
Sesampainya diluar, Fang An mencoba mencari orang yang bisa dipercaya, memang ada banyak kultivator yang berlalu lalang, namun Fang An tahu mereka tidak bisa dipercaya.
"Sebaiknya aku ke pusat informasi!" gumam Fang An, lalu dia berjalan ke pusat kota untuk mencari pusat informasi.
Tidak beberapa lama, Fang An menemukan bangunan yang bertuliskan pusat informasi kota bintang, lantas dia masuk kedalam.
"Selamat datang di pusat informasi kota bintang, tuan muda!" ucap pelayan ramah.
"Aku ingin bantuan nona!" ucap Fang An tersenyum.
"Bantuan seperti apa tuan muda?" tanya pelayan.
Fang An mendekati mulutnya dan setengah berbisik.
"Aku ingin mengirim surat pada kaisar Zhou Yan, apa nona punya orang yang bisa dipercaya?" ucap Fang An sedikit berbisik, karena saat ini ada beberapa kultivator bebas yang berada tidak jauh darinya.
"Bisa tuan muda, pusat informasi kota bintang bisa dipercaya." jawab pelayan yang juga sedikit berbisik, dia paham dengan maksud Fang, dengan sedikit berbisik seperti itu, artinya ada informasi khusus yang tidak boleh orang lain tahu.
"Terima kasih nona." balas Fang An, lalu dia bisikkan pesan apa yang harus disampaikan pada kaisar Zhou Yan.
Saat mendengar apa yang diucapkan Fang An, gadis pelayan sedikit tercengang, tapi dia juga senang dengan apa yang diucapkan Fang An itu, selama ini pelayan itu juga sudah bosan karena terus menerus mendapat perlakukan buruk dari anggota bendera lima warna, selain itu, dia juga merasa kasihan pada penduduk desa yang menjadi budak.
"Baik tuan muda, aku akan melakukan yang terbaik, tuan muda bisa percaya padaku!" ucap pelayan serius.
"Terima kasih nona!" balas Fang An, lalu dia keluarkan satu kantong uang dan dia serahkan pada pelayan.
"Terlalu banyak tuan muda." ucap pelayan terkejut dengan jumlah uang yang diberikan Fang An.
"Tidak apa apa nona! perjalanan ke istana kekaisaran cukup jauh, aku tidak ingin kurir tidak puas dengan bayarannya, jika ada kelebihan, itu hadiah untuk nona." balas Fang An tersenyum.
"Terima kasih tuan muda." ucap pelayan senang.
Fang An kemudian keluar dari luar informasi dan kembali ke penginapan, entah kenapa dia ingin melanjutkan perjalanan, padahal mereka menyewa kamar selama tiga hari.
Sesampainya di penginapan, kedua paman guru dan Yue Lin berada dilantai dasar, ketiganya sedang makan dan menunggu Fang An.
"Bagaimana An'er? kamu sudah menemukan orangnya?" tanya Da Guang setelah Fang An masuk kedalam.
"Sudah, paman guru, kita bisa lanjutkan perjalanan kita, tapi aku ingin mampir ke ibukota kerajaan dan membersihkan kotoran yang masih ada di istana kerajaan." jawab Fang An mengangguk.
"Ya sudah! kita makan dulu baru lanjutkan perjalanan!" balas Da Guang mengangguk.
Fang An, Yue Lin dan kedua paman gurunya pun makan dengan tenang, tidak lama kemudian, keempatnya berdiri dan meninggalkan penginapan lalu menuju gerbang utara.
Setelah berada diluar gerbang, Fang An dan lainnya melayang dan melesat ke utara, mereka hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di ibukota kerajaan.
__ADS_1
Dua hari kemudian.
Fang An, Yue Lin, Shujao dan Da Guang menemukan ribuan pasukan bendera lima warna yang mencoba melarikan diri ke ibukota kerajaan Xin, ribuan pasukan itu tidak tahu jika Fang An dan lainnya berada diatas mereka.
"Paman guru, kita menemukan mainan." ucap Fang An tersenyum.
"Sebaiknya kita habisi mereka! An'er, kamu dan Lin'er halangi mereka dari depan, aku dan adik Guang akan masuk di tengah mereka." ucap Shujao membagi mereka.
"Baik paman guru." balas Fang An mengangguk, lalu keduanya melesat menghadang ribuan pasukan bendera lima warna.
Whush.. Whush..
Tidak butuh waktu lama bagi Fang An dan Yue Lin berada didepan ribuan pasukan bendera lima warna, saat Fang An dan Yue Lin berada didepan mereka, seketika ribuan pasukan bendera lima warna bersikap siaga.
"Kita bertemu lagi." ucap Fang An tersenyum jahat.
"Minggir kalian! jangan halangi jalan kami!" ucap salah satu pasukan bendera lima warna.
"Jangan terlalu naif pak tua! apa kamu pikir aku akan melepaskan kalian begitu saja?" tanya Fang An tersenyum.
Belum juga pasukan bendera lima warna itu menjawab, sudah terdengar suara kebisingan dari belakang, Shujao dan Da Guang sudah melakukan pembantaian, Shujao dari belakang, sementara Da Guang di tengah tengah ribuan pasukan itu.
