Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Apa Aku Sekaya Ini?


__ADS_3

Yang tidak Fang An ketahui adalah, ketua perompak adalah adik kandung dari Patriak Mo He, sang pemimpin tertinggi bendera lima warna, karena status ketua perompak sangat mengerikan itulah, membuat ke 14 kapten kapal lainnya hanya bisa patuh dengan perintahnya.


Meski sebagai adik dari Patriak Mo He, ketua perompak yang tidak lain adalah Mo Ge tidak memiliki bakat berkultivasi, sehingga Mo Ge memerintahkan murid dan tetua tingkat rendah untuk menjadi pengawalnya.


Murid dan tetua tingkat rendah adalah ke 14 kapten dan juga anggota perompak itu sendiri, karena itulah mereka sangat patuh pada ketua perompak, dia memiliki latar belakang yang sangat mengerikan.


Selain Patriak Mo He, ketua perompak juga memiliki kakak yang lain, yaitu kakak tertua mereka, namun saat ini tidak ada yang tahu keberadaan nya, kekuatan kakak tertua Mo He dan Mo Ge sendiri tidak ada yang tahu, tapi yang pasti, kekuatan nya sudah berada diatas pejuang surgawi tahap puncak.


"Bagaimana jika kita membunuhnya saja?" ucap salah satu kapten kapal melalui telepati.


"Aku juga sangat ingin membunuh bocah keparat ini, berani sekali dia mengacungkan pedang dileher ketua," timpal kapten lain kesal.


Mereka tidak tahu jika Fang An diam diam memperhatikan gerak gerik mereka, jika ada yang mencabut pedangnya, detik itu juga Fang An membunuh mereka, kultivasi ke 14 kapten kapal hanya berada di pejuang surgawi tahap awal.


Sementara anak buah mereka yang berjumlah lebih dari tiga ribu orang, memiliki kultivasi pejuang kaisar hingga pejuang suci, karena itulah sangat mudah bagi Fang An untuk membantai mereka.


"Ayo kita bunuh dia! dia hanya seorang diri," ucap kapten yang lain, lalu perlahan mereka mencabut pedang dari sarung nya.


Namun belum sempat ke 14 kapten kapal menyerang, Fang An sudah lebih dulu bergerak cepat dan menebas kepala mereka, apa yang dilakukan Fang An itu membuat ketua perompak semakin ketakutan, dia tidak menyangka ke 14 kapten kapalnya melakukan hal bodoh seperti itu.


"Kalian terlalu naif untuk dapat membunuhku," ucap Fang An tersenyum jahat setelah memenggal kepala ke 14 kapten kapal, lalu menatap tajam ketua perompak.


Ketua perompak semakin ketakutan, tubuhnya yang besar dan perut buncit terlihat jelas gemetar, namun Fang An tidak menghiraukannya, Fang An kembali meletakkan pedang dileher ketua perompak dan berkata.


"Bakar kapal ini dan tiga belas kapal lainnya! sisakan satu untuk kalian pulang!" ucap Fang An berbisik ditelinga ketua perompak.


Ketua perompak sedikit terkejut dengan perintah Fang An yang sangat konyol itu, tapi dia tidak punya pilihan lain, bakar dan pulang atau Fang An membunuh mereka semua dan membakar kapal, itulah pilihan yang harus dipilih ketua perompak atau Mo Ge.


"Ba-baik tu-tuan muda," jawaban itu lagi yang keluar dari mulut ketua perompak.


Lalu dia berpindah ke salah satu kapal yang ukurannya lebih kecil, kemudian dia memerintahkan anak buahnya untuk membakar ke 14 kapal yang ada.

__ADS_1


Semua anak buah yang mendengar perintah, segera melompat dari satu kapal ke kapal yang lain, lalu membakar kapal yang paling pinggir, kemudian membakar kapal yang lain hingga yang terakhir adalah kapal besar milik ketua perompak.


"Kembalilah! jika aku melewati danau ini dan masih melihatmu membajak kapal, aku pastikan bahkan ******** mu akan aku cincang menjadi ratusan potongan," ucap Fang An berbisik lagi ditelinga ketua perompak, sehingga ketua perompak semakin ketakutan.


"Ba-baik tu-tuan muda," hanya itu yang bisa ketua perompak ucapkan, dia sudah terlalu takut.


Selama ini ketua perompak selalu berhasil membajak setiap kapal yang melintasi danau hitam, namun kali ini nasibnya sungguh sial karena harus bertemu dengan Fang An.


