Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Pembantaian Sepihak


__ADS_3

Slash Slash Slash..


Fang An dan Yue Lin bergerak cepat dan membunuh satu demi satu para penjaga yang tidak menyadari kedatangan mereka.


"Ada penyusup"


"Ada penyusup"


Saat melihat banyak teman mereka yang tiba tiba tumbang tanpa kepala, puluhan pasukan bendera lima warna lainnya berseru.


Saat mendengar seruan pasukan yang berada diatas gerbang kota, pasukan yang berada di dibawah pun keluar dan memenuhi jalanan kota.


Fang An dan Yue Lin tidak menghiraukan seruan dan ramainya pasukan bendera lima warna yang berhamburan keluar, setiap detik pasti ada saja yang tumbang tanpa kepala.


"Kamu habisi mereka yang diatas sini Lin'er! aku akan turun dan menghabisi mereka yang dibawah!" ucap Fang An serius.


"Baik Gege," jawab Yue Lin yang masih sibuk menebas kepala pasukan bendera lima warna.


Whush..


Fang An melesat turun dan mulai melakukan pembantaian, dengan menggunakan artefak dan teknik langkah bayangan serta teknik pedang tanpa bayangan, sangat mudah bagi Fang An untuk melakukan pembantaian.


Fang An dan Yue Lin terus membunuh pasukan bendera lima warna, karena keduanya tidak dapat dilihat, sehingga membuat Fang An dan Yue Lin sangat bebas, pasukan bendera lima warna sendiri hanya bersikap siaga, namun detik berikutnya, tubuh mereka tumbang tanpa kepala.


Pembantaian sepihak yang dilakukan Fang An dan Yue Lin, membuat kota yang tadinya sangat sunyi menjadi ramai, teriakan pasukan bendera lima warna memenuhi jalanan kota, suara keributan itu hingga didengar oleh 50 tetua yang menjadi pemimpin pasukan itu.


Kelima puluh tetua itu berasal dari sekte aliran hitam kekaisaran Tang, dan saat ini mereka berada di istana kota, rencananya akan melanjutkan perjalanan besok pagi, karena itulah kelima luluhnya beristrahat di istana kota.


Namun saat mendengar suara keributan diluar, kelima puluh tetua pun bangun dan keluar istana kota, mereka ingin tahu apa yang membuat 200 ribu pasukan sangat ribut.


"Ada apa? kenapa berisik seperti ini?" tanya salah satu tetua pada salah satu pasukan.


"Ada penyusup tetua, namun penyusunnya tidak terlihat," jawab salah satu pasukan bendera lima warna.


"Tidak terlihat? maksudmu?" tanya tetua lagi.


"Benar tetua, penyusup itu memiliki teknik menghilang, sehingga tidak ada yang bisa melihat," jawab pasukan bendera lima warna.

__ADS_1


"Bajingan mana yang cari mati? ayo kita lihat bajingan mana itu!" ucap tetua murka, lalu kelima puluh nya pergi ke gerbang kota.


Di gerbang kota, Fang An dan Yue Lin terus membunuh pasukan bendera lima warna, sudah lebih dari dua ribu yang tumbang tanpa kepala, Yue Lin sendiri sudah sedikit kelelahan.


Meski memiliki kultivasi pejuang surgawi tahap puncak, tapi dia belum terbiasa dengan kekuatan baru itu, sehingga Yue Lin tampak kelelahan setelah membunuh ratusan pasukan bendera lima warna.


"Sebaiknya kamu mundur dan beristirahat Lin'er! biar aku yang mengurangi jumlah mereka!" ucap Fang An yang melihat Yue Lin kelelahan.


"Baik Gege," jawab Yue Lin, dia juga tidak ingin menyusahkan Fang An, sehingga dia menarik diri dan tinggal diatas gerbang kota, sementara Fang An masih terus membantai pasukan bendera lima warna.


Tidak beberapa lama, Fang An melihat lima puluh pria paruh baya yang mengenakan pakaian tetua sekte, dari pakaian mereka, Fang An tahu jika mereka adalah para tetua.


Whush..


