Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Chapter 3 ~ Johan dan Jovan bersaudara


__ADS_3

"Aku pastikan kalian mati dengan tenang." Salah seorang dari mereka maju dengan rantai ditangan kirinya seolah ingin menangkap tubuh kin yang meloncat kesana kemari.


"Jovan bantu aku untuk menghadapi muridnya disana." salah satu dari mereka memberi perintah kepada yang lainnya untuk berhadapan dengan zachery.


"Baik kakak Johan." Jovan segera menuruti perintah kakaknya, dan menyerang ke arah zachery dengan pedang katana ditangan kanannya.


Zachery sedikit merasa kesulitan mengahadapi badan besar jovan yang menyerangnya menggunakan katana, kemampuan nya di atas Zachery, apalagi zachery belum lama masuk kedalam dunia persilatan kekaisaran Red moon Empire jadi tidak mengetahui tentang jurus - jurus yang dipakai lawannya.


*Sebelumnya saat mereka mulai meninggalkan hutan disiang harinya.....


"Baiklah kita sudah siap semuanya guru, ayo berangkat ke sekte matahari Phoenix..." Zachery Tersenyum lebar saat mereka mulai melakukan perjalanan lagi.


"Bagaimana kau tahu aku dari sekte matahari phoenix." Tanya kin yang keheranan.


"Ah itu aku melihat sebuah tanda pengenal dileher mu saat kau tertidur....disana tertulis alterio - chan, apa maksudnya?"


"Ah...itu tidak sopan bodoh, ehm kalau soal itu ya...ya itu panggilan kecilku, saat aku berkunjung ke perbatasan dekat black moon Empire penduduk desa disana memanggil ku seperti itu.." kin dengan sedikit malu - malu menjelaskan nama yang tertera di tanda pengenalnya.


Hari itu mereka berangkat dengan semangat hingga tidak sempat berhenti di kota dan desa yang mereka lewati, karena kin melihat zachery tidak sabar ingin melihat sekte matahari Phoenix, selain itu karena tidak sempat singgah untuk mengisi perbekalan akhirnya mereka bermalam di hutan lagi setelah berjam-jam berjalan, karena zachery kelelahan untuk menuju ke desa selanjutnya.


"Dasar, ini semua gara - gara keinginan mu yang ingin cepat - cepat melihat sekte, kita kehabisan perbekalan, sekarang kita bermalam di hutan lagi.." kin tersenyum kecut menasehati zachery.


"Apa?? Gara - gara aku, bukankah seharusnya guru yang punya wewenang untuk berhenti atau tidak." Zachery juga mulai kehabisan kesabaran saat dinasehati.

__ADS_1


"Keh...murid tidak tau diuntungkan padahal sudah diselamatkan, harusnya kubiarkan mati saja saat itu." Gerutu kin.


Sebelum zachery membantah ucapan gurunya lagi, muncul dua orang memakai topeng mendatangi perkemahan mereka berdua, salah satunya berbadan gemuk sementara yang satunya suaranya terdengar berusia 50 - an tahun, keduanya mengeluarkan aura pembunuh yang kuat untuk menekan kin dan zachery.


"Guru kelihatannya mereka berbahaya." Jelas zachery yang melihat kedua orang musuh di depannya.


"Berdiri di belakang ku, bersiap - siap jika serangan terjadi......mereka bisa jadi lebih kuat dariku, zachery." Zachery melihat gurunya mengeluarkan aura pembunuh yang kuat untuk menekan musuh didepan nya dan sekarang beban zachery terasa sedikit menghilang.


"Kalian masih muda, sebaiknya serahkan harta kalian dan turuti keinginan orang tua ini." Salah satu dari kedua orang yang menghadang kin dan zachery mulai mengeluarkan niatnya.


"Kalau tidak salah kalian dijuluki si kejam bersaudara, ciri - ciri kalian sangat mudah dikenali yaitu senjata kalian yang identik, pedang katana dan rantai ditangan kiri kalian." Kin menerka latar belakang orang yang menghadangnya.


"Hebat sekali..... seseorang yang dijuluki orang paling jenius di generasinya, tetua pedang dari matahari Phoenix, dugaan mu tidak salah kami adalah si kejam bersaudara......aku pastikan kalian berdua mati dengan tenang."


