
"Baiklah, Buka mata kalian!" Perintah kin pada ketiganya.
Ketiganya akhirnya selesai melakukan meditasi dengan perantara cerita.
"Tahukah kalian apa maksud dari latihan tadi? Kin bertanya pada ketiganya kira - kira apa maksud latihan yang di berikannya.
"Mungkin saja tetua kin ingin kami bertiga berlatih jurus pikiran." Clarissa yang pertama kali menanggapi pertanyaan, dia berpikir kin ingin mengajarkan sebuah jurus.
"Kurang tepat, ada lagi?" Kin bertanya kembali.
Giovanni dan zachery hanya duduk termenung, mereka berpikir maksud latihan kin.
"Hm, aku berpikir tetua kin hanya ingin kami berlatih meditasi dengan fokus." Giovanni menanggapi pertama kali sebelum Zachery.
"Hampir benar, tapi masih kurang tepat... Zachery bagaimana menurutmu?".
"Kau ingin kami melatih fokus dan juga kerja sama, Karena menyamakan bayangan cerita memang tidak mudah." Jawaban Zachery membuat kin mengangguk pelan, dia sudah menduga sebelumnya bahwa Zachery bisa menebak maksudnya.
Zachery bertanya bagaimana jawaban yang diberikannya.
"Jadi bagaimana, apa aku salah?"
"Tepat, seperti yang aku kira sebelumnya." Kin Tersenyum memuji kepintaran Zachery.
Karena hari sudah menjelang siang kin menghentikan latihan, mereka akan melanjutkannya setelah makan siang dengan Zachery tentunya yang memasak.
"Kau ingin hidangan daging atau sayur kali ini guru?" Tanya Zachery, dia sendiri tidak pernah pilih - pilih dalam hal makanan terlebih dirinya bisa dibilang seorang koki yang setiap hari harus merasakan berbagai makanan.
"Sebaiknya hidangan daging, Kau bisa mengambil salmon atau Ikan lainnya untuk dibuat fillet, Clarissa suka yang seperti itu." Jelas kin.
"Baiklah Giovanni pasti tidak akan memilih." Zachery berlalu ke arah dapur.
Giovanni sendiri terkejut dan tidak percaya bahwa orang yang sering berlaku kasar ke wanita seperti Zachery ternyata bisa memasak, Terlebih di fraksinya wanita lah yang lebih diutamakan untuk memasak.
__ADS_1
"Hm, enak sekali apa ini namanya Zachery? Rasanya begitu gurih dan segar meskipun ikan ini tidak dimasak, Cukup memasukan nya ke dalam kecap rasanya menjadi gurih." Giovanni bertanya dengan antusias setelah mencicipi daging cukup tebal yang di masakan oleh Zachery.
"Kau punya lidah yang cukup bagus, Hidangan ini bernama sashimi sebuah hidangan dari Black Moon Empire, karena dulu aku tinggal di perbatasan, Para pedagang dari Black Moon Empire sering membawa bermacam - macam masakan." Jelas Zachery, jawaban itu sekaligus menjelaskan kemampuan memasaknya.
Kin hanya diam tak berbicara begitupun Clarissa, mereka sebelumnya sudah sering merasakan makanan Zachery jadi hanya cukup mengagumi masakannya saja dan tidak mengungkapkannya.
Setelah mereka menyelesaikan makan siangnya, mereka kembali melanjutkan latihan yang kali ini Clarissa juga ikut jadi lawan mereka.
"Kali ini Clarissa juga mengikuti latihan kalian, beritahu metodenya aku pergi dahulu sebentar." Kin berlalu ke arah selatan dia terbang dengan cepat.
"Kemampuan yang hebat, kira - kira kapan kita bisa terbang ya Zachery?". Giovanni mengagumi kemampuan terbang milik Kin.
"Saat berada di tahap pendekar safir dan mempunyai energi jiwa seribu titik." Jelas zachery.
Giovanni menjadi tertarik setelah Zachery mengatakan energi jiwa, kali ini dia ingin latihannya fokus untuk meningkatkan energi jiwa. "Bagaimana jika kali ini latihan kita fokus untuk meningkatkan energi jiwa Zachery, kau punya batu jiwa yang kosong?" Tanya Giovanni, dia ingin menggunakan metode batu jiwa untuk mengecek terlebih dahulu jumlah yang dimilikinya sekarang.
Zachery Tersenyum kecil, pikirannya ternyata sama seperti Giovanni.
"Baiklah aku juga berniat untuk melatih energi jiwa, Sebentar." Zachery berlalu masuk kedalam villa untuk mengambil batu jiwa.
"Kalian akan melakukan Latihan apa siqng ini?" Tanya Clarissa yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Mengecek kekuatan tentu saja, Dan melatih nya juga." Jawab Zachery singkat.
"Batu jiwa, aku ingin satu." Clarissa mengambilnya satu dia memilih yang paling kecil karena tidak yakin energi jiwanya lebih besar dari kapasitas batu tersebut.
Zachery kemudian memberikannya satu pada Giovanni, ketiganya mulai memasukan sedikit demi sedikit energi jiwa yang mereka miliki Clarissa sedikit terkejut saat melihat energi jiwanya sudah meningkat beberapa bulan ini karena dia belum mengeceknya sama sekali.
"Wow, lihatlah jumlah energi jiwaku sebesar 83 titik aku tidak tahu jika sudah mencapai tahap pendekar perak." Clarissa antusias melihat hasilnya.
"Hm, seperti yang kuharapkan energi jiwaku sebesar 93 titik, beberapa minggu lagi aku bisa memasuki tahap pendekar emas Zachery." Giovanni terlihat biasa saja saat melihatnya, sejak kecil jumlah energi jiwanya memang lebih besar dari anak sekte kebanyakan karena sering meminum racun dan menyerap permata ular yang asa di fraksinya.
Zachery sedikit menyembunyikan hasilnya dari keduanya, dia tidak ingin mereka mengetahui dirinya berada di puncak pendekar emas. "Hm, tidak terlalu bagus tapi energi jiwaku berjumlah 80 titik." Zachery sedikit mengarang jumlahnya, sebenarnya yang tertulis dibatu tersebut adalah 380 titik, dia tidak ingin Clarissa dan Giovanni terkejut mendengar energi jiwa yang begitu besar.
__ADS_1
Mendengar energi jiwa Zachery yang lebih kecil darinya, Giovanni segera mendekat kearah Zachery.
"Tidak apa Zachery, kau bisa melatihnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik." Giovanni menepuk pundak Zachery dia bermaksud ingin menghibur Giovanni.
"Tidak apa mari kita simpan batu ini." Zachery Tersenyum kecil, dia lega Giovanni tidak mencurigai kekuatan aslinya.
Sementara Clarissa ekspresi wajahnya berubah menjadi buruk, dia melihat sendiri jumlah energi jiwa milik Zachery dari sela - sela jari Zachery, jumlah yang menurut Clarissa sulit ditandingi oleh generasi muda di Red Moon Empire.
"Sebaiknya aku cukup diam, tidak baik menyinggung seseorang yang mempunyai energi begitu besar, selain itu aku juga curiga dia tidak seperti umur aslinya." Clarissa berpikir untuk melaporkan hal ini pada Kin, yang sebenarnya sudah diketahui sendiri bahwa energi jiwa milik Zachery terkadang memang melemah setelah dipakai lama.
Menyadari tatapan Clarissa yang melihatnya curiga Zachery segera bertanya.
"Kau kenapa melihatku seperti itu Clarissa, apa wajahku ada yang aneh?" Tanya zachery.
"Tidak jika dipikir wajahmu ternyata memang rupawan, bisa saja aku jatuh cinta padamu." Goda Clarissa, dia mengedipkan matanya.
"Wah, si anak obat ternyata orang yang cukup agresif juga." Giovanni mundur beberapa langkah melihat ekspresi Clarissa sementara Zachery hanya terlihat biasa saja bahkan tidak bergeming mendengar godaan Clarissa.
"APAAA? siapa yang panggil anak obat, Racun ular." Clarissa kembali saling mengejek nama fraksi dengan Giovanni, zachery hanya tersenyum melihat tingkah mereka.
*
Kin pergi kearah yang tidak diduga sebelumnya, dia menuju ke arah selatan yang merupakan lokasi gunung angin kematian. sering kali merenggut nyawa korbannya lewat sebuah angin, ya sebuah angin jika dikata aneh memanglah Cukup aneh karena di dunia persilatan sebuah angin yang cukup kuat bisa memecahkan pembuluh darah seorang pendekar sekalipun.
"Tetua kin, anda ternyata berpikiran sama sepertiku." Seseorang yang tidak jauh dari posisi Kin terbang berteriak memanggil namanya.
"Ah ternyata kau, tidak ada salahnya juga aku kesini ternyata bisa bertemu denganmu." Kin antusias melihat wajah yang sudah lama tidak dilihatnya.
*
Sempatkan waktu membaca kalian untuk membaca dari awal.karena beberapa naskah tersebut sudah sedikit di perbaiki oleh saya karena adanya beberapa plot hole dan kata yang rancu, terimakasih.
Sampai jumpa di Chapter selanjutnya.
__ADS_1
Follow ig penulis :
@ kikoukai23