
"Guru, itu sebuah kota kita bisa menukarkan nya disana." Teriak zachery yang berada didepan kin.
Hari itu mereka memutuskan untuk berangkat lebih pagi, terlebih karena mereka sudah terlalu lama berada di perjalanan, hari ini mereka sengaja membawa jasad kedua bersaudara tersebut ke kota besar, jika memaksakan ingin menukarnya di kota kecil harga buronan nya terlalu besar untuk seukuran kota tersebut.
Akhirnya mereka sampai disebuah kota, pada tembok kota tersebut tertulis jade city yang kelihatannya merupakan kota penambang, yang sebagian besar warga kota nya merupakan seorang penambang batu giok, menurut kin ini kota yang pas karena bisa memberikan harga yang berada di poster buronan, dan pastinya harganya sesuai yang diberikan kaisar.
"Guru, apa kita tidak sekalian menikmati kota ini, kelihatannya mereka menjual senjata pusaka dan makanan yang enak." Zachery berharap kin mau membelikan nya sebuah senjata berupa pedang pusaka.
"Kau benar, tapi kita lihat harga buronan mereka sudah sejauh mana, terakhir kali aku melihatnya sekitar 5.000 Ryo."
"Baiklah aku akan mencari tempat penukaran nya Sekarang." Zachery sangat bersemangat kalau menyangkut soal uang.
Akhirnya mereka sampai di sebuah gedung berlantai 5, gedung yang tidak pernah zachery lihat di desanya, saat datang ke gedung tersebut sebagian besar pengurus disana ternyata sudah mengetahui identitas kin yang seorang tetua sekte besar.
"Selamat datang di Asosiasi buronan kota jade, silahkan tunjukan identitas anda." Salah seorang wanita penjaga meja resepsionis meminta kin menunjukkan identitas.
"Ini, identitas ku berada disini." Jawab kin sembari mengeluarkan tanda pengenal nya.
"Ini....aku tidak bisa memandu anda biar aku panggilkan atasan ku tetua kin." Wajah resepsionis tersebut terkejut saat mengetahui identitas kin.
Tidak lama kemudian kin di minta untuk naik ke lantai yang lebih yaitu lantai 5, dimana disana lah tempat penukaran buronan level tinggi dari segi harga maupun kemampuan, pihak asosiasi yakin saat mendengar kin kemari pasti tidak untuk menukar buronan kecil.
Saat itu seorang yang merupakan manajer asosiasi tersebut yang melayani sendiri kedatangan kin. "silahkan duduk tetua, tidak ku sangka bisa melihat dan bertemu dengan anda." Saat zachery sendiri kebingungan dengan sikap yang diberikan asosiasi pada kin, di saat yang sama kin sendiri bersikap seperti biasanya, "terimakasih manajer, anda terlalu memandang tinggi saya, tujuan aku dan murid ku kemari untuk menukarkan jasad Si kejam bersaudara."
Saat mengatakan maksud tujuannya, sang manajer terkejut melihat dua jasad pembunuh terkenal berada di tas tanpa batas milik kin, segera saja sang manajer menyuruh bawahan nya untuk membawakan poster buronan milik Johan dan Jovan.
"Ini manajer, saya permisi dahulu."
"Baiklah tetua kin harga buronan keduanya jika digabungkan sekarang berada di angka 20.000 Ryo, kami tidak bisa langsung membayar semuanya sekarang, tapi jika Anda bersabar sedikit, besok datanglah lagi kemari kami akan memberikan sisanya." Jelas manajer saat memperlihatkan poster buronan si kejam bersaudara.
Pernyataan manajer ditanggapi dengan anggukan oleh kin, "baiklah manajer, besok aku akan kembali ke sini lagi untuk mengambil sisanya terimakasih untuk yang ini, sampai jumpa." Kin memberi hormat untuk pamit.
__ADS_1
"Sekarang kita harus cari penginapan zachery."
"Baik guru."