Johan dan Jovan adalah seorang pembunuh bersaudara, sepak terjangnya sudah terdengar di seluruh kekaisaran karena mereka sudah banyak membunuh pendekar - pendekar hebat bahkan tidak jarang yang dibunuh nya merupakan ketua sekte di wilayahnya.


Dua bersaudara ini sering membunuh tanpa alasan selain itu mereka membunuh juga tidak dibayar siapapun, mereka menikmati nya seolah nyawa adalah hal yang sepele.


Sementara kakak nya Johan tadinya merupakan seorang pendekar pengelana sebelum menjadi pembunuh dengan adiknya menghadang orang - orang yang melewati daerah kekuasaan nya, dikarenakan adanya kekecewaan terhadap aliran putih dunia persilatan, Johan keluar dan memutuskan bertemu dengan adiknya dan menjadi pembunuh.


"Tidak semudah itu paman, walaupun usia ku masih muda ayo kita sedikit bermain - main." Tantang zachery yang bersiap melepaskan jurus pedangnya.


"Heh, aku sudah sering membunuh orang seperti mu selama lebih 10 tahun jadi ini adalah hal mudah, bocah." Jovan tertawa dibalik topeng kelinci.

__ADS_1


kedua bersaudara ini terkenal karena ciri khas mereka yang memakai topeng kelinci dan sering menguliti korban yang dibunuh nya, sering kali misi - misi sekte besar berkaitan dengan masalah mereka tapi sampai saat ini belum ada yang berhasil membunuh keduanya.


"Peri kecil memusnahkan iblis....."


Kin Melepaskan jurus pedangnya kearah Johan dan ditangkis dengan rantai di tangan kirinya, menimbulkan suara yang keras hingga sejauh 100 meter jika ada orang yang berada di dalam radius tersebut, mereka pasti akan mendengar nya.


"Ayo buat aku terhibur jurus pedang mu tidak mampu melukai ku, hahahahaha."


"Kau tidak sadar jurus yang kau tangkis tadi membuat terluka parah di dalam tubuh mu kan?" Kin tersenyum puas melihat kecerobohan Johan yang menangkis jurus pedangnya.


"Apa??, Ini tidak mungkin...." Belum selesai Johan menyelesaikan kalimatnya, kin sudah melepaskan jurus pedangnya yang lain, dan sekarang kepala Johan terpisah dari tubuhnya.


Adiknya, Jovan yang melihat itu menjadi tidak terkendali dan berlari ke arah kin ingin menyerang nya, karena perhatian nya menjadi terpecah saat melihat kakak nya mati mudah bagi zachery untuk menebas - nebas tubuh besar Jovan dan tidak lama kemudian Jovan pun ikut tewas dalam pertarungan tersebut, terlihat matanya masih menunjukkan ketidakpercayaan karena mati dalam keadaan mengenaskan.


"Bagaimana kita mengurusnya guru, apa kita akan menyerahkan jasad kedua ke pemerintah setempat ?" Tanya zachery tentang kedua jasad pembunuh di hadapannya.


"Karena sering meresahkan para penduduk dan bahkan pendekar harga buronan atas harga kepala keduanya sangat tinggi, kita akan menyerahkan nya ke pemerintah setempat." Jelas kin yang masih kelelahan akibat pertarungan tadi.


setelah melakukan pertarungan yang melelahkan walaupun tidak berlangsung lama, keduanya membersihkan diri di sungai di hutan tersebut, dan sempat mencari ikan dan hewan yang bisa mereka bakar dimalam harinya untuk makan malam. karena menurut kin untuk sekarang tidak perlu terburu-buru menuju ke sektenya karena sekte nya tidak akan kemana-mana.


Malam itu jasad keduanya di masukan ke dalam tas tanpa batas yang bisa menampung jumlah jiwa seseorang dan bisa mengeluarkan nya dengan utuh seperti keadaan sebelum nya, jadi keduanya bisa menikmati malam sejenak dengan membakar ikan dan hewan yang mereka tangkap setelah pertarungan dengan dua pembunuh tersebut.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


berikan like,vote dan komen kalian untuk novel ini, karena sekecil apapun kalian mendukung novel ini bagi author itu akan sangat berarti, dan bisa menambah semangat untuk membuat cerita berkualitas kedepannya.


sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya.


__ADS_2