
Baik jendral besar Yuzhao, jendral besar Gufhan, kesembilan jendral lainnya, Gu Gao dan kesepuluh Patriak sekte, sama sama mengalami luka sayatan pada lengan dan paha mereka, sementara pasukan dari kedua belah pihak juga semakin sedikit.
Tapi tanda tanda pertempuran itu akan dimenangkan oleh pihak kerajaan Xin, namun bukan berarti Gu Gao dan pasukan nya diam saja, mereka tetap memberikan perlawanan terkahir, walau sebenarnya mereka tahu itu sia sia.
Saat pertempuran akan berakhir, tiba tiba datang dua pasukan dari dua arah yang berbeda, yang mana kedua pasukan itu adalah pasukan bendera lima warna dari kekaisaran Tang.
Rupanya Gu Gao menunggu untuk menyerang selama ini karena masih menunggu bala bantuan dari benua barat dan benua timur, yang mana kedua pasukan itu berada dekat dengan kerajaan Xin.
Sebelum menyerang, Gu Gao meminta bantuan pasukan pada Patriak Mo He, lalu Patriak Mo He mengirimkan pasukan yang berada didekat kerajaan Xin untuk membantu Gu Gao dan pasukannya, dan kedatangan mereka tepat waktu.
"Hahaha.. kematian mu sudah dekat jendral," ucap Gu Gao setelah melihat bala bantuan datang tepat waktu.
"Pasukan? Mundur!" tidak menghiraukan Gu Gao, jendral besar Yuzhao berseru mundur.
Pasukan yang mendengar seruan jendral besar Yuzhao pun segera bergerak mundur, sementara pasukan yang dibawa Gu Gao dapat bernafas lega.
"Ketua cabang," ucap ketua cabang benua timur dan benua barat menyapa Gu Gao.
"Ketua cabang timur, ketua cabang barat, kalian datang tepat waktu," ucap GU Gao lemah.
"Sebaiknya ketua cabang selatan beristirahat dan pulihkan diri! kami akan membereskan mereka," ucap ketua cabang timur, yang tidak lain adalah Wu Jao.
"Baik ketua cabang timur," balas Gu Gao mengangguk, sementara Wu Jao dan ketua cabang barat atau Jinshi memimpin pasukan mereka dan bergerak masuk kedalam kota Lemon.
******
__ADS_1
Di Benua tengah.
Saat ini Fang An berada disebuah restoran dan menikmati makan malam, namun dia mendengar obrolan para pengunjung yang lain, yang mana obrolan itu adalah bendera lima warna melakukan perekrutan pasukan.
Patriak Mo He tahu akan banyak korban setelah menyerang kerajaan Xin, sehingga dia merekrut pasukan baru untuk mengganti pasukan yang tewas dipertempuran itu.
Selain di benua tengah, Patriak Mo He juga merekrut kultivator bebas sebagai pasukan di beberapa benua lainnya, perekrutan itu di iming-imingi koin emas dan sumber daya untuk meningkatkan kekuatan.
Meski begitu, mereka hanya merekrut kultivator bebas yang memiliki kultivasi pejuang kaisar keatas, Patriak Mo He tidak mau merekrut pasukan lemah, karena keinginan untuk menguasai semua benua harus segera terwujud.
Mendengar obrolan para pengunjung yang mengatakan mereka mau bergabung, Fang An juga berniat untuk bergabung dengan bendera lima warna, Fang An ingin menyusup kedalam dan mencari tahu lebih banyak mengenai bendera lima warna.
Dari obrolan itu, Fang An tahu jika perekrutan dilakukan di sekte Pedang Pinus, yang mana sekte pedang Pinus adalah salah satu sekte yang bergabung dengan bendera lima warna.
Tapi disisi lain, Fang An berpikir tidak ada salahnya jika dia bergabung dengan pihak istana kerajaan atau Kekaisaran, atau merekrut pemuda pemudi berbakat dan melatih mereka menggunakan langkah bayangan dan pedang tanpa bayangan.
"Sebaiknya besok aku buat pengumuman," gumam Fang An membatin, saat ini dia ingin merekrut kultivator elemen angin untuk dia jadikan pasukannya.
*******
Di Kota Lemon.
Pertempuran sudah memasuki babak akhir, Wu Jao, Jinshi dan para Patriak sekte dari kedua benua berhasil membunuh jendral besar Yuzhao, jendral besar Gufhan dan kesembilan jendral dari tiga kerajaan lainnya.
Prajurit kekaisaran dan prajurit ketiga kerajaan juga tidak ada yang mereka biarkan hidup, semua mereka bunuh tanpa sisa.
__ADS_1
"Perintahkan pada pasukan untuk membersihkan semua mayat yang ada!" ucap Wu Jao memberi perintah pada Patriak sekte lainnya.
"Baik ketua cabang," jawab Patriak sekte patuh, lalu berbalik badan.
"Sekarang kita lemon sudah kita kuasai, tiga hari lagi kita bergerak ke kota kota yang lain, ketua pusat menginginkan kita untuk segera menguasai kerajaan Xin," ucap Wu Jao pada Jinshi dengan rasa haus kemenangan yang kuat.
"Aku rasa sebaiknya kita beristrahat dua atau tiga hari, kita juga baru tiba dan langsung ikut berperang, tentu pasukan sangat kelelahan, kita tidak boleh bertindak gegabah ketua cabang timur," balas Jinshi yang ingin mengistirahatkan pasukannya lebih lama lagi.
Wu Jao tidak langsung membalas, apa yang dikatakan Jinshi memang benar, mereka tiba langsung terlibat perang, tentu hal itu melelahkan pasukan.
"Baiklah, tiga hari lagi kita bergerak ke kota berikutnya," ucap Wu Jao mengangguk setuju.
Keduanya lalu masuk kedalam kota bersama para Patriak lainnya, tujuan mereka adalah istana kota untuk beristirahat, sepanjang jalan, setiap toko dan restoran semua tutup, beruntung kultivator tidak bergantung pada makanan untuk mengganjal perut yang lapar.
Tiga hari berikutnya.
Gu Gao juga sudah sembuh, dan saat ini mereka bersiap untuk bergerak ke kota selanjutnya, yaitu kota tua, jarak kota lemon ke kota tua tidak terlalu jauh, mereka hanya membutuhkan waktu seminggu untuk tiba disana.
Setelah semua persiapan siap, Gu Gao, Wu Jao dan Jinshi memimpin pasukan bendera lima warna dan bergerak ke kota tua, kota tua sendiri berada didekat ibukota kerajaan Xin, jika kota tua jatuh, maka ibukota dalam bahaya.
*********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih....