Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga
Chapter 14 ~ fraksi obat II


__ADS_3

Sebuah angin berkecepatan tinggi menghentikan keributan mereka berdua, Giovanni tidak ikut campur dari awal karena tidak ingin menerima konsekuensinya terlebih Clarissa sendiri anak seseorang yang berpengaruh di wilayah tersebut.


"Apa? siapa yang melakukannya?" Zachery bertanya - tanya, siapa seseorang yang melepaskan unsur angin begitu kuat ke arahnya.


Sementara Clarissa sendiri di wajah nya tergambar keterkejutan dan Sedikit takut


"Ini ayah, habis sudah riwayatku." Keluh Clarissa dia menyadari orang yang melepaskan unsur angin sekuat itu.


"Apa yang kalian lakukan? menimbulkan keresahan di wilayah ini, terlebih kau Clarissa kau berulah lagi." Teriak salah seorang tetua, wajah terlihat berusia 50 - an tahun tapi sebenarnya umur aslinya adalah 90 tahun karena energi jiwanya itulah dia bisa mempertahankan parasnya.


Edward James sedang membersihkan meja kerjanya, saat sebuah keributan berada di wilayahnya, banyak anggota sekte fraksi obat yang melapor padanya karena seorang pemuda dan anaknya sedang bertarung sehingga para pedagang yang sedang membeli persediaan obat-obatan untuk dijual kembali menjadi panik karena keributan itu.


Tidak ingin semuanya menjadi lebih kacau, james segera pergi dan terbang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Utara, dia tidak ingin menyerahkan tugas ini ke anak buahnya, jika hasilnya anak buahnya hanya menghadapi keegoisan anaknya lagi.


Dari atas James bisa melihat dua orang pemuda yang berada di dekat anaknya, salah satu dari mereka hanya memperhatikan dan tidak ikut campur sementara yang berambut ungu sedang bertarung dengan anaknya.


James sedikit kagum terhadap kemampuan pemuda yang menghadapi anaknya, terlebih di antara generasi muda fraksi obat tidak ada yang bisa menyamai kemampuan anaknya.


"Kemampuan setara puncak pendekar emas, siapa sebenarnya dia? terlebih dia sendiri masih begitu muda." James bertanya-tanya.


Dia melepaskan unsur angin yang kuat untuk melerai perkelahian pemuda tersebut dan anaknya, seketika pertarungan mereka terhenti karena menyadari unsur angin telah memisahkan mereka berdua sejauh lima meter.


Pemuda tersebut terkejut karena kemunculan unsur angin yang memisahkan pertarungannya.


"Apa? Siapa yang melakukannya." Pemuda tersebut bertanya-tanya.


"Ini unsur milik ayah, habis sudah riwayatku." Sementara pemudi yang menjadi lawannya begitu terkejut.


"Apa yang kalian lakukan? menimbulkan keresahan di wilayah ini, terlebih kau Clarissa kau berulah lagi." Teriak james dari atas dia segera mendarat ke bawah atap.


teman pemuda berambut ungu tersebut mengingatkan temannya untuk segera pergi dari wilayah tersebut.


"Zachery, dia edward james tetua fraksi obat kita harus pergi." Teriak Giovanni dia tidak ingin ayahnya tahu dia membuat keributan di wilayah fraksi orang lain.

__ADS_1


"Apa tetua? Gawat kita harus pergi." Zachery mengikuti langkah Giovanni yang segera kabur.


Clarissa yang terlalu terkejut terlambat menyadari bahwa zachery dan giovanni sudah pergi beberapa saat yang lalu dan mengejarnya.


"Apa? Mereka kabur...tunggu jangan lari kalian." Teriak Clarissa jaraknya terpisah beberapa puluh meter dari zachery dan giovanni.


"Clarissa, Jangan pergi untuk menghindar, kau membuat keributan yang meresahkan, kau harus menerima hukuman." James memperingatkan Clarissa yang ingin mengejar zachery dan giovanni.


Clarissa hanya bisa pasrah Menerima hukuman ayahnya, dia bersiap menyusun kata-kata nya untuk membuat alasan yang bisa meringankan hukumannya.


"Ayah, aku tidak salah mereka yang..." Clarissa belum menyelesaikan kata-katanya, dan langsung dipotong oleh james.


"Cukup, kau banyak membuat alasan tidak perlu...kau sadar apa yang kau lakukan itu bisa berdampak pada pendapatan sekte ini." James menasehati anaknya, kecewa karena anaknya tidak mengetahui konsekuensi dari kelakuannya selama ini bisa membuatnya di marahi oleh ketua sekte, karena pendapatan sekte dari fraksinya menurun saat rapat nanti.


