Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Chapter 23 – Turnamen sekte


__ADS_3

"Ah, ayolah Zachery kakakku terlalu lama sendiri.... " Clarissa terus saja membujuk Zachery, sifat kekanak-kanakannya itu berhasil membuat Zachery terpancing amarahnya.


"Clarissa mengertilah, kau itu tidak tahu guru. Guru itu tidak suka jika ada orang yang menggangu kehidupannya, biarkan guru yang menentukannya." Zachery mendengus kesal, lagi - lagi dia tidak habis pikir dengan pikiran Clarissa, sifatnya Kekanak-kanakan tapi berpikiran seperti orang dewasa.


Clarissa akhirnya menyerah membujuk Zachery, dia pergi masuk ke kamarnya dengan kecewa. "Kau itu tidak tahu rasanya punya kakak Zachery... " Ucap Clarissa sesaat sebelum dirinya memasuki kamarnya.


Zachery yang mendengar itu sedikit terenyuh, dia memaklumi sifat Clarissa karena tidak mengetahui masa lalu yang dia alami, padahal Zachery sendiri tahu rasanya punya kakak yang begitu dia sayangi akhirnya hanya jadi monster yang menjadi obyek percobaan.


"Andai saja kau tahu... Penderitaanku lebih besar daripada kau Clarissa. Aku bukannya tidak mau, mencampuri hidup seseorang itu tidak baik." Gumam Zachery, masa lalunya seolah terlintas di pikirannya.


"Kenapa Clarissa? kau bertengkar dengannya?" Tanpa Zachery sadari, seorang pemuda dengan rambut putih sekarang tepat berada di sampingnya. Lamunan pun Zachery terpecah mendengar suara yang dia kenali.


"Guru, kapan anda kembali?" Tanya Zachery, setelah menyadari orang yang berbicara tadi adalah Kin yang baru saja sampai dari pertemuan di Sekte lain.


"Baru saja, aku duduk dulu di depan rumah untuk sedikit beristirahat lalu masuk ke dalam tepat Setelah Clarissa masuk ke kamarnya." Jawab Kin santai.


'Jangan - jangan guru mendengar hal tadi, ini tidak bagus...' batin Zachery, dia berpikir bisa saja gurunya mendengar Clarissa yang berniat menjodohkannya.


"Huh, kau kenapa? Menatapku seperti itu, apa ada yang aneh?" Tanya Kin keheranan, Zachery melihatnya seperti orang curiga.


"Tidak, jangan dipikirkan guru. Aku sedikit senang kau sudah kembali, mari guru kita sedikit berbincang sembari guru sarapan pagi." Balas Zachery, dia mengalihkan pembicaraannya ke topik lain.


Kin langsung menolak tawaran Zachery, dia sebelumnya sudah sarapan pagi di rumah Muka Loreng. "Tidak usah, aku sudah makan. Oh iya kau pasti senang, aku punya sesuatu untukmu..." Kin memberikan kotak souvenir yang di dapatkannya dari pertemuan sekte.


Zachery Segera menerima pemberian Kin, karena kotaknya sedikit mewah Zachery larut dalam kekaguman saat melihatnya.


"Isinya apa guru? kelihatannya begitu spesial?" Tanya Zachery.

__ADS_1


"Aku belum membukanya, tapi hanya kotak tersebut yang berbeda dari kotak souvenir lain." Jawab Kin santai.


Zachery yang begitu penasaran ingin segera membukanya, namun Kin menghentikan niat Zachery. Ada hal penting yang ingin bicarakan dengan Zachery.


"Kenapa? aku sangat penasaran guru." Tanya Zachery, dia bingung dengan alasan Kin.


"Panggil Clarissa keluar! kau akan tahu." Perintah Kin. Zachery segera menghampiri kamar Clarissa dan setelah cukup lama membujuknya, Clarissa akhirnya mau keluar dari kamarnya.


Kin sedikit menelan ludahnya, dia bingung harus mulai dari mana. "Kalian tahu turnamen kekaisaran?" Kin mengawali penjelasannya dengan bertanya.


Zachery spontan menjawab tidak tahu begitupun Clarissa. Kin yang melihat keduanya tidak mengetahui hal tersebut Segera bertanya kembali.


"Jika turnamen sekte, apa kalian mengetahuinya?" Tanya Kin.


"Tidak..." Jawab Zachery singkat.