Saat itu mereka mencari penginapan yang tidak jauh dari gedung asosiasi buronan, karena setelah mengambil uang sisa pembayaran nya, kin berencana langsung pergi menuju ke sektenya.
Mendapat 10.000 Ryo dalam satu hari, uang sebanyak ini bisa digunakan untuk hidup selama 100 tahun dengan pengeluaran keluarga biasa, tapi bagi pendekar seperti kin ini harga yang tidak terlalu mahal, kin Sekarang tidak akan menghemat lagi, menurutnya muridnya pantas mendapat hadiah karena berhasil membunuh salah satu dari kejam bersaudara.
"Ini aku sudah membagi dua hadiahnya, kau bisa memakainya untuk membeli senjata besok, dan sekarang makanlah ini nutrisi yang bagus untukmu."
"Baiklah, terimakasih guru.....kau yang terbaik." Zachery menerima kantong uang yang diberikan kin dan segera menyantap makanan yang sudah dihidangkan pihak penginapan.
*
Pagi harinya kin dan zachery berpisah arah, kin ke arah asosiasi untuk mengambil sisa pembayaran nya sementara zachery ke toko peralatan yang menjual kebutuhan pendekar, dia mendatangi tempat bernama rumah senjata sakti yang merupakan gedung berlantai tiga.
Saat zachery datang dia langsung di sambut pegawai tempat tersebut, "tuan muda selamat datang di tempat kami, tuan ingin membeli senjata seperti apa." Terlihat pelayan tersebut tidak membedakan - bedakan pelanggan yang datang meskipun kin berusia remaja.
"Baik, tuan muda silahkan ikut saya ke lantai 3 disana kualitas pedangnya merupakan yang terbaik di tempat kami".
Zachery mengikuti orang tersebut ke lantai 3, terlihat di lantai tersebut banyak pendekar yang memancarkan aura yang hebat, kelihatannya mereka setingkat dengan guru, gumam zachery.
Pandangan zachery tertuju ke sebuah lemari berisi pedang yang mengeluarkan aura jiwa yang kuat, "bagaimana yang disana itu, apa itu semua senjata yang bagus." Zachery menunjuk lemari yang membuat nya tertarik.
"Ah....kalau yang disana, itu merupakan senjata terkutuk, setidaknya yang bisa memakainya hanya pendekar safir ke atas tuan muda." Pegawai yang bersama zachery tersebut tersenyum canggung.
Bagaimana pun pegawai tersebut melarang zachery, tetap saja zachery tidak bisa lepas dari benda yang diinginkan nya sampai akhirnya pegawai tersebut memanggil atasannya untuk melayani zachery.
"Tuan muda anda mempunyai mata yang bagus, tapi pedang yang berada disini bernilai lebih dari tiga ribu Ryo anda yakin ingin membelinya." Manajer tempat tersebut menjelaskan secara rinci tentang lemari berisi pedang yang di inginkan zachery.
Tentu saja sang manajer tidak tahu bahwa pemuda dihadapan nya sekarang memiliki uang lebih dari lima ribu Ryo, pada akhirnya zachery menunjukkan uang senilai lima ribu Ryo di hadapan sang manajer dan membuat manajer tersebut kaget karena biasanya hanya anak bangsawan yang bisa membawa uang sebanyak itu.
__ADS_1
Akhirnya mata zachery hanya tertarik kepada satu pedang, pedang yang memancarkan cahaya kehijauan dan mengeluarkan unsur es yang dingin, "Tuan muda pedang ini bernama pedang cahaya giok, karena diyakini pedang tersebut dibuat dari giok yang sangat berkualitas, selain itu pedang ini sangat cocok dengan seseorang yang mempunyai unsur es di energi jiwanya, harganya sekitar 4500 Ryo, bagaimana apakah anda tertarik membelinya".
