Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Chapter 24 – Rafisqy


__ADS_3

Suara pedang yang digunakan Zachery mengeluarkan suara yang keras hingga menimbulkan angin yang begitu kencang ke sekitar Villa Cahaya Phoenix. Bahkan Clarissa yang sedang membaca buku di kamarnya terganggu dengan suara tersebut dan menyudahi membaca bukunya.


Clarissa melihat keluar jendela kamarnya, dia mendapati Zachery serang berlatih ilmu pedang dasar dan ilmu meringankan tubuhnya. "Zachery berlatih? Kenapa dia tidak mengajakku?" Clarissa bertanya - tanya, mungkinkah Zachery masih kesal dengannya akibat pembicaraan yang mengarah pada perjodohan itu?


Clarissa segera berlari ke arah halaman untuk melihat lebih dekat, dia tidak langsung mendekati Zachery melainkan duduk di salah satu batu yang biasa di gunakan untuk duduk. Meskipun terlihat sedang fokus dengan latihannya, Zachery bisa melihat Clarissa sedang memperhatikannya.


"Kenapa kau masih diam disana, tidak ada niat untuk bergabung denganku?"


"Aku pikir kau masih marah denganku, tapi jika kau membolehkanku untuk bergabung denganmu tentu aku akan ikut berlatih."


Clarissa segera melompat dari batu tersebut dia lalu mengambil sebuah pedang yang berjejer rapi di rak yang tidak jauh dari halaman tersebut.


"Serang sesukamu, jangan sungkan... " Tantang Zachery. Clarissa sedikit memutar tangannya mencari genggaman yang enak untuk memegang pedang tersebut. "Begitu kah, kalau begitu terima ini..."


"Obat mengguncang bumi."


Clarissa mengeluarkan jurusnya, Zachery tidak heran dengan nama jurus Clarissa yang bernuansakan obat karena Clarissa memang berasal dari Fraksi Obat.


"Tidak buruk, namun ini tidak bisa melukai ku.."


Zachery dengan mudahnya menahan serangan itu, dia tidak berniat menyerang jurus pedang Clarissa melainkan lebih memilih keadaan bertahan. Suara yang di timbulkan dari benturan pedang keduanya begitu keras dan menarik perhatian para anggota sekte.

__ADS_1


Anggota Fraksi Racun yang sedang berjalan dengan Giovanni terkejut mendengar suara tersebut. "Kakak, kelihatannya di Villa ini sedang ada pertarungan. Ayo kita lihat." Dia segera berlari ke arah gerbang Villa, sementara Giovanni mengikutinya dari belakang.


"Bisa sedikit tenang Rafisqy, kau begitu antusias." Giovanni mengejar laki - laki di depannya.


"Tidak kakak, kalau tidak cepat mereka akan menyudahinya. Cepatlah.." Seseorang bernama Rafisqy tersebut langsung menarik tangan Giovanni.


"Ah, baiklah kau berhasil memaksaku." Ternyata laki - laki Tersebut tidak lain adalah adik dari Giovanni, Giovanni mengajaknya kemari untuk berlatih bersama dengan Zachery dan Clarissa.


Rafisqy sendiri bisa dibilang bukan adik kandung Giovanni, saat itu Rafisqy di temukan oleh Tetua Fraksi Racun di reruntuhan bangunan kota kecil di wilayah barat Kekaisaran Bulan merah. Kondisinya yang begitu buruk membuat Tetua Fraksi Racun iba lalu membawanya pulang dan tidak lama kemudian dia mengumumkan Rafisqy sebagai anak angkatnya.


Giovanni yang saat itu masih berusia 10 tahun tentu saja sangat antusias karena mempunyai adik yang bisa menjadi lawan tanding latihannya. Hal ini dikarenakan Giovanni adalah seorang jenius sama seperti Clarissa yang merupakan murid terbaik Fraksi Obat. Tidak ada yang bisa menyamai kemampuan Giovanni di Fraksi Racun, di generasi yang sama tentunya.


Jauh di luar dugaan ayah Giovanni sebelumnya, ternyata Rafisqy mempunyai kekuatan maupun bakat yang hampir setara dengan Giovanni walaupun usia mereka berdua terpaut jarak 5 tahun. Dan kelihatannya Rafisqy akan melampaui Giovanni beberapa tahun lagi jika Giovanni tidak rajin berlatih setiap hari.


Pada akhirnya Clarissa tidak bisa Bertahan lebih dari seratus jurus, Bahkan lima puluh jurus diantaranya, Clarissa Tidak membalas kembali serangan yang di lancarkan oleh Zachery. "Kau sudah menyerah, Clarissa!"


