Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Musnahnya Bendera Lima Warna


__ADS_3

Waktu terus berlalu, hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, tak terasa dua bulan sudah Fang An dan lainnya melakukan perjalanan ke sekte golok setan, saat ini mereka berada di hutan yang tidak jauh dari sekte golok setan.


Fang An sangat tidak sabar untuk memusnahkan sekte itu dan membunuh Patriak Mo He, selama dalam perjalanan, Fang An susah tahu nama ketua tertinggi bendera lima warna, yaitu Patriak Mo He.


"Sepertinya aku mengenalnya," ucap Fang An pelan saat melihat sosok pria paruh baya tidak asing baginya.


"Gege mengenal pria tua itu?" tanya Yue Lin mengerutkan kening.


"Benar Lin'er, wajahnya tidak asing bagiku, tapi dimana ya aku bertemu dengannya?" jawab Fang An mengelus dagu mencoba mengingat.


"Benar! dia adalah adik dari Patriak Mo He, jika aku tidak salah, namanya Mo Ge," ucap lanjut Fang An yang sudah mengingat nama Mo Ge, sang ketua perompak yang Fang An kuras di danau hitam.


"An'er, kamu dan Lin'er serang dari depan! aku dan adik Guang serang dari belakang! kita kurung mereka dan habisi mereka didalam sekte!" ucap Shujao menatap bangunan bangunan sekte golok setan yang berjejer dan bertingkat tingkat.


"Baik paman guru." jawab Fang mengangguk, Fang An dan Yue Lin kemudian bergerak pelan ke gerbang sekte, sementara Shujao dan Da Guang melewati jalan lain untuk menyerang dari belakang.


Boom Boom Boom..


Setelah berada tidak jauh didepan gerbang sekte, Fang An dan Yue Lin dikejutkan dengan suara ledakan dari arah belakang sekte, yang mana suara ledakan itu adalah ledakan karena Shujao dan Da Guang melepaskan sebuah serangan energi dengan kekuatan besar.


"Sepertinya paman guru memiliki teknik lain yang bisa meledak," gumam Fang An takjub.


"Ayo Lin'er!" ucap lanjut Fang An.


Fang An dan Yue Lin kemudian bergerak mendekati gerbang, sementara murid sekte atau pasukan bendera lima warna dan para tetua serta Patriak Mo He sendiri sudah panik dengan suara ledakan tadi.


Slash Slash Slash


Slash Slash Slash


Fang An dan Yue Lin bergerak cepat dan mulai membantai satu persatu murid sekte golok setan, sebelumnya Yue Lin menggunakan artefak, sehingga pergerakannya sulit untuk dapat dilihat.


Slash Slash Slash


Slash Slash Slash


Potongan potongan tubuh tanpa kepala terus berjatuhan, Fang An dan Yue Lin terus membunuh, sementara dibelakang sekte juga terus terdengar suara ledakan yang terus berbunyi, saat ledakan terjadi, bangunan bangunan sekte juga roboh satu demi satu karena ledakan itu.


Ledakan itu juga membuat sekte golok setan terguncang, sehingga membuat pilihan ribu murid sekte menjadi ketar ketir, untuk pertama kalinya mereka lihat dengan mata kepala, ada kekuatan yang bisa meledakkan bangunan dan mengguncang kawasan disekitarnya.


"Siapa kalian?" tanya salah satu tetua dengan menatap tajam Fang An dan Yue Lin.

__ADS_1


"Siapa kami? itu tidak penting! yang perlu kamu tahu adalah sekte golok setan dan bendera lima warna sudah habis masanya," jawab Fang An tersenyum jahat.


Wajah para tetua semakin jelek, meski tidak yakin, tapi melihat kecepatan yang dilakukan Fang An dan Yue Lin saat membunuh, mereka sadar jika keduanya adalah orang yang tidak main main.


Boom Boom Boom


Boom Boom Boom


Ledakan terus menggema diwaktu yang sama, dimana kedua paman guru Fang An terus meledakkan satu demi satu bangunan dan membunuh murid murid sekte golok setan, Shujao dan Da Guang sangat menikmati pembantaian yang mereka lakukan itu.


"Tidak usah banyak bicara An'er! habisi mereka semua!" seru Shujao yang berada cukup jauh.


Whush.. Whush..


Fang An dan Yue Lin kembali bergerak cepat dan membunuh, sasaran Yue Lin adalah murid sekte, sementara sasaran Fang An adalah lara tetua sekte, keduanya bergerak cepat dan terus membunuh.


"Aaaarrg"


Patriak Mo He berseru saat melihat satu demi satu bangunan sekte dan murid murid sekte nya dihancurkan dan dibunuh, sementara dia tidak tahu siapa mereka dan apa masalah mereka.


"Bajingan, akan ku bunuh kalian," seru patriak Mo He, lalu melesat kearah Fang An, sementara Fang An masih sibuk membunuh para tetua sekte.


