
Tidak menghiraukan wajah pucat Gu Gao, Fang An dan Yue Lin terus membunuh, Fang An fokus membunuh para tetua, Yue Lin fokus membunuh pasukan.
Slash Slash Slash
Slash Slash Slash
Kepala terus berjatuhan ketanah, lalu diikuti dengan tubuh tanpa kepala, hal itu membuat Gu Gao semakin ketakutan, Fang An sengaja tidak membunuh Gu Gao karena tahu Gu Gao adalah pemimpin pasukan bendera lima warna.
Fang An dapat mengetahui itu karena saat berjalan, Gu Gao yang berada paling depan dan paling tengah, sehingga memudahkan Fang An mengenalinya.
"Bagaimana rasanya hidup dalam ketakutan pak tua?" ucap Fang An yang sudah selesai membunuh semua tetua yang ada, suaranya dapat didengar jelas oleh Gu Gao, namun Gu Gao tidak dapat melihatnya.
"A-ampuni a-aku tu-tuan muda!" ucap Gu Gao gagap, dia tahu pemilik suara masih sangat muda, Gu Gao bisa membedakan suara pemuda dan orang tua.
"Mengampuni mu? Hahaha... tidak ada ampunan bagi penjahat sepertimu pak tua," ucap Fang An yang masih tidak dapat dilihat Gu Gao.
Disisi lain.
Yue Lin terus membantai pasukan bendera lima warna, setiap pasukan mengayunkan pedang mereka ke sembarangan arah dan berharap dapat mengenai atau melukai Yue Lin, namun Yue Lin dengan mudah dapat menghindari ayunan pedang dan tombak yang pasukan bendera lima warna lakukan itu.
Saat pasukan bendera lima warna mengayunkan pedang kearah, Yue Lin bergerak menunduk dan menusuk tepat di jantung mereka, jika pedang dan tombak di ayunkan setara dengan dada, Yue Lin melayang dan memenggal kepala mereka,
Yue Lin selalu punya cara untuk membunuh pasukan bendera lima warna, pasukan bendera lima warna sendiri tidak ada yang berani melarikan diri, sebelumnya Gu Gao sudah memberi ancaman.
Jika ada yang melarikan diri saat pertempuran berlangsung, maka bukan hanya dia yang dibunuh, tapi seluruh keluarganya juga dibunuh, hal itu membuat pasukan bendera lima warna berpikir seribu kali untuk melarikan diri, apalagi saat ini Gu Gao masih hidup.
Fang An sendiri sedikit heran karena pasukan bendera lima warna tidak ada yang melarikan diri, hal itu membuat Fang An berpikir jika mereka sudah diancam agar tidak melarikan diri, karena itulah tidak ada yang berani.
"Menarik." gumam Fang An tersenyum jahat, dia sekarang mengerti kenapa pasukan bendera lima warna tidak melarikan diri, itu semua karena Gu Gao masih hidup.
Tidak menghiraukan Gu Gao yang berdiri dengan wajah pucat pasi, Fang An melesat kearah pasukan dan memulai pembantaian terhadap pasukan bendera lima warna.
__ADS_1
Slash Slash Slash
Slash Slash Slash
Dengan menggunakan teknik langkah bayangan dan teknik pedang tanpa bayangan, serta kekuatan nya yang mencapai dewa bumi tahap menengah, memudahkan Fang An bergerak cepat dan membunuh secepat mungkin.
Dalam hitungan satu jam, sudah lebih dari tiga puluh ribu pasukan bendera lima warna yang tewas, baik dengan tanpa kepala dan jantung tertusuk pedang.
"Lin'er, kamu awasi ketua mereka! jika dia berani bergerak, habisi dia!" ucap Fang An yang masih sibuk membantai pasukan bendera lima warna, meski begitu, Fang An khawatir Gu Gao melarikan diri.
"Baik Gege," jawab Yue Lin, lalu melanjutkan pembantaian dengan bergerak mendekati Gu Gao yang masih mencari cari keberadaan Fang An.
