Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Memenangkan Pertarungan


__ADS_3

Fang An dan Jiao Xu terus bertarung dengan tangan kosong, merasa kekuatan Fang An sangat besar, Jiao Xu menambah kekuatan serangannya, sehingga pertarungan keduanya sangat sengit.


Fang An lupa jika Jiao Lin adalah kultivator elemen angin, artinya klan Jiao adalah klan yang menggunakan elemen angin, saat melihat serangan Jiao Xu semakin cepat dan gesit, Fang An baru ingat jika Jiao Lin adalah kultivator elemen angin.


"Bagus Patriak, keluarkan semua kemampuan Patriak," ucap Fang An bersemangat, sedari tadi dia menganggap remeh Jiao Xu, siapa sangka semakin lama Jiao Xu semakin meningkatkan kekuatan serangan, gerakan yang lincah dan gesit, membuat keduanya bertarung sengit.


Diluar arena pertarungan.


"Pemuda itu sangat kuat, lihatlah! bahkan Patriak terlihat kesulitan menghadapi serangan yang dilepaskan pemuda itu," ucap tetua agung kagum.


"Benar tetua agung, kecepatan nya bahkan bisa mengimbangi kecepatan Patriak, setiap serangan yang dia lepaskan juga sangat mematikan, jika patriak salah perhitungan, aku yakin pemuda itu akan memenangkan Pertarungan," timpal tetua pertama mengangguk setuju.


"Sangat berbakat," ucap tetua agung menggeleng kepala.


Diatas arena pertarungan.


Fang An dan Jiao Xu semakin meningkatkan intensitas pertarungan, merasa tidak dapat membuat Jiao Xu tertekan dengan jurus tapak naga emas, Fang An mengganti serangannya dengan jurus tapak naga azure.


Sementara itu, melihat Fang An mengganti jurus, Jiao Xu juga mengganti jurus untuk mengimbangi jurus yang Fang An gunakan, meningkatnya intensitas pertarungan Fang An dan Jiao Xu, membuat wajah para tetua dan murid klan berubah ubah.


Jiao Lin sendiri tidak menyangka ayahnya dapat mengimbangi kekuatan dan kecepatan Fang An, selama ini dia tidak pernah melihat ayahnya bertarung, yang Jiao Lin tahu, ayahnya memiliki basis kultivasi pejuang surgawi tahap puncak, dan belum pernah sekalipun melihat ayahnya bertarung.


"Gerakan mu sangat cepat anak muda," ucap Jiao Xu dalam pertarungan mereka.


"Aku juga cukup terkejut dengan kekuatan dan kecepatan yang Patriak miliki," balas Fang An yang terus menyerang Jiao Xu dengan jurus tapak naga azure.


Dua jam telah berlalu semenjak Fang An dan Jiao Xu bertarung, pertarungan keduanya semakin sengit, dimana saat ini Fang An sudah menggunakan jurus tapak dewa naga, sementara Jiao Xu sendiri menggunakan jurus andalan kedua klan, yaitu tapak dewa angin.


Kecepatan, kelincahan dan ketangkasan keduanya terlihat seimbang, meski kadang terpukul mundur karena terkena serangan masing masing dari lawan, tapi Fang An dan Jiao Xu dengan cepat menyerang kembali.


"Bersiaplah!" ucap Fang An serius, entah kenapa kali ini Fang An menggunakan jurus langkah cahaya.

__ADS_1


Whush..


Fang An bergerak cepat dengan menggunakan teknik langkah cahaya, saat berpikir pertarungan akan berakhir, justru Fang An dibuat terkejut, dimana Jiao Xu juga menguasai teknik yang sama, hanya saja teknik yang dimilik Jiao Xu adalah teknik langkah angin.


Saat Fang An dan Jiao Xu menggunakan teknik langkah bayangan dan teknik langkah angin, para tetua dan murid klan hampir tidak bisa melihat pertarungan Fang An dan Jiao Xu, kecepatan mereka terlalu cepat untuk dilihat dengan mata telanjang.


Setiap pukulan tapak dan tendangan yang dilepaskan Fang An, selalu dapat di blokir dan dihindari Jiao Xu, begitu juga sebaliknya, setiap tendangan dan pukulan yang dilepaskan Jiao Xu, Fang An selalu dapat memblokir dan menghindari nya dengan mudah.


Setelah satu jam bertarung dengan menggunakan teknik langkah bayangan dan teknik langkah angin, Fang An mengganti jurus, kali ini Fang An mencoba menggunakan jurus tinju raja dewa.


