
"Ayo kita ke klan Jiao!" ucap Fang An setelah memberikan dua buah buah abadi.
Jiao Lin mengambil kedua buah buah abadi dan memasukkan kedalam cincin penyimpanan, kemudian berdiri dan keduanya berjalan melanjutkan perjalanan, saat Fang An berpikir mereka akan kembali ke kota untuk pergi ke klan Jiao, Jiao Lin justru terus berjalan ke arah yang keduanya tuju tadi.
"Apa yang kamu lakukan? bukannya kamu sudah setuju untuk kembali ke klan?" tanya Fang An tidak mengerti.
"Bukannya tuan muda ingin ke klan Jiao? ini jalan ke klan Jiao, klan Jiao berada didekat ibukota, jika ingin ke klan, kita harus ke ibukota lebih dulu!" jawab Jiao Lin tanpa menoleh.
"Jadi seperti itu? kenapa tidak bilang dari tadi?" tanya Fang An kesal.
Tahu Fang An kesal, Jiao Lin terus berjalan dengan cengingisan, namun dalam hati, dia merasa senang karena mendapat bantuan dari Fang An, dia tahu Fang An bisa membantunya.
Tidak mungkin Fang An merekrut orang jika dia lemah, hal itulah yang membuat Jiao Lin berpikir Fang An dapat membantunya, jika perjodohan itu dibatalkan, sudah pasti Jiao Lin akan berpetualangan dan mencari pengalaman hidup.
Jiao Lin adalah nona muda klan Jiao, dia dijodohkan oleh ayahnya yang merupakan Patriak klan Jiao, dan pemuda yang dijodohkan dengan Jiao Lin adalah tuan muda klan Chan yang bernama Chan Rui.
Sebenarnya Chan Rui termasuk pemuda tampan dan juga berbakat, sebagai tuan muda klan besar, Chan Rui memiliki basis kultivasi pejuang raja tahap menengah, padahal usianya baru 18 tahun, banyak gadis gadis muda yang tergila gila padanya.
Hanya saja Chan Rui tidak ingin terganggu, ingin fokus untuk meningkatkan kemampuan bertarung dan juga kultivasi nya, bagi Chan Rui, wanita adalah soal kedua, yang pertama adalah menjadi kuat, hidup di dunia kultivator adalah yang kuat menindas yang lemah.
Perjodohan itu juga di tentang oleh Chan Rui, karena dia tidak ingin terganggu dengan wanita, menurut Chan Rui, wanita itu sangat rumit untuk dimengerti, dan juga sangat merepotkan, sehingga dia ingin menjauh dari wanita selama mungkin.
Tapi apa mau dikata, yah Chan Rui yang juga Patriak klan Chan, telah menjodohkan nya dengan Jiao Lin sejak usia Chan Rui 7 tahun, sementara Jiao Lin baru menginjak 5 tahun, dan akan menikahkan Chan Rui dan Jiao Lin saat usia usia Chan Rui 19 tahun dan Jiao Lin 17 tahun.
******
Waktu terus berlalu.
__ADS_1
Tak terasa tiga hari sudah Fang An dan Jiao Lin melakukan perjalanan ke ibukota kerajaan Ning, keduanya tidak melewati jalur yang biasa dilalui para pedagang dan kultivator pada umumnya, Jiao Lin mengatakan jika mereka memotong hutan, keduanya akan tiba dikota Sanan dalam waktu 5 hari.
Saat ini Fang An dan Jiao Lin berada dihutan lebat, aura dihutan itu juga cukup mencekam, banyak suara hewan buas yang terdengar disana, namun Fang An tetap biasa biasa saja, tapi tidak dengan Jiao Lin, tampak Jiao Lin ketakutan dengan suara suara hewan buas yang berkeliaran disekitar mereka.
Menjelang malam, Fang An dan Jiao Lin tiba di bukit serta tebing yang menjulang tinggi, Fang An dan Jiao Lin berjalan sambil mengitari pandangan mereka, Fang An memandang semua tebing yang ada disekitar mereka, lalu matanya menangkap sebuah goa kecil yang sudah ditutupi rumput bertali atau tanaman merambat.
"Tunggu disini!" ucap Fang An mengehentikan langkah, lalu dia melompat keatas dan mendekati goa yang sudah hampir tertutup tanaman merambat itu.