"Gege." ucap Yue Lin meminta persetujuan Fang An.
"Lakukanlah!" balas Fang An yang mengerti.
Whush.. Whush..
Slash Slash Slash
Slash Slash Slash
Fang An dan Yue Lin mulai melakukan pembantaian, seperti biasa, Fang Yun dan Yue Lin bergerak cepat saat melakukan pembantaian, namun sudah pasti Fang An yang lebih cepat membunuh.
Setiap detiknya satu demi satu pasukan bendera lima warna tumbang tanpa kepala, Fang An dan Yue Lin sangat menikmati pembantaian itu.
Pasukan bendera lima warna yang melihat ada kesempatan, mereka mencoba untuk melarikan diri, namun dengan cepat Fang An mengejar dan membunuh mereka, meski begitu, ada saja yang dapat melarikan diri dan Fang An tidak bisa mengejar mereka semua.
Slash Slash Slash
Slash Slash Slash
Fang An dan Yue Lin terus melakukan pembantaian, begitu juga dengan kedua paman guru Fang An, keduanya juga terus membantai pasukan bendera lima warna.
Dalam hitungan 30 menit, hampir seribu pasukan bendera lima warna yang mereka bantai, namun ada ribuan lainnya yang berhasil melarikan diri ke berbagai arah, sehingga membuat Fang An, Yue Lin dan kedua paman guru Fang An malas untuk mengejar.
__ADS_1
Meski begitu, keempatnya berhasil membunuh hampir seribu pasukan bendera lima warna, jumlah yang sangat banyak dalam untuk waktu 30 menit.
"Sekarang mereka semakin ketakutan, bagaimana jika kita berpencar dan mengejar mereka? Besok kita bertemu di ibukota." ucap Da Guang yang ingin sekali mengejar mereka.
"Aku terserah paman guru saja!" ucap Fang An mana mantap saja.
"Baiklah, Aku ke barat! Adik Guan ke timur! An'er dan Lin'er terus ke utara! Kita bertemu di ibukota dua besok!" ucap Shujao mengangguk setuju.
"Baik guru, Kita bertemu di ibukota besok." jawab Fang An yang juga setuju.
Fang An dan Yue Lin pun berpisah dengan kedua paman gurunya, keduanya melesat dengan kecepatan yang dimiliki Yue Lin, meski begitu, kecepatan mereka lebih cepat dari pasukan bendera lima warna yang melarikan diri itu.
Setelah berada cukup jauh dari Shujao dan Da Guang, Fang An dan Yue Lin menggunakan artefak untuk menyamarkan diri dan juga aura mereka, selesai menggunakan artefak, Fang An dan Yue Lin melanjutkan pengejaran mereka.
3 jam kemudian.
Fang An dan Yue Lin berhasil menyusul ratusan pasukan bendera lima warna yang melarikan diri ke utara, keduanya mulai pembantaian lagi, dengan menggunakan artefak, Fang An dan Yue Lin tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga keduanya terus membantai pasukan bendera lima warna.
Disisi lain.
Shujao dan Da Guang juga telah menyusul pasukan bendera lima warna yang melarikan diri ke timur dan juga barat, keduanya berusaha membunuh sebanyak mungkin, dengan kekuatan yang mereka miliki, Shujao dan Da Guang bergerak sangat cepat.
Dalam waktu satu jam.
Baik Fang An, Yue Lin, Shujao dan Da Guang, mereka membunuh sebagian besar pasukan bendera lima warna, meski ada saja yang berhasil melarikan diri, tapi jumlah mereka hanya puluhan orang saja.
Namun Fang An dan Yue Lin terus mengejar pasukan bendera lima warna yang melarikan diri ke ibukota, keduanya tidak ingin melepaskan makanan yang sudah ada didepan mata, sehingga Fang An dan Yue Lin terus melakukan pengejaran.
Sepanjang jalan ke ibukota, Fang An dan Yue Lin terus membunuh pasukan bendera lima warna yang mereka temukan dijalan, tidak ada yang mereka lepaskan hidup, semua dibunuh tanpa sisa.
Menjelang pagi.
Fang An dan Yue Lin tiba didepan ibukota, keduanya lalu melayang turun dan berjalan ke arah gerbang kota, setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Fang An dan Yue Lin masuk kedalam.
"Kita cari penginapan dan tunggu paman guru!" ucap Fang An setelah masuk kedalam kota.
"Baik Gege." hanya itu yang keluar dari mulut Yue Lin.
Tidak beberapa lama, Fang An dan Yue Lin menemukan sebuah penginapan, lantas keduanya masuk dan memesan kamar, selesai memesan dan membayar kamar, Fang An dan Yue Lin naik ke kamar mereka masing masing.
Seperti biasa, Fang An membersihkan diri lebih dulu, barulah membaringkan tubuhnya yang kelelahan karena terus melakukan pembantaian dalam perjalanan, Fang An berencana akan jalan jalan di ibukota saat kedua paman gurunya tiba.
*******
Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...