
Sudah beberapa jam berlalu sejak kaisar memasuki Ruangan rapat, penyerangan yang dilakukan Kekaisaran Bulan Hitam dengan pasukan samurainya sangat menguras pikiran dalam menentukan langkah selanjutnya agar tidak terjadi perang seperti 100 tahun yang lalu, sang kaisar dibuat berpikir keras menghadapi situasi ini.
Terlihat sang kaisar beberapa kali membalik dokumen yang berisi sumber daya sekte matahari Phoenix, sementara itu para tetua juga berdiskusi dan masing - masing dari mereka menyuruh anggota fraksinya untuk membawa dokumen yang lain.
Karena menyadari dokumen yang dimiliki fraksi pedang dan tetua nya tidak ada sang kaisar pun bertanya, "aku tidak melihat hadirnya tetua pedang, sedang ada dimana dia ketua?", Ketua sekte yang dari tadi memperhatikan dokumen spontan menjawab pertanyaan kaisar, "tetua pedang kami sedang ada misi di perbatasan, surat yang Sampai ke kediaman kaisar dikirim olehnya, tapi jika kaisar butuh dokumen dari fraksinya kami bisa membawanya kemari."
Sang kaisar menjawab dengan menggelengkan kepalanya tanda tidak perlu, menurut nya prioritas saat ini untuk berdiskusi lebih jauh untuk mencegah terjadinya peperangan dengan Kekaisaran Bulan Hitam yang bisa membahayakan nyawa banyak orang jika sampai terjadi.
Bahkan dia masih mengingat perang 100 tahun lalu, tercatat dalam prasasti sebanyak 50.000 orang lebih penduduknya yang jadi korban dalam perang saat itu. sesuatu yang menurutnya akan lebih banyak menimbulkan korban jika terjadi saat ini dan banyak generasi mudanya sekarang yang akan jadi korban dalam perang.
"Aku akan mencoba jalur diplomasi dengan Kekaisaran Bulan Hitam, bagaimana menurut ketua dan para tetua sekalian?", Konsentrasi para tetua terpecah mendengar itu saat mereka fokus dengan dokumen yang ada di masing - masing tangan mereka, tokugawa shima sang ketua sekte yang pertama kali menanggapi pernyataan sang kaisar.
"Maaf yang mulia kaisar, jalur diplomasi seperti apa yang dimaksud oleh kaisar?" Tokugawa bertanya dan memasang ekspresi tertarik mendengar tanggapan kaisar.
"Hmm, aku ingin mengajukan sebuah pertandingan antar murid utama, yang merupakan perwakilan dari sekte besar yang berada di masing - masing kekaisaran, jika kita berhasil menang, kita bisa membuat perjanjian gencatan lebih lama, bagaimana menurut ketua dan tetua sekalian?", Para tetua itu terperanjat ketika mendengar, masing - masing dari mereka berpikir hal yang sama, 'bagaimana mungkin kaisar yang seorang pendekar legenda membuang harga dirinya dengan pertandingan demi bisa melakukan gencatan senjata dengan kekaisaran lain'.
Sementara itu Hanya Tokugawa yang terlihat tenang bahkan ekspresi wajahnya sangat tidak terduga, dia tertawa terbahak - bahak. para tetua heran dengan sikap ketua sekte mereka sebelum Tokugawa menjelaskan nya. "begini yang membuat ku sangat lucu adalah seratus tahun yang lalu saat aku dan kaisar masih berusia remaja, kaisar di kalahkan oleh seorang perempuan dalam pertandingan antar murid utama seperti ini, hahahaha ini adalah hal yang memalukan, maafkan aku kaisar, hahahahaha."
Mendengar suatu hal yang memalukan bagi kaisar membuat para tetua hening sejenak sebelum mereka semua ikut tertawa terbahak-bahak, sementara itu sang kaisar berusaha menahan malu mengingat kejadian memalukan nya di ceritakan Tokugawa, ketua sekte matahari Phoenix.
karena tertawa para tetua tidak berhenti setelah sekian lama, kaisar mulai mengeluarkan aura pembunuh dan energi jiwa berunsur api seperti ingin membakar semua yang dihadapannya, semua yang ada di ruangan tersebut bisa merasakan tekanan yang hebat, bahkan ketua sekte sendiri sampai - Sampai berkeringat dingin merasakannya.
__ADS_1
"Baiklah kita lanjutkan Rapatnya, kita akan melakukan pertandingan nya saat semua tetua lengkap, sebelum tetua pedang kembali Kita akan menundanya, mengerti?".