Setibanya didepan mulut goa, Fang An membersihkan mulut goa dengan pedang, lalu melompat masuk kedalam, didalam goa, tampak sangat gelap, lantas dia mengeluarkan elemen api sebagai penerang, perlahan Fang An masuk kedalam goa.
50 meter kedalam.
Fang An menemukan sebuah kolam dengan ukuran 5x5 meter, kolam itu berwarna biru, ditengah kolam ada teratai putih, yang mana teratai putih adalah salah satu bahan untuk membuat pil bintang 5.
Namun bukan teratai putih yang menjadi perhatian Fang An, yang menjadi perhatian Fang An adalah tengkorak yang berada ditepi kolam, tengkorak itu dalam posisi duduk membelakangi pintu goa.
Saat debu menghilang, sebuah cincin penyimpanan jatuh kelantai dan hampir tergelincir kedalam kolam, namun dengan cepat Fang An menahan dengan kaki, lalu di ambil cincin penyimpanan itu.
Detik berikutnya Fang An memeriksa isi cincin penyimpanan itu, isinya tidak lain adalah koin platinum, koin emas dan juga koin perak, tapi bukan itu yang Fang An perhatikan, yang menarik perhatian Fang An adalah tiga buah kitab.
Fang mengeluarkan ketiga kitab dan membaca nama kitab satu persatu, kitab pertama bernama kitab cakar emas, kitab kedua bernama tinju dewa, dan kitab ketiga adalah kitab Alkemis.
Rupanya dua dari ketiga kitab itu adalah kitab jurus, yang mana jurus tangan kosong, selama ini Fang An hanya mengandalkan jurus berpedang dan tidak pernah menggunakan jurus tangan kosong, sehingga dia sangat senang saat menemukan dua kitab tangan kosong.
"Sepertinya aku harus berlatih menggunakan jurus tangan kosong," gumam Fang An tersenyum senang.
"Tapi sayangnya ada Jiao Lin disini, tapi tidak apa, aku akan berlatih sepanjang perjalanan," gumamnya lanjut.
__ADS_1
Sebelum keluar goa, tidak lupa Fang An masuk kedalam kolam dan ingin memetik teratai putih yang ada ditengah kolam, namun saat masuk kedalam kolam, tubuh Fang An tiba tiba kaku dan tidak bisa melangkah, hal itu membuat Fang An sedikit panik.
Dengan sekuat tenaga dia berusaha keluar dari kolam berwarna biru itu, tapi usaha Fang An sia sia, dia tidak dapat menggerakkan kakinya seperti tadi, meski begitu, Fang An merasa ada suatu kekuatan yang mengalir masuk melalui kedua kakinya.
Tahu ada kekuatan yang masuk kedalam tubuhnya, Fang An mencoba duduk dan menyerap energi yang ada didalam kolam, dengan tenang dia duduk dan menutup mata.
Saat menutup mata, tiba tiba sebuah bayangan tampak nyata berada didepan Fang An, antara sadar dan tidak, Fang An melihat seorang gadis cantik berpakaian serba putih dan menutup wajahnya, wanita itu mendekati Fang An.
Ketika jarak mereka sudah sangat dekat, wanita itu berkata.
"Aku telah menunggumu dengan waktu yang sangat lama anak muda, dan akhirnya kamu berada disini juga," ucap wanita berpakaian putih lembut.
"Jika kamu penasaran dengan siapa diriku, kamu akan mendapat jawabannya setelah kamu berada di alam langit," ucap lanjut wanita berpakaian putih, lalu menghilang dari hadapan Fang An.
Saat wanita itu menghilang, Fang An membuka kedua matanya dan mencari keberadaan wanita, namun tidak dia temukan keberadaan wanita berpakaian putih.
"Apa aku bermimpi?" gumam Fang An bingung, namun dia merasakan ada keanehan dari kolam biru, dimana yang tadinya ada energi yang sangat kuat, kini kolam biru berubah menjadi seperti kolam biasa seperti pada umumnya.
Teratai putih yang berada di tengah kolam juga layu dan kering, hal itu membuat Fang An sedikit tercengang, sangat mustahil bunga yang berada diatas air bisa layu dan kering.
"Teka teki macam apa ini?" umpat Fang An kesal, dia tahu wanita itu memberikan teka teki yang harus dia pecahkan.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...