Clarissa berdecak kesal, sebetulnya dia mengetahui jumlah energi jiwa yang dimiliki Zachery berada pada tahap puncak pendekar emas. Sebaliknya Zachery pun tidak bisa secara leluasa mengeluarkan enegi jiwa yang berjumlah hampir 400 ratus itu karena sebuah enkripsi yang di pasang di tubuhnya oleh seseorang.


"Kuulangi sekali lagi, kau sudah menyerah Clarissa!" Zachery memberikan ancaman dengan mengarahkannya pedangnya di leher Clarissa seperti situasi yang dilakukan para perampok dan pendekar aliran hitam ketika akan membunuh lawannya.


"Aku menyerah, kau tidak perlu membawaku pada situasi kematian."

__ADS_1


"Hal ini berguna agar suatu saat nanti kau tidak terkejut tentang dunia luar." Zachery kembali menyarungkan pedangnya, kali ini Zachery sengaja tidak memakai pedang Cahaya Giok karena resikonya yang sangat besar.


Rafisqy dan Giovanni memasuki halaman Villa beberapa saat kemudian, Kekecewaan terlintas di Wajah Rafisqy, karena pertarungan yang ingin di lihatnya telah selesai dan menyalahkan Giovanni yang tidak buru - buru dalam melangkah.


"Lihatlah kakak pertarungannya sudah selesai, ini karena kau tidak langsung berlari kemari saat kuajak." Rafisqy memanyunkan bibirnya.


"Tenang saja, aku kemari untuk berlatih dengan Zachery dan Clarissa, jadi pertarungannya akan di mulai kembali nanti." Giovanni mengelus kepala adiknya pelan.


Rafisqy yang mendengar itu menjadi antusias, sementara Zachery Terlihat kebingungan siapa gerangan bocah yang begitu antusias di samping Giovanni ini?


Clarissa yang sedari tadi memperhatikan akhirnya angkat bicara saat mengenali bahwa yang seseorang di samping Giovanni tidak lain adalah Rafisqy. "Rafisqy kan? ada perlu apa kemari? apa kau ikut kakakmu berlatih?" Rafisqy mengangguk pelan, sementara Giovanni, "Tidak dia yang memaksa ikut kemari, karena dua hari lagi kita akan mengadakan turnamen sekte. Jadi hitung - hitung sebagai pembelajaran dirinya." membantah jawaban adiknya.


Zachery mengganguk pelan, dia akhirnya tahu identitas bocah antusias di samping Giovanni. Zachery segera mendekatinya dan menanyakan suatu hal. "Hei bocah, kau begitu antusias saat melihat pertarungan, bagaimana jika kau berlatih tanding denganku? Kau boleh memakai pedang terbaikmu." mendengar tantangan itu, Rafisqy melirik ke arah Giovanni seolah meminta izin darinya untuk berlatih tanding dengan Zachery.


Giovanni menghela nafas panjang.


"Baiklah, ingat Zachery jangan terlalu serius. terlebih umurnya masih anak - anak." Zachery mengangguk pelan, dia tahu batasannya. Clarissa dan Giovanni memberi sedikit jarak agar Zachery dan Rafisqy bisa secara leluasa melepaskan jurus pedangnya.


Rafisqy ternyata membawa pedang sendiri, kelihatannya dia memang berniat untuk bertarung karena sudah menyiapkan pedang di pinggangnya. Pedang Rafisqy cukup terkenal karena Clarissa bisa mengenalinya, pedang tersebut bernama Pedang Naga Es. Pedang Naga Es selalu memancarkan cahaya biru terang saat di keluarkan dari selongsongnya. Sedikit mirip dengan Pedang Cahaya Giok milik Zachery namun ukuran dan kualifikasinya berbeda dengan yang dimiliki Zachery.


"pedangmu cukup bagus, kalau begitu aku tidak akan segan." Zachery menarik pedang cahaya giok dari selongsongnya, entah bagaimana cara Zachery langsung menggenggam pedang tersebut, sepertinya Zachery mempunyainya semacam tas gaib di sekitar pinggangnya.

__ADS_1


Rafisqy begitu antusias melihat pedang cahaya giok, bisa dibilang Rafisqy adalah orang yang mudah mengagumi sesuatu. Kemudian tanpa di duga kalimat yang membuat Zachery tersinggung keluar dari mulut Rafisqy. Dia menginginkan sesuatu yang ada pada Zachery.


– • Kiko • –


__ADS_2