Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Chapter 20 ~ Gunung Angin Kematian IV : kegelisahan Zachery.


__ADS_3

Hari sudah hampir larut malam tetapi Zachery tidak juga melihat Kin Dan tidak ada tanda-tanda gurunya akan pulang sebentar lagi. Dirinya mencari ke seluruh penjuru sekte dan bertanya pada para tetua satu persatu.


Zachery pertama kali berkunjung ke kediaman tetua James, mungkin saja dia bisa menemui gurunya disana. "Dia tidak ada disini kau bh bisa bertanya kepada tetua lainnya, jika masih penasaran." Jawab james singkat.


Zachery kemudian pergi ke kediaman tetua strategi, Fang Jierui. Saat sampai di kediaman tetua starategi, Zachery hanya mendapatkan jawaban yang sama dengan tetua lainnya.


"Mungkin dia ada di kediaman tetua racun." Jawab Fang Jierui singkat. Setelah mendapatkan jawaban tersebut Zachery pergi ke kediaman tetua racun, Rumah dari Giovanni.


Setelah sampai di kediaman tetua racun Zachery hanya bisa pasrah jika menemukan jawaban yang sama. dirinya memasuki kediaman Tersebut dan melihat ada Giovanni yang sedang berbincang dengan ayahnya, sang tetua racun.


"Zachery? Ada apa kau kemari, latihannya sudah selesai kan?" Tanya Giovanni yang keheranan dengan kedatangan Zachery, dia berpikir Zachery ingin mengajaknya berlatih lagi.


"Tidak aku ingin bertanya tentang guru, apa guru berkunjung kesini?" Zachery langsung melakukan pembicaraan ke intinya, dia tidak ingin berbicara terlalu lama.


"Dia tidak kesini, memang kenapa?" Tanya tetua racun, dia memang baru pertama kali melihat Zachery, tapi karena Giovanni yang sering menceritakan Zachery jadi dia tidak heran.


"Ya, guru belum pulang, dia mengatakan ingin pergi sebentar tadi, saat aku berlatih." Jelas Zachery.


Tetua racun menghela nafas panjang, dia tersenyum melihat tingkah Zachery yang seperti anak kecil. "Mungkin ini pertama kalinya kau masuk ke dunia persilatan, jadi aku tidak heran. tapi Zachery kau harusnya tahu seorang pendekar bisa tidak pulang berminggu-minggu selama menjalani misi..."


"Ya aku mengerti terimakasih tetua." Zachery Tersenyum kecut, dia bukannya cemas karena hal sepele.


"Jika kau masih penasaran, kenapa kau tidak mencoba saja bertanya pada ketua sekte, dia mengetahui segala urusan di sekte ini." Tetua racun memberi Tersenyum hangat mengatakannya, seolah hal itu ditunjukkan untuk memberi tahu Zachery.


Zachery menyadari kebodohannya, kenapa tidak dari awal dia bertanya pada ketua sekte. Zachery langsung bergegas ke kediaman ketua sekte setelah berpamitan dengan tetua racun.

__ADS_1


"Aku harus bergegas, Clarissa juga pasti menungguku untuk menyiapkan makanan atau mungkin dia akan memasak sendiri, itu lebih baik." Zachery langsung melesat secepat yang dia bisa, walaupun tidak memiliki kemampuan terbang setidaknya ilmu meringankan tubuh yang dimilikinya cukup untuknya berpergian ke seluruh penjuru sekte.


Beberapa saat kemudian Zachery Sampai di kediaman ketua sekte. Zachery bergegas masuk karena dia sudah cukup mengenal penjaga disana.


*


Karena hari sudah memasuki malam, ketua sekte Gunung Angin Kematian memberi tempat bagi para pendekar yang hadir. Sekte Gunung Angin Kematian memiliki banyak sekali kamar yang belum terpakai semenjak kepindahan lokasi mereka jadi kamar tersebut bisa digunakan.


"Kin, kau menginap di tempatku saja, anakku pasti ingin bertemu denganmu." Muka Loreng mengajak Kin untuk menginap di tempatnya, karena anaknya sendiri bisa dibilang dekat dengan Kin jadi Muka Loreng mengajak Kin dengan alasan keinginan Anaknya.


"Maaf, tapi kelihatannya muridku sudah menunggu, Aku tidak enak hati jika dia sampai mencariku." Kin menolaknya dengan halus, dia tidak ingin menyinggung perasaan Muka Loreng.