Zachery menjawab dengan anggukan, tentu dia tidak bisa menyia - nyiakan kesempatan mendapatkan pedang berkualitas seperti ini, akhirnya dia mendapat pedang cahaya giok dengan diberi diskon sebesar 10 % dari total harga dan sudah termasuk dalam pajak.
setelah melakukan pembayaran zachery segera kembali ke penginapan karena sudah terlalu lama dirinya berbelanja.
saat kembali ke penginapan ternyata kin sudah menunggu kedatangan zachery, karena kin berencana untuk langsung pergi, "hei cepatlah kita harus berangkat, dan apa pedang yang mengeluarkan unsur es dipinggang mu itu?" Tanya kin keheranan.
"Hmm ini? Ini pedang yang bernama cahaya giok, bagaimana apa aku pantas memakainya, guru." Jawab Zachery sembari menunjukkan wajah bangga.
"Cocok apanya pedang itu, kau tahu tidak hanya pendekar safir ke atas yang bisa memakainya kau tidak boleh memakainya sebelum mencapai tingkat itu dan lagi pedang yang dibeli olehmu itu senjata terkutuk, bodoh" Sekarang wajah kin menunjukkan wajah serius dan segera mengambil pedang zachery.
"Eh......bohong, tapi guru.....hmm baiklah aku mengerti, lalu apa itu pendekar safir dan kenapa hanya mereka yang minimal bisa memakainya."
Kin menjelaskan tentang tingkat pendekar kepada zachery, menurut penjelasan kin tingkat pendekar dibagi menjadi enam tingkat, dengan masing - masing kesulitan saat ingin naik ke tingkat selanjutnya.
Yang pertama adalah pendekar tembaga, di tingkat ini seorang pendekar harus memiliki minimal satu jenis beladiri umumnya adalah beladiri berjenis silat, selanjutnya adalah pendekar perak ditingkat ini seorang pendekar haruslah bisa menguasai ilmu meringankan tubuh dan mampu mengalahkan 5 orang pendekar tembaga.
Selanjutnya tahap pendekar emas, tingkat ini seorang pendekar haruslah mempunyai banyak kemampuan beladiri, tapi yang paling utama adalah mempunyai energi jiwa 100 titik dalam artian dalam tubuh nya setara dengan kekuatan 100 orang biasa yang bertarung bersama, selain itu seorang pendekar tingkat emas juga harus bisa mengalahkan 10 orang pendekar tingkat perak dan 50 orang pendekar tembaga.
Ditingkat yang lebih tinggi ada tingkatan pendekar yang disebut legenda, di tingkat ini pendekar dibagi menjadi tiga yaitu safir, giok dan berlian.
Untuk naik ke tingkat pendekar safir, seorang pendekar harus mempunyai banyak keahlian beladiri dan bisa memegang senjata pusaka tapi yang paling utama jumlah energi jiwanya haruslah mencapai 500 titik dan tergantung kemampuan nya seorang pendekar safir bisa mengalahkan belasan hingga puluhan pendekar emas, sementara jika bertarung dengan seribu pendekar tembaga sekalipun, pendekar safir tetap yang akan jadi pemenang nya, maka dari itu tingkat ini di sebut legenda karena hanya muncul seratus tahun sekali, dan kin adalah salah satunya.
Setelah menjelaskan berbagai tingkatan pendekar, kin memulai pembicaraan dengan Zachery yang dari tadi duduk termenung. "untuk tingkat selanjutnya aku tidak bisa memberi tahu mu tentang cara naik ke tingkat pendekar giok, karena walaupun aku ini berada ditingkat pendekar safir tapi aku belum menemukan jalan untuk naik ke tingkat selanjutnya lagi dan sekarang prioritas mu saat ini adalah mencapai pendekar emas dahulu."
catatan penulis :
mohon berikan kritik dan saran jika kalian menyadari adanya plot hole atau cerita yang tidak lengkap, terimakasih untuk dukungan kalian semua dan yang sudah membaca Chapter ini.
sampai jumpa lagi di chapter berikutnya....
__ADS_1