Dengan cepat Fang An meninggalkan pasukan bendera lima warna yang selalu siaga dan melesat kearah lima puluh tetua.


Slash Slash Slash


Slash Slash Slash..


"Jangan jadi pengecut yang hanya bisa bersembunyi! tunjukkan wujud mu dan bertarung secara adil!" ucap kesal salah satu tetua.


Fang An tidak menghiraukan tetua itu dan terus membunuh para tetua yang lain, dalam hitungan menit, sudah lebih dari 20 tetua yang tumbang tanpa kepala.


"Bajingan! cepat tunjukkan wujud mu!" umpat kesal tetua yang menjadi pemimpin pasukan.


"Berisik!" balas Fang An, dan detik berikutnya.


Slash..


Tetua yang menjadi pemimpin pun tumbang tanpa kepala, lalu dilanjutkan dengan tetua yang lainnya.


Setelah membunuh para tetua, Fang An melanjutkan pembantaian terhadap pasukan bendera lima warna yang sudah ketakutan, satu persatu mereka mencoba melarikan diri.


Saat Fang An sibuk membantai, Yue Lin terus menyerap energi spiritual untuk mengembalikan kekuatan nya, dua jam kemudian, kekuatan Yue Lin kembali ke puncak, Yue Lin kemudian menghentikan kultivasi nya dan kembali melakukan pembantaian.


Menjelang pagi.

__ADS_1


Lebih dari tiga puluh ribu pasukan bendera lima warna yang keduanya bantai, sedangkan sisanya melarikan diri ke berbagai arah.


"Pekerjaan yang sangat melelahkan," keluh Fang An setelah tidak ada lagi pasukan bendera lima warna dikota itu.


"Gege beristirahatlah sebentar, kita kejar mereka setelah Gege memulihkan diri!" ucap Yue Lin yang sedikit kelelahan juga.


"Baik Lin'er, tapi sebaiknya kita keluar dari kota dan beristrahat diluar kota!" balas Fang An mengangguk.


Fang An dan Yue Lin kemudian keluar kota dan meninggalkan puluhan ribu mayat tanpa kepala pasukan bendera lima yang berhamburan di berbagai tempat.


Fang An tidak ingat lagi dengan cincin penyimpanan mereka, dia terlalu malas untuk mengumpulkan begitu banyak cincin penyimpanan, apalagi saat ini dia memiliki banyak uang dari gurunya.


Dua jam dari kota.


Fang An dan Yue Lin beristirahat untuk memulihkan diri, keduanya kemudian duduk mengambil sikap lotus dan menyerap energi spiritual.


Beberapa jam berikutnya, Fang An dan Yue Lin membuka mata dan menghentikan kultivasi mereka, kekuatan keduanya juga sudah mencapai puncak, sehingga Fang An dan Yue Lin ingin melanjutkan perjalanan mereka ke istana kekaisaran.


"Ayo Lin'er, sebaiknya kita segera berangkat! takutnya istana sudah hancur oleh bendera lima warna," ucap Fang An setelah berdiri.


"Baik Gege," jawab Yue Lin yang juga sudah berdiri.


Keduanya kemudian melayang di udara dan melesat ke barat, mereka masih membutuhkan waktu satu minggu untuk tiba di ibukota kekaisaran.


Saat baru beberapa jam melayang, keduanya bertemu dengan ratusan pasukan bendera lima warna yang melarikan diri, tanpa menunggu lama, Fang An dan Yue Lin melesat dan membunuh ratusan pasukan itu.


Tidak butuh waktu lama bagi keduanya untuk membunuh ratusan pasukan bendera lima warna, dengan kekuatan yang Fang An miliki, sangat mudah baginya untuk membunuh mereka.


Selesai membunuh ratusan pasukan bendera lima warna, Fang An dan Yue Lin melanjutkan perjalanan mereka, seperti yang dikota sebelumnya, Fang An tidak mengambil cincin penyimpanan dan pergi begitu saja, yang Fang An pikirkan saat ini adalah segera tiba di istana dan membantu pihak istana melawan bendera lima warna.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2