"Ikut aku, lain kali kau harus mengerti hal ini." James membawa Clarissa untuk masuk ke bangunan di hadapannya.


"Aku bisa menjelaskannya ayah, tapi ayah jangan marah dulu padaku." Clarissa memohon dan segera di setujui oleh james.


James mendengarkan dengan seksama.


"Lanjutkan..."


james hanya menjawab singkat.


Clarissa melanjutkan penjelasannya.


"Membawa begitu begitu banyak pil, hanya untuk di konsumsi berdua itu melanggar aturan kan ayah, itu yang kau ajarkan padaku benar?" Clarissa memelas kembali.


"Benar..." James kembali menjawab singkat.


Clarissa merasa penjelasan hanya ditanggapi dengan singkat Seolah ayahnya tidak peduli dengan penjelasan nya, dengan terpaksa dia memanggil wanita yang menjaga meja administrasi.


"Sebentar ayah, aku akan membawa orang yang lebih tahu hal ini." Clarissa bangun dari duduknya dan pergi ke arah meja administrasi.

__ADS_1


Setelah Clarissa menjelaskan maksudnya wanita yang menjaga meja tersebut akhirnya mau untuk diajak bicara dengan james, sebelumnya dia menolak berbicara dengan james tapi setelah Clarissa dengan sedikit memaksa akhirnya wanita tersebut berbicara dengan james sekarang dihadapannya.


"Jelaskan apa yang terjadi?" James langsung ke inti pembicaraan dia tidak suka terlalu basa - basi.


"Ba..baik tetua james, orang tersebut bernama zachery, dia salah satu anggota sekte baru beberapa hari lalu di sini, sejauh yang saya lihat dari tanda pengenalnya dia tinggal di villa cahaya Phoenix." Wanita Tersebut menjelaskan secara perlahan, takut james melampiaskan amarahnya pada dirinya.


"Lanjutkan..." James menjawab dengan singkat, dia sebenarnya juga penasaran karena pemuda bernama zachery ini tinggal di tempat yang ditinggali oleh tetua juga.


Wanita Tersebut melanjutkan penjelasannya.


"Tapi permintaannya sungguh sangat tidak masuk akal tetua, dia meminta sepuluh obat berbeda yang masing - masing obatnya nya berisi seratus pil, ini daftar obat yang dimintanya, saya awalnya menolak tapi karena dia terus memaksa akhirnya saya mengambilkannya." Kalimat ini menutup penjelasan wanita Tersebut.


Wajah james berubah menjadi buruk, dia menduga orang yang menyuruh zachery sepertinya orang yang penting, karena obat - obatan yang berada di daftar tersebut berguna untuk latihan seorang murid.


"Kau benar - benar dalam masalah Clarissa, sekarang ikut aku, kau harus minta maaf kepada tetua kin, dan kau bisa kembali ke sana." James menarik lengan Clarissa dan memerintahkan wanita tadi untuk kembali ke mejanya.


"Tetua kin, ada apa dengan tetua kin ayah? kenapa aku harus minta maaf kepadanya?" Tanya Clarissa kebingungan dan sedikit takut akan ekspresi ayahnya.


"Tentu saja harus! kita harus kesana secepatnya, kau akan tahu nanti." James menarik lengan Clarissa dan segera keluar dari bangunan tersebut.


James membawa Clarissa terbang dengan kecepatan tinggi, dalam sekejap mereka sudah sampai didepan villa cahaya Phoenix.


Clarissa mengenali tempat tersebut, dia sering berkunjung dan bermain disini saat kecil jadi baginya sedikit perubahan villa tersebut selama beberapa tahun tidak membuatnya asing saat melihatnya.


James segera menyampaikan maksud kedatangan nya pada Anggota yang menjaga villa tersebut.


"Terimakasih, kami tidak akan lama jadi tetua kin ada di dalamnya?" Tanya james.


"Benar tetua kin ada didalam, anda bisa masuk tetua sebenarnya tidak perlu meminta izin pada kami." Jawab Anggota sekte yang sedang berjaga Tersebut.


"Tidak ini sudah sepantasnya dilakukan, kita harus sopan saat bertamu, aku masuk dahulu." James memberi hormat, dia tersenyum hangat dan kemudian masuk ke villa cahaya Phoenix.


Clarissa merasa takjub dengan pemandangan villa cahaya Phoenix, ternyata selama beberapa tahun banyak perubahan yang terjadi di villa cahaya Phoenix, gumam Clarissa.

__ADS_1


Clarissa melihat seseorang yang di kenalnya, beberapa tahun yang lalu juga dia mencari masalah dengannya di wilayah fraksi obat.


__ADS_2