
"Aku rasa tidak perlu Gege! Bagaimanapun juga, Kaisar Tang memiliki latar leluhur yang sama dengan kita, Aku sangat yakin itu," Yue Lin merasa keberatan jika Fang An membuat malu kaisar Tang.
"Tidak Lin'er, Aku harus memberinya pelajaran," Fang An tetap bersikukuh membuat kaisar Tang Jiu malu.
Fang An dan Yue Lin terus mengobrol, tangan Fang An juga terus membelai lembut rambut Yue Lin, tanpa sadar Yue Lin pun tertidur karena sentuhan lembut tangan Fang An di kepalanya.
Keesokan harinya, Fang An dan Yue Lin terbangun, karena semalam Fang An juga tertidur dengan posisi duduk bersandar, lalu keduanya mencuci muka dan keluar kamar.
Saat diluar kamar, kedua paman guru Fang An dan manager rumah lelang telah menunggu mereka, lalu manager rumah lelang membawa mereka sarapan pagi bersama, tidak beberapa lama, Fang An dan lainnya tiba di ruang makan dan duduk untuk sarapan.
"Bagaimana malamnya An'er? Apa kamu menikmatinya?" Shujao mulai menggoda Fang An dan Yue Lin.
Mendengar pertanyaan Shujao, Wajah Yue Lin seketika merah merona seperti kepiting rebus, dia lupa jika paman guru Fang An itu suka menggoda mereka, apalagi saat ini mereka bersama manager rumah lelang.
"Apa yang paman guru bicarakan? Kami tidak berbuat apa apa," Fang An segera menepis pemikiran kedua paman gurunya dan manager rumah lelang.
"Hahaha... Maafkan aku An'er, Lin'er!" Shujao tertawa saat melihat wajah kesal Fang An dan wajah merah merona Yue Lin, sementara Da Guang dan manager rumah lelang hanya terkekeh.
"Sebaiknya paman berdua sarapan! Tidak berpikir aneh aneh! Kami tidak melakukan apa apa, Benarkan Lin'er?" Fang An menoleh menatap Yue Lin yang masih tertunduk malu.
"Benar paman," Yue Lin menjawab tanpa mengangkat kepala.
"Hehehe.. Baiklah! ayo kita sarapan!" Shujao masih terkekeh mendengar pembelaan Fang An dan Yue Lin.
Mereka kemudian sarapan pagi dengan mengobrol, manager rumah lelang sendiri merasa nyaman dengan kehadiran mereka, selama ini dia selalu sarapan seorang diri, namun kali ini ada teman sarapan dengan banyak cerita.
Selesai sarapan, Fang An kembali ke kamar untuk menyerap energi spiritual menunggu esok hari, dia tidak ingin kemana mana sama sekali, Fang An sangat tidak sabar untuk hari esok segera tiba.
__ADS_1
Keesokan harinya.
Hari yang ditunggu tunggu pun tiba, dimana hari ini adalah hari pelelangan dimulai, Fang An, Yue Lin, Shujao dan Da Guang mendapat ruangan VVIP nomor 10, sementara manager penginapan akan menjadi pembawa acara di pelelangan.
Tidak beberapa lama, semua peserta lelang telah hadir mengisi ruangan VVIP dan kuris biasa untuk kultivator yang tidak memiliki banyak uang.
"Terima kasih telah menghadiri lelang tahunan di ibukota," manager membuka lelang dengan mengitari pandangannya, para peserta lelang sendiri tidak sabar untuk acara segera berlangsung.
"Adapun lelang di item terkahir akan ada perubahan, Di sesi terakhir nanti akan ada kejutan yang spektakuler dan tidak ada satupun dari kalian yang akan menduga item ini, Tidak perlu membuang waktu, Mari kita mulai lelang ini!" ucap manager sekali lagi mengitari pandangannya dengan senyuman khas miliknya.
Seorang pelayan kemudian membawakan nampan berisi kotak kecil berukuran 30x30 senti meter keatas panggung dan meletakkannya diatas meja, manager kemudian membuka kotak dan mengangkat isi kotak lalu berkata.
"Ini adalah inti jiwa hewan buas yang berkekuatan setara dengan pendekar agung bintang 9, Kami membuka dengan harga 100 koin emas, Setiap kenaikan tidak kurang dari 10 koin emas!" manager rumah lelang membuka harga item pertama.
