera lima warna, karena itulah aku ingin mengunjungi kesana," jawab Fang An menjelaskan panjang kali lebar.
Saat mendengar alasan Fang An, wajah jendral besar Yang Fu dan jendral besar Xuanzhi menjadi murung, tapi tidak dengan raja Xin Cao, dia terlihat sangat antusias dengan rencana Fang An, jika Fang An benar pergi ke kerajaan Xin, artinya kerajaan Xin akan bebas.
"Aku mengerti tuan muda, sebagai seorang kultivator bebas, tidak akan betah berada lama lama di suatu tempat, jika tuan muda dan nona muda memiliki waktu luang di masa depan, mampirlah ke istana kekaisaran!" ucap jendral besar Yang Fu mengerti.
"Gunakan lencana ini tuan muda!" ucap lanjut jendral besar Yang Fu, lalu dia berikan lencana emas pada Fang An, yang mana lencana itu adalah lencana bangsawan Yang, jendral Yang Fu dan keenam jendral lainnya tahu jika Fang An tidak memiliki lencana di kekaisaran Zhou.
Meski penasaran dengan asal usul Fang An karena tidak memiliki lencana, tapi tidak ada yang berani menanyakan hal itu, yang terpenting adalah Fang An bukan orang jahat.
Fang An masih mengobrol sebentar dengan mereka, kemudian keluar bersama Yue Lin dari aula pertemuan, saat raja Xin Cao melihat Fang An dan Yue Lin keluar, dia tidak sabaran untuk mendengar berita kerajaan Xin telah bersih dari bendera lima warna.
"Apa kita kembali mengikuti jalan yang sama?" tanya Yue Lin saat keduanya berada diluar istana.
"Tidak Lin'er, kita berpetualangan dulu di kekaisaran Zhou ini, aku ingin tetap ke klan Tang dan melihat bagaimana klan saat ini, aku juga merindukan ayah," jawab Fang An lembut.
Saat mendengar kata ayah, mata Yue Lin jadi berkaca kaca, dia teringat dengan ayahnya yang dibunuh di lembah, yang mana lembah kecil itu berada di antara kota perak dan klan Tang.
"Maafkan aku Lin'er! jika bukan karena aku, paman Guan masih ada sekarang, kamu juga tidak akan meninggalkan klan," ucap Fang An memeluk Yue Lin, Fang An memahami perasaan Yue Lin.
"Tidak apa apa Gege!" ucap Yue Lin didalam pelukan Fang An.
Setelah berpelukan beberapa saat, Fang An dan Yue Lin keluar meninggalkan ibukota kerajaan Bei, seperti biasa, keduanya menunggangi kuda milik Yue Lin.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...