Dari jauh.


Ketua pengawal, kapten kapal dan semua kultivator yang berada diatas kapal, semua terbelalak dengan apa yang mereka lihat, api berkobar di 14 kapal perompak, sementara Fang An masih berada disana.


Ketua pengawal susah tahu jika Fang An yang memerintahkan para perompak untuk membakar kapal kapal itu, hal itu membuat ketua pengawal semakin bersyukur karena tidak menyinggung Fang An waktu itu.


"Beruntung waktu itu aku tidak menyerangnya," gumam pelan ketua pengawal, tapi dapat didengar oleh pengawal yang tempo hari mengatakan Fang An adalah orang baik.


"Benar ketua, aku sudah yakin dia adalah orang baik, tapi aku tidak percaya dia sehebat itu," ucap pengawal tersenyum kecut.


Saat mereka mengobrol, Fang An melesat kearah mereka, tampak wajah Fang An berseri seri, pasalnya, dia sudah memeriksa isi cincin penyimpanan yang dia rampok dari para perompak.


Whush..


Fang An mendarat didepan ketua pengawal dan ke 24 pengawal lainnya, mereka tampak tersenyum melihat Fang An yang bermandikan darah, baju dan jubah putihnya penuh dengan darah.


"Aku bersihkan diri dan mengganti pakaian dulu tuan!" ucap Fang An setelah mendarat.


"Baik tuan muda," jawab ketua pengawal tersenyum.


"Baik Fang An," jawab pak kusir atau Fong Taiyie.


Fang An tersenyum dan menganggukkan kepala, lalu berjalan masuk kedalam kapal, sementara kapten kapal dan kultivator lainnya menatap kepergian Fang An dengan tatapan yang tidak dimengerti.

__ADS_1


"Ternyata ada orang kuat disini, beruntung dia ada, jika tidak, aku tidak tahu apa yang terjadi," gumam kapten kapal menatap kepergian Fang An.


Kapten kapal kemudian kembali ke tempatnya dan mengemudikan kapal, namun sebelumnya dia sudah memberi perintah pada ABK kapal untuk mendayung, lalu kapal pun berlayar kembali.


Saat melewati ke 14 kapal yang masih terbakar, semua penumpang naik diatas dek kapal dan samping kanan kapal untuk melihat kobaran api yang melahap ke 14 kapal para perompak itu, sementara kapal satunya yang Fang An biarkan, susah tidak terlihat lagi.


Didalam kamar.


Selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Fang An naik keatas kasur dan memeriksa kembali cincin penyimpanan yang dia rampok, lalu memilah koin emas, koin perak serta yang lainnya.


"Apa aku sekaya ini?" ucap Fang An yang melihat lebih dari 90 juta koin emas dan lebih dari 100 juta koin perak, belum lagi dengan beras, jagung dan juga gandum yang menggunung.


"Sepertinya aku memang kaya," gumamnya lanjut menggeleng kepala.


Selesai memisahkan semua, Fang An keluar kamar, sebelum keluar dari dalam kapal, Fang An mampir lebih dulu ke kamar Yin Yin dan mengetuk pintu kamarnya.


"Tuan muda," ucap Yin Yin saat membuka pintu, lalu entah kenapa dia memeluk Fang An dan menangis.


Ternyata saat Fang An melesat ke kapal ketua perompak, Yin Yin dapat melihatnya melalui jendela, sehingga Yin Yin sangat mengkhawatirkan Fang An, apalagi saat dia lihat ke 14 kapal terbakar, hal itu membuat Yin Yin semakin berpikir jika Fang An sudah dibunuh oleh para perompak.


"Tidak terjadi apa apa nona muda! semua baik baik saja," ucap lembut Fang An, dia paham kenapa Yin Yin bersikap seperti itu, yaitu Yin Yin mengkhawatirkan nya.


"Ukhuk ukhuk,"


Saat Yin Yin masih memeluk Fang An, ketua pengawal masuk, dia masuk karena Fang An sangat lama keluar dari dalam, sehingga dia ingin memanggil Fang An, dia dan lainnya sudah tidak sabar mendengar cerita Fang An di kapal para perompak.


"Paman?" ucap Yin Yin melepas pelukannya dengan cepat, lalu menunduk dengan wajah yang merah merona seperti kepiting rebus, kemudian dia kembali ke kamar nya dengan perasaan malu.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2