"120 koin emas," ucap seorang peserta di kursi biasa.
"140 koin emas," peserta yang lain membuat penawaran juga.
Inti jiwa hewan buas itu terus diperebutkan para kultivator di kursi biasa, sementara Fang An dan lainnya serta penghuni ruangan VVIP tidak merespon sama sekali, karena item itu adalah tingkat rendah bagi mereka.
Dalam hitungan menit, persaingan memperebutkan inti jiwa hewan buas telah mencapai 200 koin emas, dan yang menjadi pemenangnya adalah salah satu kultivator yang duduk di kursi biasa.
Acara lelang terus dilanjutkan hingga sesi pertama berakhir dan berlanjut disesi kedua, namun baik ruangan Fang An maupun ruangan VVIP lainnya tidak tertarik sama sekali dengan item yang di lelang pada sesi pertama tadi.
"Terima kasih karena masih tetap mengikuti lelang hingga sesi kedua, dan selamat untuk pemenang disesi pertama," manager rumah lelang berbicara untuk membuka sesi kedua lelang.
"Tidak membuang buang waktu lagi, Mari kita mulai sesi kedua lelang ini!" ucap lanjut manager rumah lelang.
__ADS_1
Setelah membuka sesi kedua lelang, seorang pelayan kembali membawa nampan berisi kotak, manager membuka dan mengangkat isi kotak item pertama sesi kedua.
Namun lagi lagi tidak ada yang menarik perhatian Fang An dan penghuni ruangan VVIP, karena item pertama adalah sebuah gulungan kitab teknik tombak tingkat langit tingkat menengah.
Karena tidak ada item disesi pertama maupun sesi kedua yang membuatnya tertarik, Fang An sedikit bosan dengan pelelangan itu, Fang An tidak sabar untuk melihat artefak armor yang didengarnya saat berada didepan gerbang ibukota, selain itu, Fang An juga tidak sabar membuat kaisar Tang Jiu malu, namun dia tidak tahu di ruangan mana kaisar Tang Jiu berada.
Hingga sesi kedua berakhir, tetap saja tidak ada item yang menarik perhatian Fang An dan penghuni ruangan VVIP lainnya, semua tampak biasa saja bagi mereka.
"Ada apa Gege?" Yue Lin bingung dengan sikap Fang An, sedari tadi Fang An tampak tidak tenang selama pelelangan berlangsung.
"Aku mencari keberadaan Kaisar bodoh itu," jawab Fang An yang memang ingin tahu keberadaan kaisar Tang Jiu.
"Tenanglah An'er! Aku yakin dia akan membuat penawaran disesi terakhir lelang," Da Guang mencoba menenangkan Fang An.
"Benar An'er! Aku yakin kaisar berada disalah satu ruangan disini," Shujao menimpali.
"Aku tahu paman guru, Tapi aku juga kesal karena tidak ada item yang menarik perhatianku," ucap Fang An mengatakan kekesalannya yang double.
"Hemm.." Shujao dan Da Guang menggeleng kepala.
"Untuk sesi ketiganya, Sesi ketiga akan dilanjutkan beberapa saat lagi, Silakan tuan tuan beristirahat sebentar!" manager rumah lelang menunda lelang sesi ketiga, dia tampak sedikit kelelahan sehingga menunda lelang untuk beristirahat.
Para peserta tampak kesal, mereka tidak sabar untuk melihat item ketiga, namun lelang ditunda beberapa saat lagi, tapi mereka juga tidak punya pilihan dan hanya bisa menunggu.
Satu jam kemudian, lelang sesi ketiga dimulai, manager rumah lelang yang bertindak sebagai pembawa acara pun kembali naik keatas panggung, dengan menyunggingkan senyuman, manager rumah lelang memulai lelang sesi ketiga.
Seorang pelayan kemudian membawa nampan keatas meja, yang mana diatas nampan ada sebuah kotak kecil lagi, lalu diletakkan diatas meja, sebelum membuka kotak, manager rumah lelang mengitari pandangannya dengan tersenyum.
__ADS_1
Manager rumah lelang tahu para peserta rumah lelang tidak sabar untuk melihat isi kotak yang ada didepannya itu.