Kin Tersenyum kecil, setidaknya dia tidak perlu repot menjelaskan jika Clarissa sudah mengetahuinya. "Hm, begini turnamen kekaisaran sebentar lagi di mulai, dan masing - masing sekte di perbolehkan untuk melakukan seleksi yang umumnya di lakukan dengan turnamen sekte...." Kin menghela nafas sebelum melanjutkan penjelasannya kembali.


"Aku sudah memberi tahu ketua sekte tentang pertemuan kemarin dan para tetua dari masing - masing fraksi sudah mengetahui hal ini. ketua sekte memutuskan untuk melakukan turnamennya tiga hari dari sekarang." Kin menutup penjelasannya, dia ingin melihat reaksi Zachery yang menjadi muridnya.


Zachery mengangguk pelan dia perlu memahami situasinya, saat ini belum genap dirinya sebulan bergabung dengan sekte matahari Phoenix. "Apa aku di ikut sertakan guru?" Tanya Zachery, dia sedikit tidak yakin anggota baru akan di ikut sertakan dalam turnamen sekte.


Kin menganguk pelan, sudah pasti Zachery akan ikut karena dirinya satu - satunya murid yang di miliki oleh Kin dan tentu saja Fraksi Pedang harus di wakili oleh Zachery.


Clarissa yang mendengar hanya Zachery yang mewakili Fraksi Pedang Segera bertanya, jika begitu dia akan mewakili Fraksi mana?


"Tentu saja Fraksi Obat, karena keputusan ini sesuai dengan data sekte. Jika kau terdaftar di Fraksi Obat maka kau akan mewakili Fraksi itu Clarissa." Jelas Kin, dia mengatakan yang sebenarnya karena memang murid resminya hanya Zachery saja.

__ADS_1


"Hm, begitu ya. Tapi bagaimana jika aku di turnamen nanti bertemu dan melawan Zachery guru?" Tanya Clarissa.


Zachery mengangkat alisnya, dia cukup terkejut Clarissa masih tetap memikirkannya. Sementara Kin Tersenyum sebelum menjawab. "Jangan khawatir, jika kalian berdua bertemu, hadapi dengan kekuatan kalian sesungguhnya jangan sungkan."


"Baiklah aku tidak akan sungkan Zachery... " Clarissa menatap Zachery tajam.


"aku juga tidak akan sungkan....." Balas zachery singkat. Clarissa tidak tahu jika kemampuan Zachery bahkan jauh di atas generasi sekarang ini.


Setelah di rasa penjelasannya cukup jelas Kin segera berlalu ke arah kamarnya, dia ingin mengganti bajunya yang sudah lusuh karena digunakan dari kemarin.


"Baiklah jadi seperti ini singkatnya, karena turnamennya di laksanakan tiga hari lagi. Berlatihlah yang giat." Ujar Kin, dia segera memasuki kamarnya.


Tidak berbeda jauh dengan Kin, Clarissa juga memasuki kamarnya kembali. Jika tidak ada latihan dia lebih suka menyendiri di kamarnya. Sementara Zachery sendiri menatap langit-langit Villa sembari melamun.


"Turnamen ya? Ini kesempatan yang bagus untuk membalas dendam pada anggota keluarga sialan itu..." Gumam Zachery. Sebuah tekad terlintas di pikirannya, pembalasan dendamnya pada keluarga Achazia bisa di mulai dari hal ini.


Tidak ingin menyia-nyiakan waktu karena hari masih begitu panjang, Zachery Segera menuju ke arah halaman samping untuk berlatih ilmu pedang dan ilmu meringankan tubuh yang sudah di ajarkan Kin.


Meskipun hanya jurus dasar Zachery tidak ingin menyia-nyiakan kemampuan jurus tersebut, dia yakin jika suatu jurus semakin di latih maka hal itu bisa menguntungkannya nanti saat pertarungan. Tidak peduli sebesar apa energi jiwa jika pengguna nya tidak bisa menggunakan dengan kreatif maka hal itu bisa memicu kekalahannya suatu saat.


•}


**karena adanya wabah Covid-19 yang saat ini sedang melanda daerah saudara - saudara kita. Author cuma mau ngasih saran, tetap jaga kesehatan kalian, rajin olahraga dan minum air putih yang cukup setiap harinya agar cairan tubuh bisa terpenuhi.


oke mungkin itu saja saran dari author yang bisa disampaikan, jangan lupa like dan tanggapannya.


see you next chapter**....

__ADS_1


__ADS_2