"Hmm, tapi dia pasti mengerti jika seorang pendekar bisa menjalani misi diluar sekte hingga sebulan penuh tanpa pulang ke sekte kan?" Muka Loreng tidak menyerah dia terus membujuk Kin untuk menginap Di tempatnya.


Kin terbujur kaku dia memikirkan pernyataan Muka Loreng yang memang ada benarnya juga, tidak mungkin Zachery Sampai mencarinya. Meskipun disisi lain Zachery saat ini memang sedang mencari keberadaannya.


"Untuk masalah itu sudah pasti, arak yang dimiliki kediaman ku pasti akan memuaskanmu." Jawab Muka Loreng sembari tersenyum kecil. Dan langsung mengajak Kin ke kediamannya.


Kin mendatangi sebuah wilayah yang berada di selatan Gunung Angin Kematian, letaknya berada di pinggir sekte tersebut. Muka Loreng mengatakan dia sengaja membangun kediaman dipinggir sekte karena ingin merasakan ketenangan setelah banyak mengerjakan urusan sekte.


Kin berdecak kagum untuk kedua kalinya, setelah dirinya mengagumi ornamen yang menghiasi Gerbang Sekte Gunung Angin Kematian sekarang setelah melihat kediaman Milik Muka Loreng dirinya kembali dibuat kagum. Dirinya memikirkan siapa yang telah membuat rancangan bangunan Sekte ini.


"Ayo masuklah, sekarang di luar cukup dingin." Teriak Muka Loreng, setelah menyadari bahwa jarak Kin dengan dirinya terlalu jauh karena Kin berdiri mematung melihat keindahan arsitektur kediamannya.


"Ah, iya aku kesana." Kin Tersenyum kecil dan berlari menyusul Muka Loreng.

__ADS_1


Muka loreng memiliki bangunan yang memang disediakan khusus untuk seorang tetua, meskipun dia sendiri mengambil bangunan yang tidak terlalu besar karena hanya dia tinggali bertiga dengan istri dan anaknya.


"Aku pulang..." Muka Loreng mengetuk pintu Rumahnya, segera memanggil istri dan anaknya.


"sayang, kau baru pulang sekarang ak..." pernyataan Istri dari Muka Loreng terhenti ketika melihat seorang anak muda di samping suaminya.


"Halo nyonya, aku Kin kau masih ingat aku?" Kin menyapa istri Muka Loreng.


"Tentu saja Kin, kudengar kau sudah jadi tetua benar?" Tanya kembali istri Muka Loreng.


Kin mengangguk pelan, cerita tentang dirinya menjadi tetua kelihatannya sudah menyebar sangat cepat meskipun dirinya baru menjadi tetua beberapa bulan ini, seperti saat dirinya mengunjungi perbatasan beberapa minggu lalu yang saat itu dirinya juga bertemu dengan Zachery.


Muka Loreng dan istrinya sebenarnya merupakan sepasang pendekar yang belum memiliki anak tetapi tepat setelah mereka menikah, entah karena apa dewa memberikan sebuah anak pada Mereka berdua, yang mereka temukan di sebuah reruntuhan desa yang terbakar. Seorang remaja perempuan yang usianya hanya berbeda sepuluh tahun dengan keduanya.


Saat itu karena istrinya tidak tega melihat perempuan tersebut yang mengatakan kehilangan orang tuanya, Muka Loreng dan istrinya memutuskan untuk mengadopsi anak tersebut dan melatihnya menjadi seorang pendekar.


sampai sekarang anak angkatnya menjadi kebanggaan keduanya karena bakat dan kecerdasan beladirinya melebihi keduanya. umurnya sekarang telah berusia kepala dua, umur yang sudah tepat untuk menikah bagi seorang perempuan, karena itu Muka Loreng mengajak Kin dengan alasan Anaknya ingin bertemu dengan Kin.


"Sayang, kemarilah ayahmu membawa tamu, Kau pasti senang saat melihatnya." Teriak istri Muka Loreng memanggil anaknya.


"Aku kesana ibu...tunggu." Jawab Anaknya yang segera keluar.


"Hai, sudah lama ya?" Kin menyapa perempuan dihadapannya, umurnya hanya terpaut lima tahun dengan Kin.


*

__ADS_1


**Untuk beberapa Chapter ke depan seperti nya akan ada bumbu" romantis yang saya akan tambahkan, tetap ikuti petualangan Kin, eh maksudku zachery.


sampai jumpa di chapter selanjutnya**.


__ADS_2