Ketua sekte dan para tetua mengganguk pelan tanda mereka setuju dengan keputusan sang kaisar meskipun sebelumnya ada kejadian memalukan sang kaisar yang di tertawakan.
Semua orang mengatakan hal yang sama hampir bersamaan saat merasakan aura sang kaisar, Kaisar yang mendengar itu tersenyum puas, karena melihat para tetua dan ketua sekte matahari Phoenix terlihat seperti anak kecil yang dimarahi orang tuanya.
* Kembali ke hutan......
Latihan Zachery selama seharian telah melewati banyak perkembangan meskipun bisa dibilang masih tahap menghapal jurus tetapi beberapa gerakan sudah bisa dilakukan olehnya dengan lancar dan bisa mengeluarkan potensi jurusnya, tetapi karena tubuh Zachery tergolong orang biasa staminanya cepat sekali habis jika dibandingkan dengan seorang keturunan pendekar.
Setelah melakukan latihan selama seharian penuh, Kin dan Zachery berbincang - bincang, membakar hewan dan ikan yang mereka dapatkan di siang harinya. sembari menikmati keindahan pemandangan malam hari yang menurut Kin suasananya sangat cocok untuk mengobrol lebih jauh satu sama lain sebagai guru dan murid.
"Iya guru semua berkat kesabaran mu, terimakasih banyak telah mengangkat aku jadi muridmu jika tidak ada kau......"
Belum selesai zachery menyelesaikan kalimatnya kin sudah memotong pembicaraan, menurutnya suatu hal yang terjadi sudah merupakan takdir keduanya jika Zachery menjadi muridnya berarti itu merupakan salah satu takdir yang terjadi, saat pertama kali mereka bertemu pun sudah tentukan akhirnya akan bagaimana.
Mendengar gurunya sendiri begitu terdengar menyayangi nya seperti murid yang bisa dibanggakan membuat Zachery spontan bersujud dihadapan kin, "terimakasih guru aku berjanji akan menjadi murid yang bisa diandalkan dan dibanggakan olehmu..." Kin menjawabnya dengan senyuman khasnya, "ya kau harus membanggakan ku saat kembali ke sekte nanti."
Zachery mengangguk tanda dirinya siap, dia saat ini merasa seperti memiliki keluarga lagi karena kehadiran gurunya, karena itu Zachery bertekad untuk menjadi lebih kuat agar bisa menjaga kedamaian seperti ini agar tidak hilang.
__ADS_1
Dia tentu masih mengingat kepala desa ground yang merupakan pendekar emas, bahkan kalah oleh beberapa samurai dari Kekaisaran Bulan Hitam sehingga desa tersebut hancur dan musnah karena dibakar setelah penyerangan malam itu, meskipun secara harfiah pendekar emas termasuk kuat.
'Jalan untuk menjadi lebih kuat akan sulit ke depannya, tapi suatu saat tidak akan ada lagi yang bersedih', gumam Zachery.
Hari itu mereka melanjutkan pembicaraan mereka hingga larut malam sebelum beristirahat untuk melakukan perjalanan pada esok harinya, untuk kembali pulang ke sekte gurunya yang berada di ibu kota.
*
di sebuah hutan....
"Berdiri di belakang ku, bersiap - siap jika serangan terjadi dan untuk jaga - jaga ambil pedang cadangan di tasku!" Zachery melihat gurunya mengeluarkan aura pembunuh yang kuat untuk menekan musuh di depannya.
"Kalian masih muda, sebaiknya serahkan harta kalian dan turuti keinginan orang tua ini." Salah satu dari kedua orang yang menghadang kin dan zachery mulai mengeluarkan niatnya.
"Kalau tidak salah kalian dijuluki si kejam bersaudara, ciri - ciri kalian sangat mudah dikenali yaitu senjata kalian yang identik, pedang katana dan rantai ditangan kiri kalian." Kin menerka latar belakang orang yang menghadangnya.
"Hebat sekali..... seseorang yang dijuluki orang paling jenius di generasinya, tetua pedang dari matahari Phoenix, dugaan mu tidak salah kami adalah si kejam bersaudara......aku pastikan kalian berdua mati dengan tenang."
*
jika ingin menyampaikan kritik dan saran tulis di kolom komentar, saya sangat menghargai segala bentuk perhatian kalian untuk novel ini.
__ADS_1
kritik dan saran kalian membantu saya untuk berusaha dan berjuang lebih keras lagi untuk membuat cerita yang berkualitas.