"Mohon ampuni aku tuan muda! aku berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi," ucap Gu Gao berlutut, dia tahu meski melarikan diri, hal itu hanya sia sia saja, sehingga dia berpikir akan dilepaskan jika memohon ampun.
"Tidak ada ampunan bagimu pak tua," ucap Yue Lin yang berada tidak jauh darinya.
Saat mendengar suara seorang gadis, Gu Gao semakin terkejut, ternyata bukan hanya satu orang, tapi ada dua orang, seorang pemuda dan seorang gadis.
"Mohon ampunannya nona muda! aku berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi," ucap Gu Gao memohon sekali lagi.
Mendengar bentakan Yue Lin, Gu Gao terdiam, kini dia sadar diatas langit masih ada langit, selama ini dia tidak percaya dengan cerita para pasukan yang melarikan diri dari pertempuran melawan pasukan kerajaan Bei setahun yang lalu, menurut Gu Gao, para pasukan itu terlalu berlebihan dalam menceritakan apa yang terjadi di medan tempur.
"Awasi dia terus Lin'er! jika bergerak satu langkah saja, habisi dia!" ucap Fang An yang terus bergerak cepat dan membantai pasukan bendera lima warna.
Menjelang pagi, dua ratus ribu pasukan bendera lima warna yang datang, sudah berkurang hampir seratus ribu pasukan, Fang An dan Yue Lin sangat kelelahan, meski memiliki kekuatan besar, tapi bergerak cepat dalam waktu semalaman penuh, hal itu membuat Fang An kelelahan.
"Habisi dia dan kita kembali Lin'er! hari akan segera terang," ucap Fang An yang masih terus membunuh.
"Baik Gege," jawab Yue Lin, lalu melesat kearah Gu Gao yang tidak beranjak dari tempatnya.
Slash..
__ADS_1
Kepala Gu Gao terjatuh dari tempatnya dan terguling diatas tanah, kemudian disusul tubuhnya yang roboh tanpa kepala.
"Mundur!" saat melihat Gu Gao sudah tewas, salah satu pasukan bendera lima warna berseru untuk mundur.
"Bagaimana Gege?" tanya Yue Lin setelah membunuh Gu Gao.
"Biarkan saja mereka Lin'er, kita akan mengejar mereka setelah memulihkan diri," ucap Fang An yang sudah bergerak menjauh dari pasukan bendera lima warna.
Fang An tidak membunuh mereka sekarang dan melepaskan mereka bukan tanpa alasan, dengan kekuatan yang keduanya miliki saat ini, tidak sulit bagi keduanya untuk menyusul pasukan bendera lima warna yang melarikan diri itu.
Fang An dan Yue Lin kemudian mencari goa atau batu besar untuk memulihkan diri, saat matahari terbit, keduanya menemukan goa kecil, lalu membersihkan goa dan mulai menyerap energi spiritual untuk memulihkan kekuatan keduanya.
Dari jarak tidak jauh dari mereka, pasukan bendera lima warna terus berlari dengan kekuatan puncak mereka, karena banyaknya pasukan, sehingga memperlambat pergerakan, meski begitu, masing masing dari mereka menggunakan kekuatan puncak untuk menyelamatkan diri.
3 jam kemudian.
Setelah menyerap energi spiritual selama tiga jam, Fang An dan Yue Lin membuka mata dan menghentikan kultivasi mereka, keduanya telah kembali dalam kondisi prima, namun artefak keduanya sangat kotor dengan darah dari pasukan bendera lima warna.
"Sebaiknya kita cari sungai untuk membersihkan artefak!" ucap Fang An yang sudah melepaskan artefak miliknya.
"Baik Gege, aku juga merasa tidak nyaman karena bau darah ini," balas Yue Lin menganggukkan kepala.
"Tapi bagaimana dengan pasukan bendera lima warna yang melarikan diri itu Gege?" ucap lanjut Yue Lin bertanya.
"Biarkan saja mereka! nanti juga kita akan berhadapan lagi dengan mereka," jawab Fang An tersenyum.
"Baiklah! ayo kita cari sungai!" ucap Yue Lin, lalu melompat ke udara dan melayang perlahan kearah kota bukit.
*******
Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...