"Gege?" seru Yue Lin memanggil saat melihat Patriak Mo He melesat kearah Fang An, Fang An kemudian menoleh kearah Patriak Mo He.


Buuuk Buuuk Buuuk


Fang An kemudian menghilang dan menendang Patriak Mo He yang tidak tahu jika dirinya dalam bahaya, lalu Patriak Mo He terpental puluhan meter kebelakang.


"Hanya itu kemampuan ketua bendera lima warna? lemah👎," Fang An mengacungkan jempol nya kebawah.


"Tidak usah buang buang waktu dengan orang seperti dia An'er! habisi dia dan kita cari kakak Chen!" suara Da Guang terdengar, saat ini dia dan Shujao masih sibuk membantai murid sekte dan meledakkan satu persatu bangunan bangunan sekte golok setan.


"Biarkan aku yang membunuhnya Gege!" Yue Lin melesat kearah Fang An, sementara Patriak Mo He masih terbaring diatas tanah setelah mendapat tiga tendangan berturut turut dari Fang An.


Yue Lin lalu melesat kearah Patriak Mo He dan ingin menghabisi nyawa Patriak Mo He, namun dengan sigap Patriak Mo He berdiri dan mencoba memberikan perlawanan, akhirnya Yue Lin dan Patriak Mo He bertarung, sementara Fang An kembali membantai murid sekte dengan cepat.


Meskipun Patriak Mo He memberikan perlawanan, tapi karena Yue Lin menggunakan artefak, sehingga Patriak Mo He kesulitan untuk membaca arah serangan Yue Lin, hal itu membuat Patriak Mo He mendapat banyak luka sayatan pada lengan dan juga dada.


Boom Boom Boom


Boom Boom Boom

__ADS_1


Shujao dan Da Guang juga terus meledakkan bangunan bangunan dan murid murid sekte golok setan menjadi kabut darah, sementara Fang An bergerak zig zag membunuh murid sekte, Yue Lin semakin memberikan luka pada tubuh Patriak Mo He.


"Cepat selesaikan Lin'er!" ucap Fang An yang juga hampir selesai membunuh murid sekte.


"Baik Gege," jawab Yue Lin mengangguk, lalu dia tingkatkan serangan dan mengakhiri hidup Patriak Mo He.


Satu jam kemudian.


Seluruh bangunan runtuh dan semua murid sekte dibunuh, tidak ada yang mereka biarkan lolos dari pembantaian itu, sekte yang tadinya berdiri kokoh dengan bangunan bangunan megah, kini hanya menjadi reruntuhan.


Ruang bawah tanah yang merupakan gudang penyimpanan harta juga dikuras habis oleh Shujao dan Da Guang, lalu mereka berikan pada Fang An.


"Sekarang bendera lima warna sudah musnah, tapi aku yakin masih ada satu dua orang diluar sana, apa kamu masih ingin mencari mereka?" tanya Shujao setelah meruntuhkan semua bangunan.


"Tidak paman guru! aku ingin ikut guru dan paman guru ke benua suci," jawab Fang An yang ingin memulai petualangan baru di benua suci, sekaligus mencaritahu klan Yuan.


"Gege, lalu bagaimana dengan klan Tang?" tanya Yue Lin merasa keberatan, apalagi pembunuh ayahnya masih berkeliaran dikota perak.


"Kita akan kembali suatu saat nanti Lin'er!" jawab Fang An menatap lembut.


"Kamu ingin mencaritahu klan Yuan?" tebak Da Guang.


"Benar paman guru, bagaimana pun juga, Yuan Feng adalah sosok yang telah membuatku bisa berkultivasi, aku harus membalaskan dendam nya," jawab Fang An mengangguk.


"Kamu jangan bodoh An'er! klan Yuan bukanlah klan yang bisa di usik, satu klan abdinya saja bisa merayakan klan Chen, apalagi hanya kamu seorang diri," ucap Shujao serius.


"Tidak apa apa paman guru! aku akan berhati hati," balas Fang An meyakinkan kedua paman gurunya.


"Ya sudah! sekarang antarkan kami ke tempat kakak Chen!" ucap Shujao malas berdebat.


"Baik paman guru," jawab Fang An mengangguk.


Fang An, Yue Lin, Shujao dan Da Guang kemudian melesat meninggalkan sekte golok setan yang sudah tidak ada bangunannya lagi itu, dengan musnahnya bendera lima warna, maka kelima benua sedikit lebih aman.


Meski begitu, masih ada dua organisasi bawah tanah lainnya, yaitu bendera pelangi dan pembunuh malam, meski nama kedua organisasi bawah tanah itu tidak setenar bendera lima warna, tapi dengan musnahnya bendera lima warna, tentu akan menjadi awal kebangkitan salah satu dari keduanya.


Dengan tenang dan mengobrol, Fang An dan lainnya terus melesat ke utara, dimana Chen Chu berada disana, itu yang Fang An pikirkan, tapi belum tahu apakah Chen Chu berada ditempatnya atau tidak, karena author juga tidak tahu.


*******


Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2