Dengan mengalirkan Qi dengan cukup banyak dikedua telapak tangan, Fang An mengepalkan kedua tangan dan membuka jurus, lalu melesat menyerang Jiao Xu dengan langkah bayangan kembali.


Melihat Fang An menggunakan jurus yang tidak dapat dia baca setiap gerakannya, Jiao Xu juga menggunakan jurus andalan klan, yaitu tinju dewa bumi.


Dan pertarungan tingkat tinggi pun terjadi, tidak ada lagi yang menahan kekuatan dan kemampuan mereka, jika tadi Fang An menyerang dengan masih membaca setiap gerakan yang dilakukan Jiao Xu, kali ini Fang An menyerang tanpa melepaskan Jiao Xu.


Jiao Xu sendiri semakin tertekan dengan serangan yang dilepaskan Fang An, dia terus ditekan dipojokkan oleh serangan tinju dan tendangan yang dilepaskan Fang An, sehingga Jiao Xu hanya bisa memblokir dan melompat menghindar tanpa bisa menyerang balik.


"Aku terlalu meremehkan pak tua ini, aku rasa sudah cukup main mainnya," gumam Fang An membatin, lalu dia meningkatkan kecepatan dan kekuatan serangan.


Ternyata sedari tadi Fang An belum menggunakan kekuatan dan kecepatan puncaknya, dia masih ingin melihat kemampuan yang dimiliki Jiao Xu, sehingga Fang An hanya menggunakan kecepatan dan kekuatan serangan sebesar 75%.


Selesai bergumam, Fang An semakin melancarkan serangan, baik serangan tinju maupun tendangan, kecepatan dan kekuatan yang meningkat dari Fang An, membuat Jiao Xu semakin kewalahan hingga semakin tertekan.


Buuuk Buuuk..


Dua tinju raja dewa mendarat telak di dada bidang Jiao Xu, lalu membuat Jiao Xu terpukul mundur beberapa meter kebelakang, semua orang terkejut dengan Jiao Xu yang dipukul mundur oleh Fang An, padahal Jiao Xu sudah menggunakan seluruh kemampuan nya.


Tidak ingin memberi kesempatan, Fang An dengan cepat menyerang kembali, kali ini dia mengerahkan seluruh kemampuan nya, hal itu membuat Jiao Xu semakin kesulitan, Jiao Xu hanya bisa bertahan dan bertahan, namun kadang tinju dan tendangan Fang An mendarat di dada dan juga punggung nya.


Fang An tidak memberinya kesempatan seperti tadi, kali ini Fang An menyerang terus dan terus mendesak Jiao Xu dalam posisi bertahan, meski berulang kali mendapat tinjuan dan tendangan dari Fang An, namun Jiao Xu tidak mau menyerah begitu saja.

__ADS_1


Dengan sisa sisa kekuatan, Jiao Xu berusaha menahan serangan yang dilancarkan Fang An.


Buuk..


Sebuah tendangan mendarat telak dikepala Jiao Xu, lalu membuat Jiao Xu terjungkal ke lantai arena pertarungan.


Fang An sendiri berdiri dari jarak beberapa meter dan menunggu Jiao Xu bangkit dan melanjutkan pertarungan mereka, namun setelah cukup lama menunggu, Jiao Xu tidak kunjung bangun.


"Aku kalah," tiba tiba suara Jiao Xu terdengar, selain mengaku kalah, Jiao Xu juga mengangkat telapak tangan sebagai tanda menyerah.


Fang An tersenyum dan menganggukkan kepala, lalu mendekati Jiao Xu dan membantunya bangun.


"Patriak sangat tangguh," ucap Fang An merangkul tubuh Jiao Xu.


"Jangan bercanda anak muda, jika aku tangguh, aku tidak akan kalah darimu," balas Jiao Xu menggeleng kepala pelan.


Dibawah arena pertarungan.


Semua tetua klan tampak khawatir, dapat mereka lihat mulut Jiao Xu berdarah, selain itu, Jiao Xu juga tampak sangat kelelahan, baru kali ini mereka lihat Jiao Xu kelelahan seperti itu.


"Patriak," ucap tetua agung khawatir, lantas melompat keatas arena pertarungan dan membopong Jiao Xu turun, kemudian memasukkan satu butir pil kedalam mulut Jiao Xu.


Jiao Lin sendiri tampak biasa biasa saja, dia tahu ayahnya tidak apa apa, meski begitu, dia tetap sedih karena ayahnya terluka, perasaannya saat ini campur aduk, antara senang dan juga sedih, senang karena perjodohannya dengan tuan muda klan Chan batal, sedih karena ayahnya terluka.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2